Metode KWL, Sebuah Bentuk Penyegaran

4 Desember 2015 | Dibaca : 3736x | Oleh : Bambang Irawan
IMG_4271 (Large) Oleh: Siti Suwarni Beberapa minggu yang lalu, UKG menjadi kata yang sangat populer di kalangan guru-guru. Terpaksa atau tidak, suka atau tidak, semua guru harus mengikuti UKG (Ujian Kompetensi Guru) yang merupakan salah satu program pemerintah berskala nasional. Apapun tujuan dari kegiatan ini, yang  jelas  menuai dampak positif (walau tiap orang berbeda sudut pandangnya). Sebagian besar guru terlihat sibuk belajar kembali, ini terlihat dari aktivitas membuka, meng-copy berbagai buku atau membuka link-link di internet yang berhubungan dengan materi dan contoh soal-soal prediksi UKG. Sebuah dampak yang luar biasa, kan? Mempelajari kembali metode-metode pengajaran  sekaligus meninjau kembali berbagai metode yang sudah dan belum diterapkan, menjadikan sebuah kegiatan disamping berlatih mengerjakan contoh-contoh soal yang terkadang membacanya saja membuat kepala sedikit sakit apalagi menjawabnya (terutama soal pedagogi), tapi apapun itu, ada satu metode dalam pengajaran bahasa Inggris yang ingin di ulas dalam tulisan ini. Metode tersebut adalah metode KWL (Know, What to know, and Learned). Metode ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan reading/speaking siswa. Sebenarnya metode ini bukan suatu hal yang baru, bahkan sebagian guru mungkin sudah pernah menerapkannya di kelas, tapi tidak ada salahnya mengulas kembali sekaligus sebagai salah satu bentuk penyegaran. Bagaimana cara kerja metode ini? Sebelum mengajar, siswa mendapat kertas dengan format KWL atau guru cukup menulis format KWL tersebut di papan tulis, seperti di bawah ini.
Know What to Know Learned
Langkah selanjutnya, guru akan memberikan satu topik yang akan dipelajari dan bertanya kepada siswa apa yang mereka ketahui tentang topik/materi tersebut dan menuliskannya di kolom ‘Know”. Pada tahap ini siswa bisa menjawabnya secara lisan sebelum menuliskannya di kolom “Know”. Atau siswa menuliskannya langsung di kertas yang sudah diberikan dalam waktu yang dibatasi dan guru akan menyuruh mereka membacakan apa yang sudah mereka tulis. Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang ingin siswa pelajari berkenaan dengan topik yang berikan pada kolom “What to Know”. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan menggali sebanyak mungkin informasi berkenaan dengan materi. Siswa bisa membaca buku yang berkaitan dengan materi. Pada sesi ini, guru bisa memberi penjelasan atau gambaran umum tentang materi tersebut jika siswa mengalami berbagai kesulitan pemahaman. Metode diskusi dalam kelompok kecil, dapat diterapkan dalam kegiatan ini. Jika informasi yang diperlukan dirasa sudah cukup, guru akan mengajukan pertanyaan sebagai cara untuk menggali tentang apa yang telah siswa pelajari  dan menuliskannya di kolom “Learned”. Kegiatan ini juga sebagai cara guru mengukur tingkat pemahaman siswa. Dari teori yang dibaca tentang metode ini dan ditambah sedikit catatan yang pernah dibuat berkenaan dengan penerapan metoda ini di kelas, ada beberapa kelebihan dan juga kekurangan dari metode ini. Kelebihan metode ini antara lain:
  1. Fokus pada siswa, mendorong siswa untuk aktif menggali informasi dan belajar mandiri baik sendiri maupun berkelompok. Saling berbagi informasi mendorong siswa untuk menggali informasi sebanyak mungkin.
  2. Keterampilan berbahasa seperti speaking, reading, listening, dan juga writing dapat diterapkan dalam satu kegiatan ini. Langsung atau tidak langsung siswa harus membaca, memahami, mendengarkan dan menulis kan berbagai informasi yang mereka dapatkan.
  3. Pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan jika di selingi dengan berbagai permainan bahasa (game/kuis) sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan.
Bagaimana dengan kekurangan metode ini? Keberadaan kemampuan siswa yang berbeda termasuk latar belakang pengetahuan mereka yang minim kadang menjadikan metode ini terasa kurang menantang. Apalagi jika fasilitas pendukung seperti buku-buku yang berkenaan dengan materi sangat terbatas dan tidak adanya koneksi internet yang diperlukan saat penggalian informasi, menjadi penghalang tersendiri. Jika kebanyakan siswa di kelas adalah siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah, maka penerapan metode ini terasa dangkal dan menjenuhkan. Untuk mengatasi hal ini, guru dapat memberitahu siswa sehari atau beberapa hari sebelumnya agar siswa memcari tahu hal-hal berkenaan dengan materi yang akan di diskusikan. Dengan cara ini, diharapkan siswa memiliki pengetahuan awal tentang topik atau materi yang akan dibahas. Pada intinya, sebenarnya tidak ada metode yang benar-benar bagus atau pun yang benar-benar jelek, adanya kombinasi atau penggabungan beberapa metode dalam setiap kegiatan pembelajaran di kelas merupakan sebuah solusi untuk memberikan sebuah pengalaman pembelajaran yang terbaik bagi siswa.
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Job Fair AMIK - STIBANKS 2017
29 Agustus 2017
Seperti acara wisuda AMIK dan STIBANKS Al Ma’soem tahun-tahun sebelumnya, Wisuda Purna 2017 ikut diramaikan dengan penyelenggaraan kegiatan Job Fair. ...
SMA Al Ma’soem Selenggarakan UNBK 2018
9 April 2018
Jatinanangor – Para peserta didik SMA Al Ma’soem Bandung pada Senin (9/4) menghadapi hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. ...
Siswa SMA Al Ma'soem Boyong 1 Medali di Kejuaraan Skateboard se-Jabar
20 Februari 2018
Salah satu siswa SMA Al Ma’soem yang tergabung dalam ekstrakurikuler Skateboarding berhasil menorehkan prestasi yang baik dengan meraih gelar dalam ...
Mengenal Budaya Bangsa di Culture Days SD Al Ma'soem
14 Desember 2016
Yayasan Al Ma’soem Bandung (13/12) – Mengawali minggu selepas menghadapi Ujian AKhir Sekolah (UAS) Semester I tahun ajaran 2016/2017, para peserta didik ...
Raih Prestasi di FLS2N Tingkat Kabupaten
14 April 2016
Kejuaraan FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat Kabupaten Sumedang baru saja selesai diselenggarakan beberapa waktu yang lalu (31 Maret ...
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top