Mengapa siswa Ogah Untuk Hobbi Membaca??

11 September 2019 | Dibaca : 16x | Oleh : Bilal M. Ramdan
Mengapa siswa Ogah Untuk Hobbi Membaca??

Jatinangor,- Masih banyak sekali anak yang tidak gemar membaca, padahal ada pepatah yang mengatakan bahwa membaca adalah jendela Ilmu, artinya dimana mereka yang hobi membaca pasti wawasannya lebih luas. Sebenarnya tidak ada sama sekali kerugian bagi seorang manusia untuk membaca baik itu membaca buku ataupun membaca di media digital. Akan tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang untuk malas membaca diantaranya adalah Ketidakbiasaan dari waktu kecil untuk membaca, kurangnya empati masyarakat terhadap taman bacaan dan yang terakhir adalah perpustakaan yang kurang menarik dikarenakan buku yang sudah terlalu tua (tidak up to date) ataupun dikarenakan memang keberadaan perpustakaan yang tidak nyaman.

Membaca merupakan arti dari Ayat pertama Qs. Al Alaq yang merupakan wahyu pertama yang diterima Rasul dari Allah swt. "Bacalah" dari ayat tersebut dapat kita pahami bahwa Allah menyuruh Rasul untuk membaca dan itu juga sebagai bahan bagi umatnya untuk Membaca. Membaca bukan sebuah beban, hanya saja masih banyak manusia yang lebih menyukai hal hal lain dari pada membaca. Seperti bermain Game, Menonton Video ataupun macam lainnya.

Di Era digital ini membaca memang dikalahkan oleh game ataupun film film romantic ataupun action. Seakan akan membaca dijadikan sebuah kegiatan Kuno yang tidak digemari lagi oleh berbagai manusia dibelahan bumi manapun. Tetapi mungkin saja ini hanya berlaku di Negara berkembang saja? Ya jika sedikit menelaah ke Negera maju mereka lebih memahami pentingnya membaca. sehingga dinegara maju seperti Amerika serikat keberadaan Taman bacaan diberbagai pojok kota sudah marak.

Jauh seperti negara berkembang seperti kita yang masih saja menganggap sepele tentang pentingnya membaca. Selain masih kurangnya pemahaman tentang pentingnya membaca negara berkembang seperti kita masih belum adanya moral masyarakat untuk menjaga semua fasilitas yang pemerintah berikan untuk masyarakatnya. Pernah ingat kasus hilangnya bendera bendera pajagan yang ditanam di  setiap "Bakso Batu" di daerah Kota Bandung Beberapa tahun lalu? atau perusakan fasilitas taman kota oleh tangan tangan jahil yang menyebut diri mereka seniman jalanan??

hal seperti itu memang lumrah terjadi diindonesia, mungkin faktor itu juga yang membuat pemerintah "ogah" untuk mengikuti negara negara berkembang untuk membuka pojok baca sebagai fasilitas di perkotaan. Memang moral bangsa yang lemah, perusakan masih menjadi sesuatu yang biasa. Ketika Pemerintah angkat tangan maka berterimakasihlah kepada sekolah sekolah swasta yang masih rela menyediakan fasilitas membaca seperti Perpustakaan. Karena sekolah swasta seperti Yayasan Al Ma'soem Bandung mengerti dan lebih memahami bahwa kebutuhan utama setiap orang dalam menimba ilmu itu adalah membaca. Tanpa bisa membaca semua ilmu yang diajarkan tidak akan bisa dicerna dengan baik dan benar

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Ekonomi Islam di Al Ma’soem
29 Maret 2015
Oleh: Ir. Tonton Taufik, MBA Ekonomi Islam – Merupakan bukan sebuah hal yang tidak asing bagi Anda mengenai ekonomi islam. Segala macam bentuk transaksi ...
Zahra Raih 2 Emas dan Predikat Perenang Terbaik se-Jabar
14 Maret 2018
Zahra Putri Utami (16) siswa SMA Al Ma’soem kelas X – MIA 7 kembali menorehkan prestasi yang sangat baik dalam kejuaraan renang antar pelajar ...
Forum Sosalisasi & Diseminasi Berbahasa Inggris
28 Januari 2016
Sudah beberapa minggu ini Forum Sosialisasi dan Diseminasi SMP dan SMA Al Ma’soem Bandung dilaksanakan dengan memakai bahasa Inggris. Dari pembacaan do’a ...
Kang Emil Berikan Orasi Ilmiah di Wisuda STKOM – STIBANKS Al Ma’soem ke-20
5 September 2018
Ada yang berbeda dalam pagelaran Wisuda Purna STKOM – STIBANKS ke-20 Sabtu, 2 September kemarin. Salah satu pengisi acara untuk memberikan orasi ...
CCTV untuk Lingkungan Pendidikan
12 Juni 2019
                Kamera CCTV atau singkatan dari Closed Circuit Television atau dalam ...
Messa
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top