Dari Dunia Menuju Mahsyar: Bekal Apa yang Kita Bawa?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَوْمَ  تُبَدَّلُ  الْاَ رْضُ  غَيْرَ  الْاَ رْضِ  وَا لسَّمٰوٰتُ  وَبَرَزُوْا  لِلّٰهِ  الْوَا حِدِ  الْقَهَّا رِ

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 48).

Padang Mahsyar adalah bumi lain tempat seluruh manusia dikumpulkan setelah kiamat untuk dihisab di hadapan Allah

Dalam rafsir lengkap Kementrian Agama RI: Ayat ini menerangkan bahwa waktu pembalasan dan pelaksanaan siksa itu ialah pada hari yang bumi ditukar dengan bumi lain, pada saat Allah menghancurkan langit dan segala yang ada di dalamnya dan menukarnya dengan langit yang lain.

Pada waktu itu bumi, bulan, dan segala bintang akan berbenturan, sehingga pecah hancur seperti debu dan beterbangan seperti awan, kemudian terjadilah bumi dan langit yang lain.

Berkata Ibnu Abbas, “Bumi yang lain itu tidak lain adalah bumi yang telah berubah sifatnya dari bumi yang sekarang ini, seperti telah berpindah gunungnya, dan tidak mengalir airnya, dan mati lautnya, tidak berombak dan tidak pula tenang.”

Dari ayat dan riwayat Ibnu Abbas di atas dapat dipahami bahwa nanti pada hari kiamat seluruh semesta ini akan hancur lebur. Masing-masing berbenturan dengan yang lain, sehingga pecah bertaburan dan beterbangan di angkasa beberapa waktu lamanya, kemudian membentuk seperti bentuk bumi dan langit, tetapi ia bukan bumi dan langit yang sekarang ini.

Keadaan manusia pada saat itu dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadis ini: Dari Aisyah ia berkata, “Saya adalah manusia yang pertama kali menanyakan hal ini kepada Rasulullah saw tentang ayat ini.” Aisyah berkata, “Saya menanyakan, “Dimana manusia ketika itu ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Di atas shirath (jalan lurus).” (Riwayat Muslim)

Berdasarkan Al-Qur’an, para ulama menjelaskan bahwa Padang Mahsyar berada di bumi yang telah Allah ganti, bukan bumi dunia yang sekarang dalam keadaan seperti saat ini.

Allah berfirman bahwa bumi akan “diganti dengan bumi yang lain”, sehingga setelah kiamat terjadi, alam semesta mengalami perubahan besar. Dalam banyak tafsir dijelaskan:

  • Bumi sekarang dihancurkan dan diubah,
  • Lalu Allah menciptakan atau menggantinya dengan bumi yang baru untuk tempat berkumpul manusia,
  • Di situlah manusia dibangkitkan, dikumpulkan, dan dihisab.

Namun para ulama juga berbeda penjelasan detailnya:

  • Ada yang mengatakan benar-benar bumi baru yang berbeda,
  • Ada yang mengatakan bumi yang sama tetapi sudah diubah total sifat dan bentuknya.

Yang bisa ditadabburi dari ayat ini:

  1. Dunia sekarang bukan tempat tinggal terakhir
    Semua yang kita lihat akan hancur dan diganti oleh Allah.
  2. Semua manusia pasti dikumpulkan
    Tidak ada seorang pun yang bisa bersembunyi atau melarikan diri dari pengadilan Allah.
  3. Kekuasaan Allah mutlak
    Allah mampu mengganti bumi dan langit dengan ciptaan yang baru
  4. Kehidupan akhirat adalah kenyataan. Ayat ini mengingatkan agar manusia mempersiapkan amal sebelum datang hari pengumpulan di Padang Mahsyar.

Karena itu, selama hidup di dunia hendaknya manusia mempersiapkan amal terbaik, sebab Allah menciptakan hidup dan mati sebagai ujian untuk melihat siapa yang paling baik amalnya. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.

ٱلَّذِيْ  خَلَقَ  الْمَوْتَ  وَا لْحَيٰوةَ  لِيَبْلُوَكُمْ  اَيُّكُمْ  اَحْسَنُ  عَمَلًا  ۗ وَهُوَ  الْعَزِ يْزُ  الْغَفُوْرُ

“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)

“Ya Allah, Engkaulah yang menciptakan hidup dan mati sebagai ujian bagi hamba-Mu. Bimbinglah kami agar dapat mengisi kehidupan ini dengan amal terbaik, amal yang ikhlas, bermanfaat, dan Engkau ridai. Ampunilah dosa-dosa kami, kuatkan hati kami dalam ketaatan, dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”