Manusia Sedikit Sekali yang Bersyukur

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَقَدْ  مَكَّـنّٰكُمْ  فِى  الْاَ رْضِ  وَجَعَلْنَا  لَـكُمْ  فِيْهَا  مَعَايِشَ  ۗ قَلِيْلًا  مَّا  تَشْكُرُوْنَ

“Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 10)

Manusia sedikit sekali yang bersyukur

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini Allah menegaskan sebagian dari sekian banyak karunia yang telah dianugerahkan kepada hamba-Nya yaitu bahwa Dia telah menyediakan bumi ini untuk manusia tinggal dan berdiam di atasnya, bebas berusaha dalam batas-batas yang telah digariskan, diberi perlengkapan kehidupan. Kemudian disempurnakan-Nya dengan bermacam-macam perlengkapan lain agar mereka dapat hidup di bumi dengan senang dan tenang, seperti tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam macamnya, binatang-binatang, baik yang boleh dimakan maupun yang tidak, burung baik di udara atupun di darat, ikan baik di laut, di danau maupun di tempat-tempat pemeliharan ikan lainnya, air tawar untuk diminum, dipergunakan mencuci pakaian dan keperluan lainnya, minuman dan makanan yang bermacam rasa dan aromanya untuk memenuhi selera masing-masing. Bahkan semua yang ada di bumi ini adalah diperuntukkan bagi manusia, sebagaimana firman Allah:

Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu. (al-Baqarah/2: 29)

Untuk memenuhi keperluan hidup seseorang tentu tidak akan bisa terus menetap di satu tempat, tetapi ia berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain, untuk itu disediakan bagi mereka alat pengangkutan dan perhubungan yang bermacam-macam yang berkembang dan maju sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dipergunakan mereka seperti mobil dengan segala macam bentuk dan keindahannya, kapal terbang, kapal laut, dan kapal selam, kereta api dan lain sebagainya yang tak terhitung banyaknya. Tidak seorang pun manusia yang dapat memberi angka pasti tentang banyaknya karunia itu sekalipun dengan komputer.

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. (Ibrahim/14: 34)
Semua karunia dan nikmat tersebut di atas adalah untuk memenuhi keperluan hidup jasmani baik secara perorangan maupun secara berkelompok yang akan dijadikan batu loncatan untuk memenuhi dan menjaga kesejahteraan hidup rohani guna kesucian diri dan mempersiapkan diri untuk hidup kekal di akhirat nanti serta memperoleh nikmat dan kebahagian abadi yang tak berkesudahan. Atas semua karunia dan nikmat yang tak terhitung banyaknya itu maka wajiblah manusia bersyukur, mensyukuri penciptanya, yaitu Allah swt, dan janganlah sekali-kali dia mengingkarinya, sebagaimana firman Allah:

Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (al-Baqarah/2: 152).

Alangkah sedikitnya manusia yang dapat menyadari dan menginsyafi hal tersebut. Pada umumnya manusia menganggap bahwa yang dicapai dan diperolehnya itu adalah hasil dari kecerdasan otaknya, kesungguhan usahanya, bukan dari Allah dan sedikit dari mereka yang bersyukur:

Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (Saba’/34: 13)

Bersyukur kepada Allah tidak cukup dengan hanya mengucapkan Alhamdulillah wasysyukru lillah; tetapi harus diiringi dengan amal perbuatan yaitu dengan cara mendayagunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang diridai dan disukai Allah, bermanfaat bagi sesama manusia serta menaati segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya..

Allah memberikan banyak nikmat kepada manusia tujuannya hanya satu yaitu supaya manusia bersyukur.

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”.(QS: An-Nahl ayat 78).

Namun, dalam kenyataannya banyak manusia yang tidak bersyukur, dan bahkan ingkar pada-Nya,

قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

“Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (tetapi) Amat sedikit kamu bersyukur. (QS : Al-Mulk ayat 23)

Namun sayang, golongan manusia yang bersyukur itu jumlahnya tidak banyak. Alias sangat sedikit.

ۗوَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur”. (QS Saba ayat 13)

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA,‎ ada seorang pemuda yang sering berdoa berulang-ulang sambil thawaf di depan Ka’bah seraya meminta “Ya Allah, masukkanlah aku dalam golongan hamba-Mu yang sedikit”.
Doa pemuda ini didengar oleh Umar ketika beliau sedang melakukan thawaf. Umar lalu merasa heran dengan doa dan permintaan pemuda tersebut.

Selesai melakukan thawaf, Umar memanggil pemuda tersebut lalu bertanya, “Kenapa engkau berdoa sedemikian rupa, apakah tidak ada permintaan lain dalam doamu kepada Allah?”

Pemuda itu menjawab: “Ya Amirul Mukminin! Aku membaca doa ini karena aku merasa takut dengan penjelasan Allah dalam Surat Al-‘Araf ayat 10 yang artinya, “Sesungguhnya Kami (Allah) telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi penghidupan. Tetapi amat sedikitlah kamu yang bersyukur”. Aku memohon agar Allah memasukkan aku dalam golongan yang sedikit itu, karena terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Allah”.

Karenanya, jangan heran kita ketika hal-hal baik sebagai bentuk ketaatan dan ibadah kepada Allah sangat sedikit yang mau mengikutinya. Seperti pengajian memahami ayat-ayat Allah, shalat berjamaah, dan lainnya sebagai bentuk rasa syukur, karena Allah sendiri telah menegaskan sangat sedikit yang bersyukur atas nikmat yang diperoleh.

Tentang mensyukuri nikmat Allah itu, memang sedikit sekali orang yang mampu mensyukurinya, bahkan banyak yang mencela dan menganggap Allah itu tidak adil, padahal tiap detik nikmat Allah terus mengalir untuk kita, setiap saat kita manfaatkan namun terabaikan dalam mensyukurinya.

Jangan sampai kita tergolong seseorang hamba yang tidak pandai mensyukuri nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita, karena walaupun Allah katakan sangat sedikit manusia dan hambanya yang mau bersyukur.

Semoga kita termasuk golongan hamba Allah yang pandai bersyukur dan memanfaatkan semua nikmat Allah untuk mencari ridhoNya. Aamiin Ya Robbal Aalamin.