Bertawakal Hanya kepada Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَا لَتْ  لَهُمْ  رُسُلُهُمْ  اِنْ  نَّحْنُ  اِلَّا  بَشَرٌ  مِّثْلُكُمْ  وَلٰـكِنَّ  اللّٰهَ  يَمُنُّ  عَلٰى  مَنْ  يَّشَآءُ  مِنْ  عِبَا دِهٖ  ۗ وَمَا  كَا نَ  لَنَاۤ  اَنْ  نَّأْتِيَكُمْ  بِسُلْطٰنٍ  اِلَّا  بِاِ ذْنِ  اللّٰهِ  ۗ وَعَلَى  اللّٰهِ  فَلْيَتَوَكَّلِ  الْمُؤْمِنُوْنَ

“Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, Kami hanyalah manusia seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah saja hendaknya orang yang beriman bertawakal.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 11)

Para rasul hanyalah manusia biasa, tetapi mereka membawa bukti dari Allah, dan hanya dengan izin-Nya seseorang bisa mendapatkan karunia, sehingga orang beriman diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa pandangan orang kafir itu sangat keliru. Mereka seolah ingin memaksakan kehendak bahwa para rasul haruslah bukan manusia biasa. Untuk mematahkan logika ini, rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, “Wahai kaum kami, kami memang hanyalah manusia biasa seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.

Kami adalah beberapa orang di antara mereka yang Allah beri karunia itu. Ketahuilah, tidak pantas bagi kami untuk mendatangkan suatu bukti kepada kamu atas kuasa kami sendiri, melainkan semuanya haruslah dengan izin Allah. Dan oleh sebab itu, hanya kepada Allah saja hendaknya orang yang beriman bertawakal dan berserah diri.

Dari QS Ibrahim ayat 11, ada beberapa tadabur;

1. Rasul itu manusia

Tapi dipilih Allah. Ini mengajarkan bahwa:

  • Para rasul bukan makhluk luar biasa dalam fisik
  • Para rasul dimuliakan karena wahyu, ilmu, akhlak yang mulia, dan tugas risalah yang Allah amanahkan kepada mereka.

Pelajaran: kemuliaan bukan karena status, tapi karena kedekatan dengan Allah

2. Segala sesuatu terjadi dengan izin Allah

Mukjizat, keberhasilan dakwah dan kemenangan dan kekalahan dalam berperang bukan karena kemampuan pribadi rasul, tetapi atas kehendak, pengaturan dan izin Allah.

Pelajaran: jangan sombong saat berhasil, karena semua dari Allah, jangan putus asa saat gagal.

3. Iman harus melahirkan tawakal

Orang beriman diperintahkan bersandar kepada Allah setelah berusaha. Pelajaran: usaha penting, tapi hati tetap bergantung dan bersandar kepada Allah

4. Jangan meremehkan kebenaran karena pembawanya

Kaum kafir sering menolak rasul karena dianggap “hanya manusia biasa”.
Sebagian kaum kafir, termasuk dari kalangan Yahudi dan Nasrani, menolak Nabi Muhammad SAW karena menganggap rasul hanyalah manusia biasa, dan karena fanatisme golongan sehingga sulit menerima kebenaran di luar kelompok mereka.

Menganggap nabi terakhir seharusnya dari kalangan mereka (Bani Israil). Lihat kebenaran dari isi, bukan dari siapa yang menyampaikan

Kemuliaan datang dari Allah, keberhasilan terjadi atas izin-Nya, dan orang beriman harus berusaha sambil bertawakal serta tidak meremehkan kebenaran hanya karena pembawanya manusia biasa

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kehidupan yang baik, hati yang khusyuk, amal yang saleh, taufik yang terus-menerus, dan tawakal yang tulus kepada-Mu. Akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah, dan jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang mulia.”