Aktivitas Siswa Di Sekolah Dan Pesantren (3)

Metode Pembelajaran untuk Meningkatkan keterampilan sosial siswa

Keterampilan sosial menurut para ahli :

Menurut Riggio (1986) Keterampilan sosial adalah kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal termasuk ekspresivitas, sensitivitas dan kontrol. Ekspresivitas mengacu pada keterampilan berkomunikasi atau mengirim pesan kepada orang lain.

Menurut Susanto (2011) keterampilan sosial adalah kecakapan dalam penyesuaian yang memungkinkan anak dapat bergaul dengan teman-temannya. 

Sedangkan menurut Gunarsa (2007) mengartikan bahwa keterampilan sosial adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri melalui bergaul dengan orang lain.

Menurut Hargie (1998:1) memberikan pengertian keterampilan sosial sebagai kemampuan individu untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu, dimana keterampilan ini merupakan perilaku yang dipelajari. 

Menurut Suardi (1979:56) keterampilan sosial adalah suatu kemahiran dalam bergaul dengan orang lain. Sementara itu, Surya (1988:4-5) menyatakan bahwa keterampilan sosial adalah seperangkat perilaku tertentu yang merupakan dasar bagi tercapainya interaksi sosial secara efektif. 

Dari 7 pengertian keterampilan sosial menurut para ahli dapat kita simpulkan bahwa keterampilan sosial merupakan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, dimana keterampilan ini merupakan perilaku yang harus dipelajari baik disekolah maupun di dunia masyarakat.

DESAN
Dewan Santri Al Masoem sebagai contoh wadah keterampilan sosial secara langsung di pesantren

Keterampilan sosial ini meliputi beberapa aspek seperti :

  • Kemampuan untuk berkomunikasi
  • Kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain
  • Kemampuan menghargai diri sendiri dan orang lain
  • Kemampuan untuk mampu mendengarkan pendapat dan keluh kesah dari orang lain
  • Kemampuan untuk memberi dan menerima umpan balik (feedback)
  • Kemampuan untuk memberi dan menerima kritik
  • Kemampuan untuk bertindak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku

Adapun faktor yang dapat mempengaruhi keterampilan sosial seperti menurut Natawidjaja, keterampilan sosial dipengaruhi oleh faktor faktor berikut :

  1. Faktor internal

Faktor internal atau faktor dari dalam merupakan faktor utama dalam keterampilan sosial. Faktor ini dimiliki setiap manusia sejak manusia itu dilahirkan. Di dalamnya termasuk kecerdasan, bakat khusus, gender, sifat dan kepribadian.

  1. Faktor eksternal

Faktor eksternal atau faktor luar merupakan faktor yang dapat mempengaruhi setelah manusia dilahirkan atau bukan faktor bawaan dari lahir. Faktor eksternal ini meliputi keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dan lingkungan circle pertemanan.

social skill indiviru

Ada berbagai macam cara untuk meningkatkan keterampilan sosial pada anak usia dini dan anak usia lanjutan, seperti dikutip dari generasi maju.co.id untuk meningkatkan kemampuan sosial anak usia 1-3 tahun adalah dengan beberapa cara seperti :

  1. Memberikan contoh yang baik kepada anak

Anak adalah copy paste dari orang tuanya, anak akan mengikuti apapun yang orang tuanya lakukan. Maka sebagai bahan percontohan anak, sudah seharusnya orang tua memberikan contoh yang baik bagi orang tuanya, selain itu juga berikan pemahaman yang mudah dimengerti anak jika memang anak melakukan tindakan yang berbahaya bagi dirinya. Dengan memberikan pengertian dan pemahaman bagi anak, anak akan belajar mengatakan yang diinginkannya tanpa tangisan.

  1. Membaca dan bernyanyi

Membaca dan bernyanyi juga merupakan tindakan yang bisa membuat emosi dan jiwa anak menjadi lebih nyaman. Orang tua bisa membacakan buku cerita yang mereka sukai yang memiliki nilai positif. Lama kelamaan anak juga akan mengerti dan akan menjadikan nilai positif dalam sebuah cerita itu sebagai bagian dari dirinya sendiri.

  1. Ajari untuk berbagi

Salah satu perkembangan sosial anak adalah ketika dia mampu untuk menahan sifat egoisnya. Jiwa sosial anak dapat terbentuk ketika dia sudah tidak merengek ketika mainan yang mereka miliki dipinjam oleh teman bermainnya. Anda juga bisa mengajarkan putra putri anda untuk memberi makanan dengan cara anda meminta untuk mencicipi makanan yang mereka punya, setelah itu coba anda diskusikan dengan anak untuk memberi kepada teman teman sebayanya.

  1. Ajak bermain ke luar

Memang tidak semua orang nyaman berada di keramaian, tapi jika anda memiliki putra dan putri berusia awal awal tahun cobalah untuk mengajaknya bermain keluar rumah, ini dapat menstimulus rasa sosialnya terhadap lingkungan luar rumah. Dengan mengajak anak ke luar ruangan juga dapat membentuk sifat yang positif bagi anak salah satunya membentuk jiwa pemberani yang tidak pernah malu jika berada di lingkungan baru.

social skill
Social skill

Mungkin seperti itulah cara menstimulasi kemampuan sosial pada anak usia dini, lantas bagaimana bagi anak tingkat SD, SMP dan SMA? Untuk tingkat ini, seharusnya guru yang sudah mulai mengajar kreatif dengan metode pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan sosial peserta didiknya. Dan berikut 4 metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan sosial peserta didik :

  1. Think – Pair –  Share

Metode pembelajaran pertama adalah metode pembelajaran Think – Pair – Share atau metode pembelajaran dengan cara menjadikan peserta didik berpasang pasangan dan kemudian dalam kelompok yang terdiri dari 2 orang tersebut diberikan pertanyaan terbuka dari guru untuk menanyakan opini siswa terhadap sebuah masalah.
Setiap kelompok diberikan waktu untuk memikirkan jawabannya, kemudian mereka akan saling berdiskusi untuk memecahkan masalah tersebut. Metode pembelajaran Think –  Pair – Share ini dapat meningkatkan kerjasama tim dan dapat meningkatkan kemampuan sosial siswa salah satunya adalah kemampuan berkomunikasi dan kemampuan dalam menjalin hubungan terhadap orang lain dalam kelompok.

  1. Scavenger Hunt

Scavenger hunt atau metode pembelajaran berburu. Istilah berburu disini bukan berburu hewan ke dalam hutan. Tapi lebih kepada metode pembelajaran dimana peserta didik diberikan kesempatan untuk mencari tahu jawaban dari guru dengan cara mencari jawaban tersebut di area sekitar sekolah.

Misalkan guru biologi memberikan pertanyaan kepada peserta didik seperti “ Saya ingin anda mencari sebuah varietas yang paling banyak dikenal di dunia. Seperti spesies lain dalam genus Fragaria, buah ini berada dalam keluarga Rosaceae. Berwarna merah dan memiliki rasa asam, adakah yang bisa mencarinya di lingkungan sekolah?” Siswa yang paham maksud dari guru biologi tersebut akan mencari buah genus Fragaria tersebut di area kebun sekolah atau di area kantin yang berjualan buah buahan atau jus. 

fragaria vesca
Fragaria Vesca merupakan strawberry liar, strawberry hutan, strawberry Alpine, strawberry Carpathian atau strawberry Eropa, adalah tanaman herba abadi dalam keluarga mawar yang tumbuh secara alami di sebagian besar belahan bumi utara, dan yang menghasilkan buah-buahan yang dapat dimakan.

Metode pembelajaran seperti ini selain dapat meningkatkan pemahaman siswa juga dapat membuat siswa untuk bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bertindak sesuai norma. Karena terkadang menggunakan metode ini, murid bisa menyempatkan diri ke kantin untuk jajan, yang dimana dalam peraturan sekolah memang melarang siswa untuk jajan di waktu belajar.

  1. Group Work

Metode pembelajaran ini sepertinya tidak usah kami bahas secara rinci. Karena pada dasarnya metode pembelajaran ini umum dilaksanakan hampir disemua sekolah, yaitu metode pembelajaran yang dimana siswa harus bisa mengatur sebuah kelompok, dimana dalam kelompok tersebut guru membagi tugas kepada masing masing anggota kelompok, seperti ada yang jadi seorang leader, secretary, note taker, presenter, time tracker dan lain sebagainya.

  1. Project Based Learning

Metode pembelajaran terakhir yang bisa dilaksanakan guru untuk meningkatkan kreatifitas dan kemampuan sosial siswa lainnya adalah PBJ atau Project Based Learning, dalam metode pembelajaran ini peserta didik akan dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana mereka membuat sebuah produk yang nantinya dapat berguna bagi masyarakat luas.

Misalkan lingkungan sekitar anda adalah lingkungan yang tidak melek akan sampah, maka peserta didik diberikan sebuah project untuk membuat sebuah tempat sampah yang mudah dipahami oleh masyarakat sekitar. Seperti tempat sampah warna hijau  untuk sampah organik dan tempat sampah warna merah untuk anorganik. Di balik tempat sampah itu juga ada keterangan apa saja sampah organik dan anorganik agar masyarakat paham betul jenis sampah apa yang mereka buang.

Fasilitas dan kegiatan siswa pesantren (50)
Kerjasama TIM merupakan salah satu bentuk Keterampilan Sosial yang dipelajari di TK hingga SMA Al Masoem

Keterampilan sosial seseorang dapat dibangun di lingkungan sekolah, maka dari itu tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri dalam membangun keterampilan sosial. Seperti di Al Masoem, peserta didik di tingkat TK diberikan pengalaman untuk bekerja sama dan berkelompok, pengalaman untuk mampu berkomunikasi tentang keluh kesah terhadap diri sendiri. Untuk tingkat SD, siswa diajarkan hal yang sama dengan tambahan kemampuan feedback dan kemampuan untuk mengikuti norma dan peraturan yang berlaku di sekolah.

Untuk tingkat SMP dan SMA siswa diajarkan semua kemampuan sosial dengan metode metode pembelajaran kreatif yang selalu diberikan guru terhadap peserta didiknya.

Di Al Masoem siswa juga tidak hanya diajarkan pengetahuan umum, tapi juga diberikan kebebasan untuk memilih ekstrakurikuler, diberikan kebebasan untuk beropini dan kebebasan untuk mengambil pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka. Memiliki guru kreatif dan memiliki metode pembelajaran yang baik juga kurikulum merdeka belajar yang sangat memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk meningkatkan pembelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya membuat siswa lulusan Al Masoem sangat kreatif dan mampu bersaing dengan lulusan sekolah lainnya.

Tidak hanya itu, pendidikan karakter dan agama menjadi salah satu bagian terpenting dalam pendidikan di masa kini, yang dapat membatasi siswa dari pengaruh budaya barat, anda tertarik dengan Al Masoem?