Seiketsu, Membiasakan Diri Menjaga Kebersihan

26 April 2021 | Dibaca : 54x | Oleh : Mohamad Ramdan
seiketsu

Oleh : Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, M.S.

Orang Jepang kerap digambarkan sebagai pekerja giat yang pantang menyerah. Semangat kerja mereka kemudian disederhanakan dalam prinsip 5S yang sering diterapkan pada manajemen industri. 5S terdiri dari Seiri = menyortir,  Seiton = Mensistematisasikan,  Seiso = Membersihkan,  Seiketsu = Standarisasi dan Shitsuke = Disiplin diri. Konsep 5S pada dasarnya berkaitan dengan penataan ruang untuk menghasilkan kondisi kerja yang efisien dan efektif. Konsep ini bisa diadopsi seorang Muslim untuk melaksanakan perintah agama dalam menjaga kebersihan.

Konsep 5S merupakan hal yang kecil namun akan berdampak besar terutama dalam proses produksi manufaktur yang membutuhkan keakuratan peralatan, keadaan mesin yang prima, serta lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Tulisan ini akan membahas prinsip Seiketsu dan praktiknya dalam keseharian.

Seiketsu masih berhubungan dengan seiso yang artinya membersihkan. Bedanya, seiketsu tidak hanya berarti kebersihan sesaat, melainkan pembentukan kebiasaan dan prosedur kebersihan yang konsisten untuk jangka panjang. Seiketsu tidak hanya membersihkan, tetapi juga aktif membersihkan secara berkala lewat standar yang sudah ditentukan.

Kebersihan sebagai budaya sudah dipraktikan warga Jepang di rumahnya masing-masing. Mereka mencegah masuknya kotoran dari luar dengan melepas sepatu, segera mencuci muka dan tangan setibanya di rumah, dan membersihkan ruangan setiap paginya.

Prosedur juga sudah menjadi bagian dari kehidupan orang Jepang. Sejak kecil, anak-anak Jepang sudah mempelajari prosedur untuk menjalani berbagai aktivitas harian. Sejak taman kanak-kanak, mereka sudah diajari cara melepas sepatu dan menempatkannya dengan benar sebelum memasuki ruangan. Sepatu diposisikan menghadap ke luar untuk memudahkan pemiliknya memakai kembali ketika keluar ruangan.

Di sekolah, siswa juga sudah dibebankan tanggung jawab menjaga kebersihan secara rutin. Selama 12 tahun kehidupan di sekolah, dari dasar hingga menengah, membersihkan sekolah adalah bagian dari jadwal harian siswa. Memasukkan elemen kebersihan dalam kurikulum sekolah membantu siswa untuk mengembangkan kesadaran dan kebanggaan pada lingkungan mereka. Siapa yang ingin mengotori atau merusak sekolah yang harus mereka bersihkan sendiri? Dan saat anak-anak sekolah tumbuh, konsep mereka tentang tanggung jawab kebersihan akan melampaui ruang kelas hingga mencakup lingkungan, kota, dan negara mereka.

Di lingkungan kerja di mana 5S dijalankan, seiketsu berperan menjaga kegiatan seiri, seiton, dan seiso, agar berjalan secara konsisten dan berkelanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku.  Dalam praktiknya, seiketsu dijalankan dengan menyusun SOP – daftar pekerjaan dan penjadwalan untuk aktivitas 5S lainnya. Daftar itu memuat nama tugas, prosedur, penanggung jawab, dan waktu pelaksanaannya. Dalam daftar itu terdapat checklist yang harus dilakukan setiap hari, mingguan atau bulanan. Setiap orang memiliki daftar kegiatan rutinnya masing-masing.

Di lingkungan industri manufaktur, pengecekan peralatan adalah sangat penting. Mesin yang tidak terpantau bisa bermasalah dan sangat beresiko bagi jalannya pabrik. Selain membersihkan, seiketsu juga berarti mensanitasi, yang artinya menyingkirkan bibit penyakit atau bahan berbahaya dari lingkungan kerja. Penerapan prinsip 5S khususnya seiketsu diharapkan dapat mengungkap masalah sebelum terjadinya kerusakan yang lebih parah.

Setiap karyawan memainkan peran penting dalam keberhasilan penerapan 5S. Mereka diharuskan untuk memantau kondisi di area kerja mereka sendiri dan di area sekitarnya secara teratur. Jika perlu, tugas itu  dirotasi di antara semua karyawan sehingga semua terbiasa melakukan tugas dan mengevaluasi keefektifannya. Dengan melakukan seiketsu, karyawan akan terbiasa menjaga kebersihan dan secara tidak langsung melancarkan kegiatan kerja dan meningkatkan efisiensi perusahaan.

Keberadaan seiketsu dalam konsep 5S menunjukan bahwa untuk mewujudkan komunitas atau masyarakat yang mencintai kebersihan diperlukan sebuah standar atau pembiasaan sejak dini, bahkan bagi orang Jepang yang pada dasarnya telah memiliki budaya kebersihan. Bagi mereka, kebersihan identik dengan keindahan.

Hal yang sama dapat dipraktikan oleh umat Muslim yang diperintahkan oleh agamanya untuk menghargai kebersihan, mempraktikkan kebiasaan hidup bersih yang baik, dan menjaga penampilan sebagai sopan santun kepada orang lain. Penampilan fisik bagi seorang Muslim adalah cerminan dari apa yang ada di dalam hati, jadi kebersihan lahiriah juga harus menyertai pemurnian batin.

Seiketsu dalam artian standar kebersihan bagi seorang Muslim banyak dimuat secara umum dalam Al Qur’an dan secara khusus dalam Hadist. Rasulullah telah mengajarkan umat Muslim untuk melakukan rutinitas kebersihan seperti menjaga wudhu, merawat rambut dan jenggot, membersihkan aurat, tempat beribadah, mulut, bagian tubuh lainnya, serta pembersihan setelah masuk toilet. Pembersihan khusus disarankan dilakukan pada hari Jumat; Dengan demikian, seorang Muslim akan bergabung dengan jamaah untuk sholat Jum'at menunjukan pribadi yang bersih, bebas dari kotoran dan bau tak sedap. Rasulullah bahkan pernah berkata “Jika tidak sulit bagi ummat saya, saya akan perintahkan mereka untuk membersihkan mulut dan gigi setiap kali mereka berwudhu” (H.R. Bukhari), yang menunjukan perhatian pada aspek kebersihan pribadi seorang Muslim.

Berkaca kepada Jepang, untuk bisa mewujudkan masyarakat yang mencintai kebersihan perlu dilakukan pembiasaan sejak dini. Sekolah Islam dengan demikian perlu mengenalkan dan menerapkan ajaran Islam mengenai kebersihan kepada anak, agar tumbuh kecintaan terhadap kebersihan di alam bawah sadarnya. Dengan pembiasaan sejak dini itu, diharapkan anak-anak Muslim akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan rajin menjaga kebersihan ketika dewasa.

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

29 Maret 2015
Oleh: Ir. Tonton Taufik, MBA Ekonomi Syariah merupakan suaatu ilmu pengetahuan social yang mempelajari masalahyang berkaitan dengan ekonomi rakyat yang bernilai islam. Ekonomi syariah   berbeda   dari sosialisme, kapitalisme, maupun   negara   kesejahteraan. Berbeda dengan kapitalisme ...
Siswa SMP Al Ma'soem yang Berprestasi
5 April 2021
Almasoem.sch.id,- Dalam  menjalani kehidupan sehari-hari, kita sebagai manusia tentu tidak bisa lepas dengan sebuah masalah, tidak semua keinginan ...
2 Juli 2015
Oleh: Yati Kurhayati, S.Pd Di era teknologi dan informasi saat ini, masyarakat membutuhkan lembaga pendidikan yang baik, tidak hanya mengandalkan sisi intelektual tetapi karakterpun harus di petimbangkan. Maka sangatlah wajar, apabila orang tua ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang ...
Pembersihan dan Perawatan Lingkungan Sekolah
5 September 2020
Almasoem.sch.id,- Sudah bukan menjadi hal aneh jika kebersihan lingkungan merupakan sebuah hal inti yang wajib di laksanakan. Namun Khusus hari ini Sabtu ...
16 April 2015
Oleh : Eva Nurindah Hayati, S.Pd Komunikasi massa merupakan sejenis kekuatan sosial yang dapat menggerakkan proses sosial  ke arah suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Menurut Gerbner dalam Rakhmat, (2009 : 188) komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan ...

Informasi Pendaftaran

png
SMP SMA
sd
tk
masoem TV
yt psam
YT ALM

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang

Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448
info@masoem.com

 0811224337 (Ayi Miraz)
 081122700227 (Humas/Kantor)
 08112194421 (Sri Hanipah)

 

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2021
All rights reserved
Scroll Top