PENTINGNYA MEMILIKI KETERAMPILAN BERBAHASA INGGRIS BAGI GURU-GURU BAHASA INGGRIS

29 Juli 2015 | Dibaca : 1424x | Oleh : Ari Nugraha
Berawal dari pengalaman mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesional Guru) tahun 2010. Tidak disangka, saya melihat kemampuan berbahasa Inggris dari guru bahasa Inggris sangat rendah. “Guru Bahasa Inggris kok nggak berani ngomong bahasa Inggris ya!”. Begitu celetuk salah seorang peserta peserta PLPG kepada temannya. Terlihat sekali ketika tugas-tugas presentasi yang diberikan oleh dosen-dosen. Dari setiap kelompok yang tampil ke depan, orangnya itu-itu lagi, yaitu “genius man” dari setiap kelompok. Diperkirakan dari 40 orang peserta, lebih kurang 10 orang yang benar-benar memiliki rasa percaya diri berbahasa Inggris di depan kelas, lalu sisanya mungkin malu dengan bahasa Inggrisnya dan tidak percaya diri. Mengutip kata pengantar dari Buku Guru Bahasa Inggris Kurikulum 2013 pada halaman iv,  menekankan bahwa pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan, kemampuan berbahasa Inggris yang dituntut dibentuk melalui pembalajaran berkelanjutan dimulai dengan meningkatkan kompetensi pengetahuan tentang jenis, kaidah dan konteks suatu teks dilanjutkan dengan kompetensi ketrampilan menyajikan suatu teks tulis dan lisan baik terencana maupun spontan dengan pelafalan dan intonasi yang tepat dan bermuara pada pembentukan sikap kesantunan berbahasa. Begitu besarnya tuntutan, harapan, dan tanggung jawab yang dibebankan kepada Guru Bahasa Inggris di SMP maupun SMA. Guru Bahasa Inggris harus benar-benar memiliki kompetensi sikap yang diajarkan kepada anak didiknya; Lihat KI 2; Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, percaya diri,  dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Inilah sikap yang wajib dimiliki oleh seorang guru. Bila guru menunjukkan sikap tidak disiplin, misalnya datang mengajar terlambat, akan jadi apa anak didiknya?  Bila ucapan guru tidak sesuai dengan perbuatannya sendiri, akan jadi apa anak didiknya ? Bisa diperkirakan anak didiknya nanti jadi orang yang tidak jujur. Lalu bagaimana bila guru tidak percaya diri berbahasa Inggris?  Mungkinkah anak didiknya bisa berbahasa Inggris ? Tentu anak didiknya jauh lebih tidak percaya diri lagi daripada gurunya.   Guru juga dituntut untuk banyak membaca dan terus belajar, jangan sampai guru ketinggalan informasi terkini, lihat KI 3. Banyak anak masa kini yang sudah mengenal Face Book, Twitter, BBM, Whatsapp, Internet Games, E-Mail dan lain-lain. Sementara gurunya masih banyak yang gagap, tidak mengerti bagaimana caranya mengoperasikan komputer. Sayang sekali jika seorang guru tidak memahami teknologi informasi.  Padahal banyak sekali media pembalajaran yang bisa diambil di dunia maya. Akan sangat menarik bagi siswa jika guru memberikan variasi mengajarnya dengan menggunakan media power point, video dari youtube dalam bentuk english conversation, grammar dan cerita dalam bentuk narrative, procedure, history, peristiwa-peristiwa terkini dan gambar-gambar yang bisa kita peroleh dari internet, atau bisa juga mampir pada situs-situs pembelajaran Bahasa Inggris seperti Flocabulary, ELC dan masih banyak lagi yang lainnya. Guru bahasa Inggris sudah seharusnya terampil berbahasa Inggris. Ironis bila guru bahasa Inggris menghindar ketika diajak berbahasa Inggris oleh guru Bahasa Inggris dari sekolah lain. Bisa kita lihat ketika MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), mereka lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Sudah ada upaya pimpinan MGMP untuk menggiring para guru berbahasa Inggris, tapi sayang mereka kembali lagi kepada kebiasaannya. Pelatihan seperti apa lagi yang harus diikuti oleh guru bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuannya berbahasa Inggris ? Akan lebih bermakna jika MGMP diisi juga dengan meningkatkan ketrampilan berbahasa Inggris selain mempelajari teknik mengajar dan meningkatkan kinerja guru. Pada Buku Guru bagian Petunjuk Pengarah Bahasa Inggris halaman 31 Kurikulum 2013 jelas dikatakan bahwa Guru sebagai Model. Bagi peserta didik guru adalah “Model” pengguna Bahasa Inggris, lisan dan tulisan. Oleh karena itu, guru harus berupaya menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar. Jadi, jelas guru harus menjadi model pengguna Bahasa Ingggris bagi siswanya. Profesionalisme sebagai guru bahasa Inggris harus dimiliki, harus menjadi bagian dari jiwa kita, apalagi guru yang sudah memiliki Sertifikat Guru Profesional. Ada lima kiat yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris: Pertama, mulai dari diri sendiri memiliki niat untuk selalu berbahasa Inggris dengan teman-teman seprofesi, biasakan mengirim SMS, Face Book, BBM pakai bahasa Inggris. Kedua, buatlah kelompok komunitas guru-guru yang memiliki minat untuk berbahasa Inggris secara rutin,seperti yang telah dilakukan di SD, SMP, SMA, Pesantren, AMIK dan STIBANK Al Ma’soem. Tidak perlu segan bila salah berbahasa Inggris. Bila ada kesempatan undang native speaker yang tidak sulit kita temukan di perkotaan. Ketiga, selalu tingkatkan kwalitas mengajar dengan mengunduh bahan mengajar atau menggunakan situs-situs Pelajaran Bahasa Inggris di Internet. Keempat, kumpulkan siswa terbaik di sekolah Anda, bimbing mereka untuk menjadi juara-juara Speech Contest, Story Telling, Debates, News Reading dan ajaklah mereka berdiskusi tentang bahan-bahan yang akan dilombakan dengan menggunakan bahasa Inggris. Kelima, bernyanyilah bersama rekan kerja atau siswa dengan lagu-lagu bahasa Inggris dengan liriknya yang mudah kita dapatkan di youtube. Dengan membimbing mereka, guru akan semakin terasah dan memperoleh kekayaan ekspresi-ekspresi, kosa kata dan semakin fasih berbahasa Inggris. InsyaAllah. Selamat mencoba. Ditulis oleh. f Drs. Muhammad Ridwan Staf pengajar Bahasa Inggris SMP Al Ma’soem Jatinangor Sumedang.      
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

LGBT DALAM KACAMATA ISLAM
3 Agustus 2015
Anda tahu LGBT ? LGBT  singkatan dari lesbian, gay, bisexual dan transgender. Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya ...
MENGUASAI ILMU TAJWID
15 Mei 2015
MENGUASAI TAJWID By Moch.Hamdani, S.Ag وَالْاَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حَتْمٌ لاَزِمٌ # مَنْ لَمْ ...
Tim Biologi SMA Al Ma'soem Juara Harapan Olimpiade Biologi Tingkat Regional
6 Februari 2018
Tiga orang peserta didik SMA Al Ma’soem yang tergabung dalam tim Biologi meraih Juara Harapan pada acara Collaboration Olympiad Science and Math in ...
"Teknologi Informasi untuk Mendorong Keunggulan Bersaing Lembaga Pendidikan"
7 April 2015
Pupuh lia muliawati Era baru dalam dunia pendidikan, yaitu diperkenalkannya reformasi pendidikan yang berkaitan erat dengan sistem informasi yang dibutuhkan ...
Al Ma'soem Padukan Pendidikan Sains & Nilai Keislaman
11 Januari 2018
“Yayasan Al Ma’soem Bandung merupakan lembaga pendidikan yang mengedepankan konsep Taksonomi Bloom, yakni Kognitif (kecerdasan), Afektif (sikap) ...
Banner Pendaftaran
Gel Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 0811224337
E-mail: info@masoem.com

 

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2018
All rights reserved
Scroll Top