Pemaksaan Pemahaman dan Peminatan

31 Maret 2016 | Dibaca : 451x | Oleh : Bambang Irawan
IMG_7230 new (Large) Dalam kapasitas sebagai seorang Guru, kita menyadari bahwa kemampuan dan tingkat kecerdasan siswa berbeda satu dengan lainnya, namun ketika guru tersebut menjalankan proses mengajarnya, kondisi seperti ini terkadang di lupakan oleh Guru, sehinggga menuntut hasil yang sama pada semua siswa . Dampaknya jika ada siswa yang tidak mampu menjawab atau mengerjkan soal yang di buat Guru tersebut, siswa terpaksa diberi sangsi, dan kadang pula memberi "cap" mereka bodoh. Tindakan yang dianggap "memaksa" tersebut membentuk sikap guru mengelompokkan mereka pada kelompok yang memiliki kemampuan yang diharapkan guru dan kelompok lain yang masuk pada kelompok yang tidak sesuai harapan guru, hal itu bukan mustahil membuat tindakàn guru menganakemaskan mereka. Hal lain ketika kita memandang tingkat kecerdasan siswa, seumpama Si X memiliki kemampuan bagus dalam bidang Bahasa dan IPA, sementara Si Y, memilki kemampuan lebih dalam bidang Seni dan Olah Raga, tugas kita sebagai seorang Guru adalah membimbing mereka yang menyukai satu bidang untuk berprestasi pada bidang itu tidak "memaksa" untuk berprestasi pada bidang yang sebenarnya tidak mereka sukai. Kondisi di lapangan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah di Republik ini, menggiring para guru untuk melakukan hal tersebut, bahkan dipersempit dengan cukup melihat salah satu sisi dimeñsi kemampuan yaitu tingkat kecerdasannya saja, lupa melatih siswa untuk bersikap positif dan mampu mengembangkan "mind set" sehingga dengan nalarnya bisa melakukan proses pemecahan masalah. Bentuk soal pilihan ganda dengan jawaban tertutup semakin mendorong membentuk sikap guru yang megarah pada satu dimensi kecerdasan ini. Dampak psikologis jika siswa mendapat tekanan belajar pada aspek yang tidak disukai adalah kejenuhan dalam belajar dan kehilangan semangat belajar dan kemampuan anak pun semakin menurun, bukan yang tidak mungkin mereka mendekatkan diri pada hal yang tidak sesuai dengan kaidah pendidikan. Salah satu upayanya adalah pengembangan program pendidikan dengan konsep Peminatan, yaitu siswa diberi kesempatan keluar dan pindah kelas selama 4 (empat) jam dalam seminggu untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran pada bidang yang benar-benar mereka sukai. Beberapa kegiatan seperti bidang : budaya, bahasa, olah raga, seni, matematika, kimia, biologi, fisika, poilitik, antropologi, sejarah, ditawarkan pada siswa untuk mereka ikuti, hal ini diharapkan akan menyegarkan kembali pola pikir mereka yang sebelumnya sudah mendapatkan tekanan. Program ini sepintas tidak ada bedanya dengan ekstra kurikuler, peminatan dan ekatra kurikuler sangat berbeda, karena program peminatan pesertanya terseleksi sedang ekstra kurikuler lebih terbuka.   Penulis; Asep Sujana Drs. MM Guru dan pengelola di Yayasan Al Masoem Bandung
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Sekolah Islam di Bandung
30 Maret 2015
Oleh: Ir. Tonton Taufik, MBA Sekolah Islam di Bandung – Memilih sebuah sekolah yang memiliki latar belakang religius serta spiritual yang tepat merupakan ...
Kirana Juara III Taekwondo Tingkat Provinsi
28 Agustus 2018
Bertambah lagi pundi-pundi prestasi yang diraih oleh para peserta didik yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler Taekwondo, kali ini adalah Kirana ...
Penelitian Siswa SMP Al Ma'soem dapatkan Beasiswa dari Kemendikbud
25 Oktober 2017
Jatinangor – 5 siswa SMP Al Ma’soem Bandung berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan setelah berhasil ...
101 Siswa Kelas VI SD Al Ma’soem Ikuti UN 2018
3 Mei 2018
SD Al Ma’soem mulai melangsungkan Ujian Nasional bagi peserta didik kelas VI hari ini Kamis, 3 Mei 2018. Sekitar 101 peserta didik mengikuti Ujian ...
Beasiswa Kriteria Akhlak 2018/2019 Diberikan Kepada 29 Orang Peserta Didik SMA Al Ma’soem
21 Januari 2019
Di awal semester genap 2018/2019 ini Beasiswa Kriteria Akhlak kembali diberikan kepada para pserta didik SMA Al Ma’soem. Sebanyak 29 orang peserta didik ...
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

 

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top