Penyakit dalam Kaca Mata Islam

18 Desember 2020 | Dibaca : 170x | Oleh : Mohamad Ramdan
Penyakit dalam Kaca Mata Islam

Almasoem.sch.id,- Kita selaku manusia tidak selamanya diberi kesehatan oleh Allah subhanahu wa ta'ala orang yang paling dekat dengan Allah atau Baginda nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pun pernah merasakan sakit, bahkan nabi-nabi pun pernah merasakan sakit setiap orang entah itu yang berkelakuan baik ataupun buruk juga pasti pernah merasakan sakit tentu saja sakit yang orang yang beriman tidak sama dengan sakitnya orang yang tidak beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala.


Rosul pernah memberitahukan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya hal tersebut terangkai dalam hadis riwayat Bukhari dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda setiap penyakit pasti ada obatnya membeli obat obat sesuai dengan penyakitnya itu termasuk ikhtiar namun tetap kita jangan sampai lupa bahwa semua penyakit itu dari Allah subhanahu wa ta'ala. maka dia akan sembuh juga dengan izin Allah subhanahu wa ta'alataala dalam Quran Surat Fussilat Ayat 44 di jelaskan :

وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ

وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ

Arab-Latin: Walau ja'alnāhu qur`ānan a'jamiyyal laqālụ lau lā fuṣṣilat āyātuh, a a'jamiyyuw wa 'arabiyy, qul huwa lillażīna āmanụ hudaw wa syifā`, wallażīna lā yu`minụna fī āżānihim waqruw wa huwa 'alaihim 'amā, ulā`ika yunādauna mim makānim ba'īd

Terjemah Arti: Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh".

Imam qurthubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa dalam ayat tadi ada dua pendapat ulama tentang Al Quran sebagai penyembuh yang pertama adalah ulama yang berpendapat Al Quran menyembuhkan hati dan kebodohan dan Islam sebagaimana yang dialami oleh sayyidina Umar bin Khattab sebelum masuk Islam Umar bin Khattab yang gagah perkasa yang melawan Islam dengan sangat keras pada saat itu hatinya luluh dan masuk Islam karena hanya dengan mendengar ayat-ayat suci Al Quran.

Al Quran menyembuhkan penyakit jasmani dengan cara membaca ayat-ayat Syifa atau sejenisnya maksud dari seorang menjadikan Al Quran sebagai obat yang pertama dan utama adalah dengan tidak meyakinkan Al Quran sebagai pengobatan alternatif sebagaimana firman Allah dalam surat al-furqon ayat 30


وَقَالَ الرَّسُوۡلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوۡمِى اتَّخَذُوۡا هٰذَا الۡقُرۡاٰنَ مَهۡجُوۡرًا


Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan."

Dalam tafsirnya menafsirkan atau yang artinya jika seorang muslim tidak menjadikan Al Quran sebagai obat maka dia termasuk bagian orang-orang yang sangat meremehkan Al Quran

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan abu umar umamah al bahili Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : jika ada hamba yang beriman sakit, Allah memberikan wahyu kepada malaikat nya sebagaimana yang ia kerjakan saat sehat dan sejahtera. ketika seseorang sakit Allah mengutus 4 malaikat terlebih dahulu untuk mendatangi hamba yang sakit tersebut

dimana malaikat pertama datang untuk mengambil kekuatan tubuhnya yang menjadikan nya lemas, kemudian salah satu malaikat di utus untuk mengambil hawa nafsunya dimana dia akan merasa enek dan tidak enak ketika makan, malaikat ke tiga di utus untuk mengambil "nur" atau cahaya wajahnya sehingga menjadikannya menjadi Pucat dan malaikat terakhir dia di utus untuk mengambil dosa dosa dari orang tersebut.

dan ketika dia kembali sembuh Allah mengembalikan semuanya kecuali dosa dosa kita subhanallah maka ketika kita terserang sakit adalah berfikirlahs ecara positif karena itu adalah sebagai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat

Oleh karena itu, sebagai seorang mukmin, sikap kita ketika sakit adalah: 
1. Bersabar atas penyakit
2. Meyakini bahwa sakitnya itu adalah kehendak Alloh SWT
3. Berikhtiar secara lahir dan batin untuk sembuh kembali.
 

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Ketika Bimbel Merejalela siapa yang harus disalahkan?
27 Agustus 2019
Pagi yang indah, mari kita sedikit membaca koran online di Kompasiana.com membaca berita yang sudah beberapa hari lalu beredar secara online di situs tersebut. ...
Siswa SD Al Ma'soem Tryout Persiapan Hadapi Olimpiade Eksperimen Sains 2017
6 September 2017
Para peserta didik Sekolah Dasar (SD) Al Ma’soem kelas 3 hingga kelas 6, Selasa (5/9) kemarin mengikuti ujian Tryout Olimpiade Eksperimen Sains yang ...
Ketika PR (tugas rumah) dijadikan BEBAN
28 Agustus 2019
Masa sekolah merupakan salah satu masa yang indah bagi sebagian siswa. Masa dimana pelajaran menjadi menu setiap hari. Masa dimana bisa berkumpul dengan kawan, ...
Seni Budaya salah satu Program Unggulan SD Al Ma'soem
6 Agustus 2020
Almasoem.sch.id,- Sekolah swasta memiliki beberapa keunggulan di bandingkan sekolah negeri, seperti program program kreativitas siswa yang lebih banyak, ...
Potret Wisudawan dan wisudawati 2019/2020
19 Juli 2019
                Sebuah Potret akan menjadi kenangan. Tidak sama seperti jaman dulu, ...

Informasi Pendaftaran

png
Dr Tonton
Doktor Wisuda
SMP SMA
sd
tk
online
masoem TV
yt psam
YT ALM

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang

Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 

+6281122700227

E-mail: info@masoem.com

Youtube Chanel : Ma'soem TV

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2021
All rights reserved
Scroll Top