Kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi SMP Al Ma’soem dari BEM Fakultas Kedokteran UNPAD

Metode Pembelajaran Konvensional, Masihkan Releate dalam Kurikulum Merdeka?

Metode Pembelajaran Konvensional mengacu pada pendekatan pembelajaran tradisional yang umum digunakan dalam kelas-kelas di sekolah. Metode ini cenderung melibatkan ceramah, pemberian tugas, dan penilaian dalam bentuk tes atau ujian. Fokus utama metode pembelajaran konvensional adalah transfer pengetahuan dari guru ke siswa melalui pendekatan yang lebih terpusat pada guru. Dimana dalam metode pembelajaran ini, guru menjadi pemegang kendali penuh dalam berjalannya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Metode pembelajaran konvensional memiliki 3 fungsi, ketiga fungsi tersebut meliputi:

  1. Mendidik: Metode ini bertujuan untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa, memperkenalkan konsep, dan memberikan pemahaman dasar tentang subjek tertentu.
  2. Penilaian: Metode ini memungkinkan guru untuk mengevaluasi pemahaman siswa melalui tes atau ujian yang biasanya dilakukan setelah periode pembelajaran tertentu.
  3. Kontrol dan Disiplin: Metode ini juga memiliki fungsi untuk menjaga keteraturan dan kedisiplinan dalam kelas dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh guru.

Adapun tujuan utama dari metode pembelajaran konvensional dapat meliputi:

  1. Transfer Pengetahuan: Mentransfer pengetahuan dan informasi dari guru ke siswa melalui ceramah dan pemberian materi pembelajaran.
  2. Pemahaman Dasar: Membantu siswa memahami konsep-konsep dasar yang terkait dengan subjek pembelajaran.
  3. Penilaian: Menilai pemahaman siswa terhadap materi pelajaran melalui tes atau ujian.
  4. Persiapan Ujian: Mempersiapkan siswa untuk menghadapi ujian atau tes yang akan dilakukan.

Metode pembelajaran konvensional mungkin menjadi salah satu metode pembelajaran yang umum dilaksanakan di sekolah Indonesia, karena memang mau bagaimanapun metode pembelajaran ini memang menjadi metode pembelajaran yang rutin dan bahkan memang menjadi pilihan utama para guru di setiap sekolah baik itu di sekolah swasta, negeri, pesantren dan boarding school. Selain itu metode pembelajaran ini juga merupakan satu satunya metode pembelajaran yang dirasa efektif menurut beberapa guru. Namun meskipun metode pembelajaran konvensional masih digunakan secara luas, ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan oleh guru dalam metode pembelajaran ini seperti :

Kelebihan dari metode pembelajaran konvensional meliputi :

  1. Efisiensi Pengajaran: Metode ini memungkinkan guru untuk mengajarkan materi kepada sejumlah besar siswa secara efisien.
  2. Struktur dan Keteraturan: Metode ini memberikan struktur dan keteraturan dalam proses pembelajaran dengan aturan dan tata tertib yang jelas.

Dibalik itu Kekurangan metode pembelajaran konvensional meliputi :

  1. Kurang Interaktif: Metode ini cenderung kurang interaktif, dengan siswa sebagai penerima informasi yang pasif.
  2. Minimnya Keterlibatan Siswa: Siswa memiliki keterlibatan yang terbatas dalam proses pembelajaran, sehingga dapat mengurangi motivasi dan minat mereka.
  3. Keterbatasan Dalam Pengembangan Keterampilan: Metode ini mungkin tidak sepenuhnya mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi siswa.

Meskipun begitu bagi orang Indonesia secara umum metode pembelajaran ini menjadi metode yang memang dirasa lumrah untuk dilaksanakan, mengingat inisiatif dari siswa Indonesia secara umum memang kurang ditambah lagi kurangnya reward dari guru untuk bisa mengapresiasi siswa yang memang memiliki inisiatif dan keberanian untuk melakukan tindakan secara mandiri. Sehingga untuk pembelajaran di Indonesia, metode pembelajaran konvensional menjadi salah satu metode pembelajaran yang memang masih harus dilaksanakan dan memang harus diterapkan di pendidikan Indonesia, tentu saja metode ini menjadi metode keseharian yang diikuti dengan metode pembelajaran lain seperti metode pembelajaran project based learning, metode pembelajaran berbasis gotong royong atau kolaboratif dan metode pembelajaran lainnya.

Dan contoh contoh metode pembelajaran konvensional diantaranya adalah :

  1. Ceramah guru kepada siswa tentang materi pelajaran.
  2. Diskusi kelas yang dipandu oleh guru.
  3. Pemberian tugas atau latihan yang harus diselesaikan oleh siswa secara mandiri.
  4. Ujian atau tes yang digunakan untuk mengevaluasi pemahaman siswa.

Kami lembaga Al Ma’soem menganggap metode pembelajaran konvensional masih menjadi metode pembelajaran yang memang masih dibutuhkan oleh setiap siswa di sekolah maupun di pesantren meskipun dewasa ini pendidikan kita sudah menggunakan kurikulum merdeka belajar, karena metode pembelajaran konvensional ini akan menjadi salah satu bentuk dari pembelajaran sesungguhnya terutama untuk orang Indonesia. Untuk tingkat SD metode pembelajaran ini masih efektif tentu saja untuk tingkat sekolah menengah pertama dan atas karena menggunakan kurikulum merdeka belajar, konsep metode pembelajaran konvensional tetap dilaksanakan tapi dengan tambahan metode pembelajaran lainnya sebagai penyempurnaan untuk membentuk soft skill dan memaksimalkan minat dan bakat siswa selama di sekolah maupun di pesantren.