Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا صْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَ اَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ
“Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.”(QS. Al-Hijr 15: Ayat 94).
Saatnya Menyampaikan Kebenaran dengan Terang-Terangan, Tanpa Berkompromi dengan Kemusyrikan
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI: Wahai Nabi Muhammad, jangan kaupedulikan sikap dan tindakan kaum kafir itu terhadap Al-Qur’an. Maka sampaikanlah saja kepada mereka secara terang-terangan dan sungguh-sungguh segala apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu dan berpalinglah dari orang yang musyrik. Jangan kauhiraukan gangguan mereka dan teruslah berdakwah menyampaikan pesan-pesan Allah karena Dia akan selalu melindungimu.
Kata فَاصْدَعْ (faṣda’) berasal dari kata ṣada’a, yang secara harfiah berarti membelah atau memecahkan. Dalam konteks ayat ini, maknanya adalah:
- Menyampaikan kebenaran dengan jelas dan terbuka.
- Tidak lagi menyembunyikan dakwah.
- Menampakkan ajaran Islam kepada masyarakat luas tanpa takut terhadap celaan manusia.
Latar belakang turunnya ayat
Pada sekitar tiga tahun pertama kenabian, Rasulullah SAW berdakwah secara terbatas kepada keluarga dan sahabat terdekat. Setelah turun ayat ini, beliau diperintahkan untuk menyampaikan risalah Islam secara terbuka kepada masyarakat Makkah.
Apakah berarti dakwah harus keras?
Tidak. Yang diperintahkan adalah terang-terangan, bukan kasar. Al-Qur’an tetap memerintahkan agar dakwah dilakukan:
- Dengan hikmah,
- Nasihat yang baik,
- Dan dialog yang santun
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِا لْحِكْمَةِ وَا لْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَا دِلْهُمْ بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِا لْمُهْتَدِيْنَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 125)
Jadi, dakwah boleh terbuka dan tegas dalam menyampaikan kebenaran, tetapi tetap menjaga adab, kebijaksanaan, dan kasih sayang.
Perintah Allah dalam QS. Al-Hijr ayat 94 agar menyampaikan kebenaran secara terang-terangan tetap relevan sepanjang zaman. Di era media sosial dan arus informasi yang begitu deras, keberanian menyampaikan kebenaran sangat dibutuhkan. Namun, keberanian itu harus berjalan seiring dengan hikmah, adab, dan kasih sayang.
Seorang mukmin tidak menyampaikan kebenaran dengan kemarahan, caci maki, atau merendahkan orang lain, tetapi dengan cara yang ma’ruf (baik), santun, penuh kebijaksanaan, serta dilandasi keikhlasan untuk mengharap ridha Allah.
Kebenaran yang disampaikan dengan cara yang benar akan lebih mudah diterima daripada kebenaran yang disampaikan dengan cara yang kasar. Karena itu, dakwah bukan sekadar menyampaikan apa yang benar, tetapi juga memilih waktu, bahasa, dan sikap yang paling baik agar hati manusia terbuka menerima petunjuk Allah.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada kita ilmu yang benar, hati yang ikhlas, lisan yang lembut, serta keberanian untuk menyampaikan kebenaran tanpa rasa takut kepada siapa pun selain kepada-Nya. Semoga Allah juga membimbing kita agar selalu berdakwah dengan cara yang ma’ruf, penuh hikmah, dan menjadi sebab datangnya hidayah bagi diri kita, keluarga, dan masyarakat.
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الدُّعَاةِ إِلَى الْحَقِّ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ، وَارْزُقْنَا الْقُدْرَةَ عَلَى تَبْلِيغِ الْحَقِّ بِالْمَعْرُوفِ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar itu benar dan anugerahkanlah kami kemampuan untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kepada kami bahwa yang batil itu batil dan anugerahkanlah kami kemampuan untuk menjauhinya. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menyeru kepada kebenaran dengan hikmah dan nasihat yang baik. Anugerahkanlah kepada kami kemampuan untuk menyampaikan kebenaran dengan cara yang ma’ruf, dan terimalah amal kami, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”

