Perang dagang AS vs Huawei dan Perang Jaman Rosul

11 Juni 2019 | Dibaca : 19x | Oleh : Bilal M. Ramdan
Perang dagang AS vs Huawei dan Perang Jaman Rosul

Perang dagang adalah konflik ekonomi yang terjadi ketika suatu negara memberlakukan atau meningkatkan tarif atau hambatan perdagangan lainnya sebagai balasan terhadap hambatan perdagangan yang ditetapkan oleh pihak yang lain. Seperti yang kita ketahui, akhir – akhir ini yang sedang booming adalah adanya perang dagang atau perang diplomasi antara Huawei (Tiongkok) dan juga Donald Trump (Amerika). Perang dangang yang terjadi di akhir tahun 2018 dan masih berlanjut hingga 2019 ini menjadi trending atau hal yang sangat viral.

Bukan karena adanya perseteruan antar suatu Brand, tetapi lebih ke perang antar negara secara bias. Kenapa dikatakan bias atau tidak terlihat, karena efek yang terjadi bukannya kehancuran dalam hal fisik, tetapi kehancuran sebuah ekonomi dalam sebuah negara kalah perang dalam perang secara diplomasi. Efek perang diplomasi ini menjulur pada negara-negara “sekutu” dari salah satu negara, salah satunya adalah negara Taiwan, Korea Selatan, Singapura dan Jepang. Lalu bagaimana dengan negara kita, Indonesia?? Efek jangka pendek bagi Indonesia belum terasa, tetapi secara tidak langsung Indonesia pun terkena dari efek perang dagang antara Tiongkok dan Amerika. Salah satu efek nya adalah penurunnanya Neraca perdangan negara kita.

Perang dagang merupakan perang masa kini, dimana saling menjatuhkan suatu negara dengan negara lain melalui penambahan pajak barang-barang dari negara perang ke negara perang lainnya. Apakah pada jaman Rasul pernah ada namanya perang dagang?? Seperti banyak artikel yang saya baca, penulis belum pernah menemukan perang dagang di masa Rasul. Tetapi yang dinamakan perang itu sesuatu yang merugikan satu pihak atau lebih.

Perang yang pernah terjadi di masa Rasul adalah perang dalam menyebarkan Agama Islam. Perang pertama umat islam pada masa itu adalah perang badar, atau pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624). Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.  

Islam tidak mengajarkan perang, tetapi alasan konkrit kenapa perang bisa terjadi adalah karena tidak ditemukannya kesepakatan perdamaian dengan bangsa arab tak kala itu. Jika Rasulullah SAW. memilih diam, maka perang saudara yang mencengkeram Arabi tidak akan berakhir. Apalagi jika Rasulullah SAW. memilih diam dan mundur, maka bangsa Arab akan kembali melakukan agresi terhadap kaum Muslimin. Lagi-lagi peperangan tidak akan berakhir.

Tentu saja Rasulullah SAW. tidak lupa mengajarkan etika dalam berperang. Sesuai dengan ajaran dalam Islam, tidak dibolehkan menyerang kaum wanita, anak-anak, dan kaum lansia. Jangankan mereka, pepohonan dan bangunan-bangunan pun dilarang untuk dihancurkan. Termasuk bangunan-bangunan agama lain juga masuk dalam hal-hal yang dilarang untuk dihancurkan.

Kembali lagi ke perang dagang, perang kali ini memang tidak akan adanya luka fisik pada tentara perang, namun perang dagang tetap akan melukai satu negara. Jauh berbeda dengan perang masa lalu di jaman Rasul, yang berperang demi Agama Islam, perang dagang lebih menjurus kepada perang demi “KesuperPoweran” sebuah negara. Subhanallah..

 

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Al Ma’soem – An Islamic Based School
2 Maret 2016
In the beginning of the establishment of Yayasan Al Ma’soem Bandung, founder and owner of PT. Al Ma’soem Group, H. Ma’soem had a basic concept of ...
Gebyar Anak Muslim - Tanamkan Nilai Islami
6 Juni 2016
SD Al Ma’soem Bandung kembali menggelar Muslim Day – Gebyar Anak Muslim pada Jum’at (3/6) lalu. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap semester ini ...
Friday Extracurricular Activities for Students
20 Juli 2018
You may have heard that extracurricular is an important part of your school life. You've probably been bombarded with stories about how some of the high ...
Zahra Kembali Sabet Juara di Kejuaraan Renang Tingkat Jabar
1 Oktober 2018
Lagi siswa SMA Al Ma’soem yang kembali mengharumkan nama sekolah dengan menjuarai kejuaraan tingkat Jawa Barat, Zahra Zahra Putri Utami (17) siswa SMA Al ...
Siswa Al Ma’soem sambut Ramadhan dengan Sanlat dan Karantina Tahfidz
6 Juni 2017
Jatinangor – Yayasan Al Ma’soem Bandung kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Ramadhan in Campus – RIC (Pesantren Kilat) dan Karantina ...
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top