أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لُوْا فَمَا جَزَآ ؤُهٗۤ اِنْ كُنْتُمْ كٰذِبِيْنَ
“Mereka berkata, Tetapi apa hukumannya jika kamu dusta?” (QS. Yusuf 12: Ayat 74)
Setiap ucapan dan keputusan manusia mengandung tanggung jawab, karena keadilan Allah dapat berlaku melalui apa yang mereka tetapkan sendiri
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Mendengar jawaban tersebut, mereka, para pembantu Nabi Yusuf, berkata, “Tetapi, apa hukumannya jika piala itu ditemukan di karungkarung makanan yang kalian bawa, yang dengan demikian terbukti bahwa kamu adalah para pendusta?”
Yang bisa ditadabburi dari QS. Yusuf ayat 74 adalah:
– Ucapan dan keputusan kita bisa menjadi hukum atas diri sendiri, maka berhati-hatilah dalam berkata dan menetapkan sesuatu.
– Keadilan Allah berjalan dengan cara yang halus dan bijaksana, melalui sebab-sebab yang tampak biasa.
– Setiap perbuatan memiliki konsekuensi, dan manusia diminta bertanggung jawab atas pilihannya.
– Kejujuran diuji saat kepentingan terancam, namun kebenaran tetap berlaku.
Allah menegakkan keadilan-Nya melalui kesadaran, tanggung jawab, dan ucapan manusia sendiri.
Doa agar dijaga lisan, kejujuran, dan keadilan;
اللَّهُمَّ احْفَظْ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الزَّلَلِ، وَاجْعَلْ أَقْوَالَنَا حُجَّةً لَنَا لَا عَلَيْنَا، وَاهْدِنَا لِلْعَدْلِ وَالصِّدْقِ فِي كُلِّ أَمْرٍ.
“Ya Allah, jagalah lisan kami dari kesalahan, jadikan ucapan kami sebagai hujah yang membela kami, bukan yang memberatkan kami, dan bimbinglah kami kepada keadilan dan kejujuran dalam setiap urusan.

