Doa Supaya Jadi Penerus Kebaikan dari Orang-Orang Saleh

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَكَذٰلِكَ  يَجْتَبِيْكَ  رَبُّكَ  وَيُعَلِّمُكَ  مِنْ  تَأْوِيْلِ  الْاَ حَا دِيْثِ  وَيُتِمُّ  نِعْمَتَهٗ  عَلَيْكَ  وَعَلٰۤى  اٰلِ  يَعْقُوْبَ  كَمَاۤ  اَتَمَّهَا  عَلٰۤى  اَبَوَيْكَ  مِنْ  قَبْلُ  اِبْرٰهِيْمَ  وَاِ سْحٰقَ  ۗ اِنَّ  رَبَّكَ  عَلِيْمٌ  حَكِيْمٌ
“Dan demikianlah, Tuhan memilih engkau (untuk menjadi nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. Yusuf 12: Ayat 6)
Umat manusia jumlahnya banyak, tapi nabi dan rasul nasabnya banyak berasal dari keluarga nabi juga
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Setelah Nabi Yusuf menceritakan mimpi itu kepada ayahnya, lalu ayahnya mempunyai firasat bahwa mimpi tersebut mempunyai arti penting, kemudian ia pun berkata, “Dan demikianlah, Tuhan telah memilih engkau wahai putraku Yusuf, dari sekian hamba-hamba lainnya. Dan selain itu Allah akan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi beserta berita tentang arti-arti mimpi, dan kelak akan menyempurnakan nikmat-Nya berupa kenabian dan kerajaan kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya berupa kenabian kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishak. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui siapa yang berhak dipilih, dan Mahabijaksana dalam memberi karunia kepada orang yang dikehendaki-Nya.”
Dalam sejarah kenabian, banyak nabi dan rasul berasal dari nasab keluarga nabi sebelumnya. Misalnya:
  • Nabi Ishaq adalah anak Nabi Ibrahim,
  • Nabi Ismail adalah putera Nabi Ibrahim.
  • Nabi Ya’qub adalah anak Nabi Ishaq,
  • Nabi Yusuf adalah anak Nabi Ya’qub,
  • Nabi Zakariya adalah putera Nabi Yahya
  • dan keturunan mereka banyak yang menjadi nabi pula — sampai ke Nabi Musa, Daud, Sulaiman, Isa, bahkan nasab kenabian itu berakhir pada Nabi Muhammad ﷺ dari jalur Ismail putra Ibrahim.
Ini bukan kebetulan, melainkan skenario dan kehendak Allah yang sudah dirancang sebagai bagian dari sunnatullah dalam risalah dan petunjuk-Nya. Allah memilih keluarga tertentu yang memiliki kesiapan spiritual untuk menjadi pewaris wahyu.
Allah menjelaskan bahwa kenabian dan ilmu yang diberikan kepada Yusuf adalah kelanjutan dari nikmat dan risalah yang Allah berikan kepada keluarganya. Jadi, ini bukan sekadar warisan darah, tetapi warisan spiritual dan ilahi, yang Allah pilihkan kepada keluarga yang memiliki kesiapan iman, akhlak, dan amanah besar untuk memikul wahyu.
Doa supaya jadi penerus kebaikan dari orang orang saleh;
“Ya Allah, jadikanlah kami penerus kebaikan dari orang-orang saleh, dan sempurnakanlah nikmat-Mu kepada keluarga kami dengan iman, ilmu, dan amal yang Engkau ridai.”