Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Metode Pembelajaran Konvensional mengacu pada pendekatan pembelajaran tradisional yang umum digunakan dalam kelas-kelas di sekolah. Metode ini cenderung melibatkan ceramah, pemberian tugas, dan penilaian dalam bentuk tes atau ujian. Fokus utama metode pembelajaran konvensional adalah transfer pengetahuan dari guru ke siswa melalui pendekatan yang lebih terpusat pada guru. Dimana dalam metode pembelajaran ini, guru menjadi pemegang kendali penuh dalam berjalannya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Metode pembelajaran konvensional memiliki 3 fungsi, ketiga fungsi tersebut meliputi:
Adapun tujuan utama dari metode pembelajaran konvensional dapat meliputi:
Metode pembelajaran konvensional mungkin menjadi salah satu metode pembelajaran yang umum dilaksanakan di sekolah Indonesia, karena memang mau bagaimanapun metode pembelajaran ini memang menjadi metode pembelajaran yang rutin dan bahkan memang menjadi pilihan utama para guru di setiap sekolah baik itu di sekolah swasta, negeri, pesantren dan boarding school. Selain itu metode pembelajaran ini juga merupakan satu satunya metode pembelajaran yang dirasa efektif menurut beberapa guru. Namun meskipun metode pembelajaran konvensional masih digunakan secara luas, ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan oleh guru dalam metode pembelajaran ini seperti :
Kelebihan dari metode pembelajaran konvensional meliputi :
Dibalik itu Kekurangan metode pembelajaran konvensional meliputi :
Meskipun begitu bagi orang Indonesia secara umum metode pembelajaran ini menjadi metode yang memang dirasa lumrah untuk dilaksanakan, mengingat inisiatif dari siswa Indonesia secara umum memang kurang ditambah lagi kurangnya reward dari guru untuk bisa mengapresiasi siswa yang memang memiliki inisiatif dan keberanian untuk melakukan tindakan secara mandiri. Sehingga untuk pembelajaran di Indonesia, metode pembelajaran konvensional menjadi salah satu metode pembelajaran yang memang masih harus dilaksanakan dan memang harus diterapkan di pendidikan Indonesia, tentu saja metode ini menjadi metode keseharian yang diikuti dengan metode pembelajaran lain seperti metode pembelajaran project based learning, metode pembelajaran berbasis gotong royong atau kolaboratif dan metode pembelajaran lainnya.
Dan contoh contoh metode pembelajaran konvensional diantaranya adalah :
Kami lembaga Al Ma’soem menganggap metode pembelajaran konvensional masih menjadi metode pembelajaran yang memang masih dibutuhkan oleh setiap siswa di sekolah maupun di pesantren meskipun dewasa ini pendidikan kita sudah menggunakan kurikulum merdeka belajar, karena metode pembelajaran konvensional ini akan menjadi salah satu bentuk dari pembelajaran sesungguhnya terutama untuk orang Indonesia. Untuk tingkat SD metode pembelajaran ini masih efektif tentu saja untuk tingkat sekolah menengah pertama dan atas karena menggunakan kurikulum merdeka belajar, konsep metode pembelajaran konvensional tetap dilaksanakan tapi dengan tambahan metode pembelajaran lainnya sebagai penyempurnaan untuk membentuk soft skill dan memaksimalkan minat dan bakat siswa selama di sekolah maupun di pesantren.