Menyelaraskan Pola Mendidik anak Antara Lingkungan Sekolah dengan Lingkungan Keluarga

11 April 2015 | Dibaca : 1293x | Oleh :
Oleh : Rudi Hariyanto ibnu Ridwan Masalah anak dan remaja dalam pergaulan sosial memasuki era globalisasi ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak, termasuk pemerintah, orang tua dan masyarakat. Dengan majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berdampak dalam tata cara pergaulan anak dan remaja di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia yang mayoritas Islam, Anak dan remaja sebenarnya merupakan satu kesatuan perkembangan jiwa dan fisik yang harus selalu dibimbing dan dididik oleh orang-orang dewasa. Tentunya peran pendidikan sangat penting, apakah melalui pendidikan formal, pendidikan informal di lingkungan keluarga dan masyarakat atau pendidikan non formal. Menurut Zakiah Darajat, penumbuhan minat beragama pada anak "balita" (usia di bawah lima tahun), tidak dapat dipisahkan dari pembentukan kepribadian dan perkembangan anak pada umumnya. Prof. DR. Emil Salim (2001: 124) mengungkapkan, pada usia 5-14 tahun anak masuk dalam keadaan lingkungan pendidikan dan prasekolah dan pendidikan sekolah dasar membina perkembangan akhlak anak. Akhlak anak masih bisa dibentuk dan dibina.Dengan masuknya anak ke dalam lingkungan sekolah, maka anak dapat dipengaruhi faktor-faktor lingkungan yang lebih luas, tokoh panutan anak menjadi lebih banyak, dan pikiran anak juga mulai aktif. Dalam keadaan seperti ini, Emil Salim menawarkan, perlunya dikembangkan akal sehat anak melalui dialog dan perbuatan, terutama dari orang tua dan guru-guru di sekolah. Pada usia 15-21 tahun (remaja), pada masa ini diri pribadi remaja mulai terbentuk. Pengaruh lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat mencetak pengaruhnya pada pembentukan watak pribadi remaja. Anak dan remaja sebenarnya merupakan satu kesatuan perkembangan jiwa dan fisik yang harus selalu dibimbing dan dididik oleh orang-orang dewasa (baik itu guru ataupun orang tau yang bissa menjadi panutan dan pembimbing mereka)’ Dengan adanya pengaruh lingkungan kepada anak dan remaja, maka kepribadian anak dan remaja menjadi berubah dari lingkungan masyarakat tradisional kepada masyarakat modern dengan ciri kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dunia informasi dan telekomunikasi yang semakin canggih.Akibat dari pengaruh globalisasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta canggihnya informasi serta telekomunikasi, mengakibatkan dunia ini menjadi sempit, apa yang terjadi di belahan dunia lain dapat dengan cepat diketahui oleh anak dan remaja kita, meski dia hanya diam di dalam kamar Televisi dan internet, misalnya, secara diam-diam menjadi "guru" bagi anak-anak dan remaja kita. Bagaimana pola pakaian wanita yang terbuka aurat serta dunia mode yang selalu berubah menjadi "panutan" dari anak-anak dan remaja kita. Wanita tanpa jilbab, sungguh sangat sulit diatasi oleh orang tua dan para ulama kita untuk menjadikan anak-anak dan remaja kita menjadi muslimah yang berpakaian muslimah, terutup aurat dan berjilbab. Karena anak-anak kita dan remaja kita merasa trendi bila tanpa jilbab. Para orang tua muslimah kita juga kemana-mana merasa lebih simpel bila tanpa jilbab, katanya tidak "abot", tidak panas, dan berbagai alasan lainnya. Karena di televisi, orang-orang berpakai minim dan tanpa jilbab selalu ditampilkan sebagai gambaran orang modern. Cakap dalam bidang keilmuan duniawi saja belum lah cukup untuk menangkis “serangan negative” globalisasi tapi diperlukan juga pondasi iman dan taqwa yang kuat oleh sebab itulah sepatutnya orang tua tidak hanya menitik beratkan anaknya pada intelektualitas saja tanpa memperhatikan pondasi keimanannya. Untuk mewujudkan itu hendaknya orang tua benar-benar memilih lingkungan sekolah yang sejalan dengan visi misi keluarganya dan setelah memilih juga menyelaraskan aturan dan norma dilingkungan sekolah dengan di lingkungan keluarga, sehingga dengan keharmonisan dan dengan visi yang sama pencapaian tujuannya pun akan lebih mudah. Poin-poin dan norma yang diterapkan dilingkungan pendidikan hendaknya diadaptasi dan diterapkan dilingkungan keluarga juga, agar anak terbiasa dan terus teringatkan sehingga dengan sendirinya memebentuk karakter anak tersebut, justru tidak melakukan hal yang sebaliknya misalnya di lingkungan sekolah dibiasakan belajar dan sholat tepat waktu maka di rumah pun dibiasakan demikian tidak karena alasan rasa sayang pada anak justru malah menjerumuskan anak dikemudian hari, karena membiarkan ketidak sinkronan model pendidikan dirumah dan di lingkungan sekolah hanya akan memebuat anak menjadi terbiasa melanggar peraturan ketika kembali kesekolah karena merasa di rumah juga hal tersebut bukan merupakan suatu kesalahan. Copright@PSAM_2015
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

AMIK Bandung
28 Maret 2015
Oleh: Ir. Tonton Taufik, MBA AMIK Bandung – AMIK atau merupakan sebuah istilah atau akronim dari Akademi Menejemen Informatika dan Komputer merupakan salah ...
Santri PSAM Rebut Juara I & II di Kompetisi MQK
6 Desember 2016
Jatinangor – Santri Pesantren Siswa Al Ma’soem (PSAM) menorehkan prestasi yang membanggakan dengan merebut Juara I dan Juara II dalam perlombaan ...
1 Januari 1970
ASMAUL HUSNA   Astagfirullah ... Astagfirullah ... Astagfirullah ... Astagfirullah ... Astagfirullah ... Astagfirullah ... Astagfirullah ... Astagfirullah ... Allahumma shali'ala Muhammad Yaa .. Robbi shali alaihi wa sallim Yaa Allah ... Yaa Allah ... Yaa Allah ... Yaa ...
Informasi Masuk Calon Siswa Al Ma'soem Bandung Tahun Ajaran 2017/2018
7 Juli 2017
Berikut adalah informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan bagi para calon peserta didik Yayasan Al Ma’soem Bandung tahun ajaran ...
kisah inspirasi penjual tahu
18 Juli 2019
JANGAN PERNAH MENYALAHKAN RENCANA ALLAH SWT Ada seorang tukang TAHU... Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik ...

Informasi Pendaftaran

asdasdasd
klm
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2020
All rights reserved
Scroll Top