Mendengarkan, Salah Satu Kunci Keberhasilan Komunikasi

5 April 2015 | Dibaca : 701x | Oleh : admiral
Pusing….denger in ibu ngomong terus…ngerti in kita dong…” (Anak/siswa) “Duh ini anak, sudah diberitahu dan dinasehati berkali kali, masih juga gak dengar..seperti masuk kuping kanan keluar kuping kiri..mau nya apa sih?...” (Orang tua/guru)   Pernyataan di atas adalah contoh dari keluhan-keluhan yang mungkin pernah kita dengar sehari-hari. Ini adalah salah satu indikasi adanya masalah dalam komunikasi. Tidak adanya saling pengertian dan kurangnya keinginan untuk saling memahami menjadi salah satu penyebab timbulnya perselisihan. Hal ini sebenarnya bisa di minimalisir jika masing-masing pihak mampu untuk saling “mendengarkan” sehingga setiap permasalahan yang terjadi bisa dibicarakan dan dicari penyelesaian dengan baik.   Mendengarkan tentu berbeda dengan mendengar. Setiap orang yang normal tentu bisa mendengar, tapi hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan mendengarkan dengan baik. Mendengar adalah aktifitas fisiologis yang melibatkan indra pendengar, sementara “mendengarkan” melibatkan mental, hati,  perhatian penuh, bahasa tubuh serta pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menegaskan dan mengklarifikasi  informasi.   Secara umum, setiap orang ingin selalu didengarkan dan tidak ada yang mau diabaikan. Dalam keseharian, adanya kecendrungan seseorang terlalu fokus pada kepentingan dirinya sehingga sulit merasakan permasalahan dan perasaan orang lain. Karna itu, masalah antara anak dan orangtua, siswa dengan guru, maupun individu dengan individu lainnya sering terjadi karna adanya pihak yang merasa terabaikan. Hal ini bisa dihindari jika ada komunikasi yang baik.   Salah satu hal yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang baik  adalah kemampuan “mendengarkan”. Kemampuan ini perlu dilatih terus menerus dan membutuhkan kesabaran dan teknik pengendalian diri. Ada beberapa hal yang perlu diperhatian untuk bisa “mendengarkan” dengan baik.
  1. Fokuskan perhatian pada lawan bicara dan dengarkan baik-baik apa yang disampaikan.
  2. Jaga kontak mata namun tidak terus menerus menatap lawan bicara.
  3. Condongkan tubuh untuk menunjukkan bahwa perhatian dan ketertarikan dengan apa yang disampaikan.
  4. Berikan komentar sesekali yang menunjukkan perhatian.
  5. Tanyakan hal-hal yang kurang jelas namun bukan pertanyaan yang bertubi-tubi seakan akan menginterogasi lawan bicara.
  6. Berilah nasehat jika lawan bicara membutuhkan. Kadang seseorang mengungkapkan masalahnya bukan karna butuh nasehat tapi ingin agar ada yang mendengarkan masalahnya. Berdasar pengalaman, kadang seorang anak mampu memecahkan masalahnya sendiri sesaat setelah dia mencurahkan semua masalahnya dan didengarkan.
  7. Ketika dalam proses komunikasi timbul perselisihan karna beda pandangan dan pendapat, cobalah tenangkan diri, duduk bersama lalu masing-masing mendengarkan dan memahami.
Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut, ini mengindikasikan bahwa kita diminta untuk banyak mendengar bukan berbicara. Dengan “mendengarkan” banyak hal yang bisa dipelajari dan informasi yang bisa didapatkan termasuk melatih kesabaran. Seorang teman pernah berkata, “Saat engkau merasa paling benar sendiri, itu berarti kau belum mendengarkan.” Dalam kehidupan sehari-hari, bisa dirasakan ada orang yang enak diajak bicara dan terasa nyaman jika berkomunikasi dengan orang tersebut, tapi ada juga yang  sebaliknya. Perasaan nyaman itu timbul salah satunya karna adanya perasaan “didengarkan”. Mendengarkan dan memberi perhatian penuh mungkin suatu hal yang kecil, tapi untuk orang lain bisa menjadi sesuatu yang berarti dan bernilai besar. Jika seorang anak lebih dekat dengan temannya, atau seorang siswa lebih terbuka pada gurunya daripada orangtuanya sendiri menjadi hal yang tidak aneh, bisa jadi teman-teman atau gurunya lebih bisa mendengarkan dan memahami si anak. Karna itu sebagai orang tua, marilah kita sama-sama berlatih untuk bisa mendengarkan dengan baik, sehingga kita bisa membangun komunikasi yang lebih sehat dan menyenangkan.
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Ratusan Warga Ikuti Kegiatan Sosial Menyambut Haul Keluarga Ma'soem
20 Juni 2019
Dalam rangka memperingati haul ke-18 H. Ma'soem , Hj. Siti Aisyah (ke-12), dan H. Nanang Iskandar Ma'soem (ke-5), PT Al Masoem Grup menggelar berbagai ...
SEKOLAH SWASTA YANG LUAR BIASA HEBAT
11 Oktober 2019
Jatinangor,- Berbicara tentang Al Ma'soem pasti dalam benak anda adalah tentang Pom bensinya yang menyebar dimana mana. Atau mungkin tentang ...
Diklatsar KIR-ASIC Al Ma'soem
26 April 2016
Al Ma’soem Science Club (ASIC) adalah kegiatan ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) para peserta didik Al Ma’soem. Sebagai suatu kegiatan ...
MESSA 2016 - Pemenang Lomba MTQ, English Contest & Menyanyi Solo
23 Mei 2016
  Pemenang Lomba MTQ Tingkat SD 1. Juara I diraih oleh M. Fariq Ridwan dari SD Sukasari 2. Juara II diraih oleh R. Yusuf Ahmad dari SD Al Ma’soem 3. ...
Meminimalisasi Sampah, Dimulai dari Lingkungan Terkecil
13 April 2015
Oleh : Rony Hermansyah, Drs GTY SMP Al Ma’soem Persoalan sampah adalah persoalan klasik yang tidak ada habisnya karena hingga kini masih sulit dicari ...
pcs
thfdz
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top