أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لُوْا جَزَآ ؤُهٗ مَنْ وُّجِدَ فِيْ رَحْلِهٖ فَهُوَ جَزَآ ؤُهٗ ۗ كَذٰلِكَ نَجْزِ ى الظّٰلِمِيْنَ
“Mereka menjawab, Hukumannya ialah pada siapa ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah menerima hukumannya. Demikianlah kami memberi hukuman kepada orang-orang zalim.” (QS. Yusuf 12: Ayat 75)
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Mereka menjawab, “Balasannya ialah siapa saja yang ditemukan piala itu di dalam karungnya, maka dialah pencurinya dan harus bersedia menerima akibatnya.” Syariat yang berlaku menurut agama yang dibawa Nabi Yakub ialah si pencuri dijadikan hamba sahaya oleh orang yang kecurian selama satu tahun. Demikianlah Allah membalas kejahatan orang-orang yang zalim.
Dalam Islam, jenis hukuman (ʿuqūbāt) tidak hanya qiṣāṣ. Secara garis besar, para ulama membaginya menjadi empat (kadang tiga besar, dengan rincian tambahan):
1. Ḥudūd (حدود); Hukuman yang ditetapkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Ciri utama: tetap, tidak boleh diubah oleh hakim. Contoh:
– Zina → cambuk 100 kali (ghair muḥṣan) / rajam (muḥṣan, menurut jumhur)
– Pencurian → potong tangan (dengan syarat sangat ketat)
– Qadzaf (menuduh zina tanpa bukti) → 80 cambukan
– Khamr → cambuk
– Hirabah (perampokan berat)
– Riddah (murtad) – dengan perincian fiqh yang panjang
2. Qiṣāṣ dan Diyāt (قصاص و ديات); Berkaitan dengan kejahatan terhadap jiwa dan anggota tubuh.
a. Qiṣāṣ
– Hukuman setimpal
– “Nyawa dibalas nyawa, luka dibalas luka”
– Bisa dimaafkan oleh korban/keluarga korban
b. Diyāt
– Ganti rugi (tebusan darah)
– Berlaku jika qiṣāṣ dimaafkan atau pada kasus pembunuhan tidak sengaja
3. Taʿzīr (تعزير); Hukuman yang tidak ditentukan secara spesifik oleh nash. Diserahkan kepada hakim atau penguasa, sesuai kemaslahatan. Contoh taʿzīr:
•Teguran
•Denda
•Penjara
•Pengasingan
•Kerja sosial
•Hukuman fisik ringan
•Pencabutan hak tertentu
Hukuman dalam QS Yusuf ayat 75 termasuk kategori taʿzīr berdasarkan hukum yang berlaku saat itu, bukan hudūd Islam. QS Yusuf: 75, benar konteksnya tentang hukuman bagi pencuri menurut hukum Mesir saat itu.
4. Kaffārat (كفارات); Bukan hukuman pidana, tapi tebusan dosa untuk pelanggaran tertentu. Contoh:
– Melanggar sumpah
– Puasa Ramadhan yang batal karena hubungan suami istri
– Zihār
Bentuk kaffarat:
•Membebaskan budak
•Puasa
•Memberi makan orang miskin
Doa agar dijaga dari perbuatan khianat
اللّٰهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ وَأَعْمَالَنَا مِنَ الظُّلْمِ
“Ya Allah, sucikan hati kami dari khianat dan perbuatan kami dari kezaliman”.

