Pengaruh Kehadiran Sesorang Terhadap Lingkungannya (Sebuah Tinjauan singkat)

3 September 2015 | Dibaca : 735x | Oleh : Ari Nugraha

Manusia sebagai makluk sosial saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.  Pengaruh dari interaksi ini kadang membawa kebaikan  kadang juga berdampak buruk pada orang disekitarnya. Kadang terpikirkan, bagaimana kondisi diri ini dan sejauh apa berpengaruh pada lingkungan? Kalau pengaruh yang baik mungkin menyenangkan tapi kalau tanpa sadar kehadiran diri membawa pengaruh buruk untuk sekitar alangkah ruginya hidup ini.

 

Tulisan ini berangkat dari ketertarikan  pada postingan Esthi Susanti Hudiono di media facebook beberapa bulan yang lalu berjudul “Aura Vampir atau Dalai Lama?”. Dalam tulisan tersebut, secara umum Esthi mengungkapkan adanya orang yang membuat kita merasa nyaman ketika bertemu atau hanya ketika melihatnya, tapi ada juga orang yang membuat kita merasa terpuruk hanya setelah bercakap-cakap dengan mereka. Menurut Esthi hal ini disebabkan karna aura atau yang lebih dikenal dengan energi yang dimiliki dan dibawa oleh orang tersebut.

 

Menurut beberapa sumber di “Google”, Aura merupakan sebuah energi daya tarik yang berada dalam diri manusia, sehingga aura ini bagaikan medan elektromagnetik yang mengelilingi tubuh manusia (Human Energy Field, HEF) untuk menarik setiap energi yang ada disekitarnya, seperti magnet yang menarik besi. Jadi menurut Esthi, orang yang memiliki “aura vampir” (dalam hal ini lebih dikenal sebagai energi negatif), ini mampu menyedot energi  orang-orang disekitarnya.

 

Orang yang memiliki aura negatif ini sering kali tidak menyadari namun efeknya mampu dirasakan  oleh orang disekitarnya. Orang yang memiliki aura negatif   memiliki ciri mudah meledak amarahnya hanya dengan persoalan sepele, cenderung sibuk dengan energi negatifnya ketika berbicara dengan orang lain. Biasanya orang ini belum menyelesaikan banyak urusan/masalah di masa lalunya. Karena itu ketika dia hadir saat ini dia membawa beban itu dan sibuk dengan bebannya sendiri sehingga saat berinteraksi dengan sekelilingnya justru menimbulkan masalah baru.

 

Energi yang terpancar pada diri sesorang sangat dipengaruhi oleh kondisi spiritualnya, pola pikir dan gaya hidupnya. Menurut Esthi, orang yang terampil melakukan detoks jiwa dan spirit lah yang akan memiliki aura positif yang mampu mengangkat jiwanya atau mengeluarkan hal-hal terbaik dari dirinya. Tapi yang paling baik adalah menjadi orang yang mampu  mengeluarkan hal-hal terbaik dari diri orang lain.

 

Menurut sumber di “Google” Energi positif bisa didapat dan diperkuat dengan:

  • Menjalani gaya hidup sehat dan mengkonsumsi makanan yang baik dan sehat
  • Berpikir positif tidak mudah berprasangka buruk
  • Selalu menambah wawasan pengetahuan
  • Gaya bicara yang sopan, perlahan dan jelas
  • Menghilangkan penyakit hati seperti dendam, iri dengki dan benci
  • Dan yang paling penting adalah menjadi sebaik-baik diri kita sendiri.

 

Di akhir tulisannya, Esthi menegaskan bahwa orang-orang di sekeliling kita bisa mempengaruhi produktifitas, karena itu bersamalah dengan orang-orang yang mampu mengeluarkan hal-hal terbaik dari dalam diri dan menghindari orang-orang yang membuat kita stress.

 

Dari tinjauan ini  ada dua hal penting yang dapat digaris bawahi:

  1. Kondisi seseorang secara keseluruhan yang menyangkut pola pikirnya, gaya hidupnya, sikap, dan kondisi emosionalnya akan  mempengaruhi orang-orang disekitarnya baik disadari atau tidak.
  2. Pentingnya memilih lingkungan dan teman yang baik karena hal ini akan berimbas pada produktifitas dalam kehidupan kita cepat atau lambat, sekarang atau nanti.

 

Mengutip pernyataan seorang pakar agama di Bandung, Aam Aminuddin, “ Menjauh dari seseorang tidak selalu merupakan wujud dari memutuskan silaturahmi. Menghindar untuk kebaikan lebih baik dari seringnya bertemu yang menghasilkan kemudlaratan”. Kalau dihubungkan dengan tulisan ini, hal ini mengindikasi pentingnya memilih teman yang baik dan menghindari teman yang perperilaku buruk. Ada sebuah ungkapan yang cukup populer “Kalau ingin melihat siapa orang tersebut, lihatlah siapa temannya”.


Tapi walau pun begitu, semua orang disekitar kita memiliki arti tersendiri dan kehadiran mereka tidak sia-sia dalam kehidupan ini, seperti kutipan motivasi berikut ini: “Never blame anyone in your life. Good people give you happiness. Bad people give you experience. Worst people give you a lesson and Best people give you memories” (QuotesGate, www.quotesgate.com. )

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Dua Siswa SMP Al Ma’soem Juara Menyanyi Tingkat Provinsi
29 Maret 2018
Siswa SMP Al Ma’soem kembali ukir prestasi yag baik dalam perlombaan Menyanyi tingkat provinsi Jaw Barat 2018 yang diselenggarakan oleh  Sekolah ...
Workshop Staff Pengajar SMP Al Ma’soem
2 Maret 2016
Dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi para peserta didiknya serta peningkatan mutu tenaga pengajar, SMP Al Ma’soem menggelar seminar ...
Jajaran Dikti Al Ma’soem Tinjau Lokasi KKN Mahasiswa di Rancabali
31 Juli 2018
JATINANGOR – Direktur Pendidikan Yayasan Al Ma’soem Bandung, Drs. Asep Sujana, M.M., bersama Direktur STKOM Al Ma’soem, Ir. H. Tonton Taufik ...
Siswa SMA Raih Juara II & III di UMB Cup Merpati Putih
7 Februari 2017
Para peserta didik SMA Al Ma’soem yang tergabung dalam ekstrakurikuler olahraga bela diri Pencak Silat Merpati Putih, baru-baru ini meraih prestasi ...
Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di Al Ma'soem
23 November 2015
Jatinangor, Senin (23/11) – Dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember nanti, Yayasan Pendidikan Al Ma’soem mendapatkan ...
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

 

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top