Moto SMP-SMA Al Ma’soem Jatinangor : Cageur, Bageur, Pinter

11 Maret 2015 | Dibaca : 884x | Oleh : admiral
Oleh : Asep Sujana Dalam ilmu kependidikan sasaran penyelenggaraan pendidikan adalah terjadinya perubahan pada diri peserta didik, ada tiga target perubahan yang diharapkan dari proses belajar mengajar yaitu Kognitif (kecerdasan), Afektif (sikap) dan Psikomotor (keterampilan), oleh Kalangan lembaga penyelenggaran pendidikan, target tersebut di namakan Taksonomi Bloom, sesuai dengan nama penemu dari konsep ini. Beberapa praktisi dan pemerhati budaya sunda sering mengungkapkan bahwa pewarisan generasi hendaknya melahirkan  generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Sepintas hal ini lebih melebar dari Taksonomi Bloom karena bukan hanya mendidik generasi yang cerdas, berprilaku baik dan berketampilan, tetapi juga didalamnya mengharapkan generasi yang jujur dan rajin serta  cekatan, melalui kata bener dan singer. Pandangan lain penulis mengutip penyataan H. Nanang Iskandar Ma’soem Ketua Yayasan Pendidikan Al Ma’soem yang menyatakan bahwa sasaran pendidikan  adalah membentuk  generasi yang Cageur, Bageur dan Pinter. Sasaran tersebut bukan hanya menjadi target proses pembelajaran tetapi juga dijadikan moto di Yayasan Pendidikan yang dipimpinnya ,yang  terdiri dari pendidikan TK,SD, SMP, SMA,  Akademi serta Pesantren Siswa Al Ma’soem. Dalam pandangan beliau tidak adanya kata bener dan singer, karena  sebetulnya sudah include dengan kata yang lain, seperti Bener  sudah terangkum dalam kata Bageur Karena siswa yang bageur pasti berprilaku bener,  sedangkan singer  terangkum dalam kata pada kata Bageur dan Pinter karena siswa yang rajin dan cekatan adalah siswa yang berprilaku baik dan memiliki kecerdasan yang tinggi dalam penyelesaian masalah dan antisipatif menghindari timbulnya masalah. Elaborasi konsep Cageur dalam konsep pendidikan di Al Masoem adalah siswa  dibina untuk menjadi generasi yang sehat secara jasmani dan rohani, sehingga aplikasinya proses pembelajaran pendidikan jasmani lebih ditekankan pada praktek bukan teorinya, memberikan reward tertentu pada siswa yang berangkat ke sekolah bersepeda, mengawasi dengan ketat puluhan kantin yang ada dan membuat MoU dengan mereka untuk tidak menjual dagangan yang menggunakan pewarna bukan untuk makanan dan makanan menggunakan pengawet, melakukan pembinaan berkesinambungan melalui konsep Konvergensi Perilaku Model Al Ma’soem dan Diseminasi  massal setiap 2 (dua) minggu, didalamnya termasuk pembinaan kesehatan jasmani dan rohani. Sementara Bageur dimaksudkan, bahwa proses pendidikan haruslah mengarah pada terbentuknya siswa berakhlaqul karimah, sebagian besar orang tua menitipkan anaknya pada lembaga pendidikan yang Full Day dan berasrama hakekatnya, menginginkan agar putera/puterinya terbebas dari pengaruh lingkungan yang kurang baik khususnya menyangkut sikap dalam pergaulan sehari-hari. Berbagai metoda aplikatif diterapkan untuk mendukung kearah ini, diantaranya dengan penegakkan disiplin yang ketat dan tanpa pandang bulu untuk seluruh partisipan termasuk guru dengan menggunakan sistem point, pembinaan melalui kegiatan ekstra kurikuler yang bervariatif, pemberian beasiswa dengan dasar kriteria ahlaq, pengembangan konsep otonomi wali kelas , diantaranya memberikan reward khusus dalam bentuk insentif pada wali kelas yang mampu menahan siswa untuk taat pada aturan dan tidak kena sanksi point, sanksi tegas (100 Point langsung dikembalikan pada orangtuanya) untuk para pelaku pelangggaran Nyontek, pemukul pertama pada perkelahian, keluar kampus dalam kondisi berseragam di jam sekolah, Narkotika, Asusila dan Tindak pidanya lainnya. Pinter dalam pandangan masyarakat umum adalah target utama proses pendidikan, sehingga sasaran terbentuknya siswa yang berinlektual tinggi menjadi bagian pendidikan yang sangat memerlukan perhatian khusus, diantaranya melalui pemilihan guru yang kompeten, penggunaan metoda yang relevan dan mudah dipahami, penyediaan sarana yang mendukung kelancaran, seperti teknologi Informasi, multi media, laboratorium dan perpustakaan. Aplikasi lain,dihindari adanya jam kosong karena ketidakhadiran guru, sehingga disiapkan guru pengganti dan pengembangan konsep otonomi wali kelas , seperti  memberikan reward khusus berupa insetif untuk  wali kelas yang mampu mengantar siswa masuk perguruan tinggi negeri, memiliki nilai tertinggi dalam UN dan bisa mendorong siswanya menjadi juara dalam kompetisi bidang akademis.   Asep Sujana, Guru dan Pengelola Yayasan Pendidikan Al Ma’soem Bandung asep sujana    
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

SMA Al Ma’soem Selenggarakan UNBK 2018
9 April 2018
Jatinanangor – Para peserta didik SMA Al Ma’soem Bandung pada Senin (9/4) menghadapi hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. ...
Juara 1 Festival Marawis MESSA 2015
14 Mei 2015
Ini adalah foto sang juara festival marawis 2015 yang diselenggarakan pada rangkaian kegiatan MESSA (Multi Event in Science, Sport, and Art) ...
Siswa SMA Al Ma'soem Juara I Festival Akulturasi Kuliner Nusantara
8 November 2017
Para peserta didik SMA Al Ma’soem kembali menorehkan prestasi yang impresif dengan meraih Juara I pada Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) Tingkat ...
Mahasiswa ITB Belajar Entrepreneurship di Al Ma'soem
27 November 2017
Sekitar 150 orang alumni muda, termasuk para mahasiswa tingkat akhir Institute Teknologi Bandung (ITB) melakukan kunjungan ke Yayasan Al Ma’soem Bandung ...
SEKOLAH SWASTA UNGGULAN DI BANDUNG YANG MEMBENTUK SISWA CERDAS DALAM MENGGUNAKAN GADGET
13 Maret 2015
Oleh: Vesti Nadari Artisti, S.Psi Gadget merupakan instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih ...
Meredeka tau mati
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top