Allah Menciptakan dan Mengetahui Segala Sesuatu

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

بَدِيْعُ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  ۗ اَنّٰى  يَكُوْنُ  لَهٗ  وَلَدٌ  وَّلَمْ  تَكُنْ  لَّهٗ  صَا حِبَةٌ  ۗ وَخَلَقَ  كُلَّ  شَيْءٍ  ۚ وَهُوَ  بِكُلِّ  شَيْءٍ  عَلِيْمٌ

“Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 101)

Menciptakan segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu

Dalam tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H menjelaskan;

101. “Dia pencipta langit dan bumi.” Maksudnya, pencipta keduanya dengan sangat baik dan kokoh dengan penciptaan terbaik, pengaturan dan kemegahan tanpa contoh sebelumnya, dimana akal orang-orang yang berakal tidak dapat mengusulkan sepertinya. Dan Dia tidak mempunyai rekan dalam menciptakan keduanya.

“Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak punya istri.” Maksudnya, bagaimana Dia mempunyai anak sedangkan Dia adalah Tuhan, pemilik dan tempat bergantung bagi seluruh mahkluk yang tidak beristri? Dia Mahakaya dari makhluk-makhlukNya, sementara makhluk-makhlukNya membutuhkan dan memerlukanNya, dan anak harus berasal dari jenis orang tuanya, sedangkan Allah adalah segala pencipta sesuatu dan tiada suatu makhluk pun yang menyerupai Allah dari segi manapun.

Manakala Dia menyebutkan penciptaanNya yang menyeluruh terhadap seluruh makhluk, Dia menyebutkan keluasan ilmuNya terhadap makhlukNya. Dia berfirman, “Dia mengetahui segala sesuatu.” Dalam penyebutan ilmu setelah penciptaan mengandung isyarat ke dalam dalil aqli tentang ketetapan ilmuNya, yaitu makhluk-makhluk ini dengan keserasianya yang sempurna dan peciptaan yang mengagumkan hal ini benar-benar mengandung bukti atas keluasan ilmu sang pencipta dan kesempurnaan hikmahNya sebagaimana Alalh berfirman,
“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (Al-Mulk:14).

Dan sebagaimana Allah berfirman,
“Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (Yasin:81).

“Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu”. (QS. al-An’am/6:101)

Allah Maha Mengetahui merupakan salah satu dari asmaul husna ialah al-Alim. Al-Alim maksudnya adalah Allah menyaksikan setiap perbuatan dan ucapan kita dan semua yang terjadi di alam semesta. Semua yang kita kerjakan selalu diketahui oleh Allah Swt.,

Hikmah dari sifat Allah yang Maha Mengetahui adalah mengajarkan kita untuk percaya bahwa Allah memiliki pengetahuan yang sempurna tentang segala sesuatu. Hal ini dapat memberikan ketenangan dan kepercayaan dalam menghadapi kehidupan, karena Allah mengetahui setiap detail dan memiliki rencana yang terbaik untuk kita. Selain itu, sifat ini juga mengajarkan pentingnya rendah hati dan ketaatan kepada-Nya, karena kita menyadari bahwa Allah mengetahui yang terbaik bagi kita meskipun kita mungkin tidak selalu memahaminya.

Selain itu kita mempunyai rasa takut untuk berbuat jahat dan berbuat dosa, tidak akan berpikir berbuat dosa dimanapun berada, apakah ada orang melihat atau tidak ada yang melihat, karena Allah maha mengetahui segala sesuatu.

Doa Agar Dijauhkan dari Maksiat

Agar selalu dijauhkan dari maksiat, setiap Muslim harus memanjatkan doa kepada Allah. Melalui doa, seorang hamba meminta untuk diberikan hati yang bersih dan dijauhi dari dosa dan maksiat.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

Allahumma inna a’udzubika min munkaraati akhlaaqi wal ‘amaali wal ahwaa.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, perbuatan-perbuatan dan dari hawa nafsu yang mungkar.” (HR. Tirmidzi).