kehidupan diasrama

Membangkitkan Motivasi Diri untuk Sukses Belajar di Pondok Pesantren

Banyak kendala yang dirasakan oleh peserta didik saat memulai hidup di pondok. Kendala yang dihadapi oleh mereka bisa diakibatkan oleh faktor internal dan eksternal dari diri mereka sendiri. Segala upaya telah banyak dilakukan baik oleh siswa maupun oleh guru untuk mengatasinya. Beranjak dari sana, ada pemikiran yang merujuk pada pemberian motivasi terhadap siswa agar kehidupan di pondok akan berlangsung dengan baik. Berikut uraiannya:

  • Belum Menciptakan Lingkungan Belajar:

Temukan tempat untuk belajar dan simpan untuk belajar saja. Perkuat lingkungan dengan semua kebutuhan studi. Kontrol tingkat kebisingan dan lingkungan visual ke tingkat yang dapat diterima. 

  • Bersiaplah untuk belajar.

Sebelum duduk, pastikan memiliki segalanya: pensil tajam, kertas baru, kartu catatan, buku dan catatan yang diperlukan. Kemudian tetaplah di kursi untuk belajar waktu yang telah ditentukan lalu ambil istirahat pertama. Dengan cara itu, kita akan tetap yang memegang kendali.

  • Carilah privasi.

Temukan cara untuk menghilangkan gangguan yang tidak diinginkan. Tugas di sekolah adalah belajar dan menjadi terpelajar. Interupsi bisa menjadi penghalang yang menghalangi kemampuan untuk melakukannya. Cari suatu tempat atau buat aturan “jangan ganggu” sehingga kita dapat menyelesaikan tugas tersebut.

  • Periksa kualitas udara Anda.

Kamar pengap membuat Anda sulit berkonsentrasi. Pastikan untuk menghirup udara segar. Pastikan tidak ada bau tidak sedap dari kamar. Nyalakan kipas angin untuk membantu membersihkan udara. Setel suhu agar sesuai dengan kenyamanan yang Anda inginkan.

  • Aktifkan tubuh untuk meningkatkan konsentrasi.

Perhatikan postur dan dukungan Anda. Hindari posisi yang memicu tidur. Jika Anda terlalu rileks dan nyaman, seringkali sulit untuk tetap terjaga dan fokus.

  • Kembangkan Sikap Positif.

Anggap belajar sebagai kesempatan untuk mencari tahu, bukan sebagai tugas yang tidak menyenangkan untuk diselesaikan. Selain itu, mungkin menghabiskan banyak waktu di kamar seperti menjadikannya penjara; alih-alih menganggapnya sebagai tempat perlindungan. Kita akan cenderung bersemangat untuk belajar jika menyukai tempat tempatnya.

  • Batasi pergeseran perhatian.

Wajar jika perhatian kita sering bergeser. Cobalah batasi pergeseran perhatian ini pada pokok bahasan yang ada. Jika tidak dapat belajar karena pikiran kita buntu, siapkan secarik kertas untuk menuliskan pikiran-pikiran asing yang terlintas dalam pikiran, keluarkan dari pikiran ke atas kertas dan tangani masalahnya.

  • Gunakan teknik Tanda Centang.

Siapkan selembar kertas; kemudian, bila mendapati diri kita tidak bisa berkonsentrasi, beri tanda centang pada kertas itu. Tindakan ini akan mengingatkan kita untuk kembali bekerja. Ada siswa yang melaporkan bahwa saat dia pertama kali mencoba sistem ini, dia mengumpulkan sebanyak dua puluh tanda centang per halaman buku teks; setelah satu atau dua minggu, tandanya turun menjadi satu atau dua tanda centang per halaman.

  • Tetap fokus – jangan melamun.

Melamun adalah salah satu cara untuk melepaskan diri dari kerja keras. Meskipun menyenangkan, hal itu dapat menghabiskan waktu yang berharga. Jauh lebih baik untuk membangun kebiasaan positif terjun langsung dan efisien ke dalam pekerjaan. Ini adalah kebiasaan yang akan membantu sepanjang hidup kita.

  • Buang Rasa Khawatir.

Jika kita seorang pencemas, berikan diri waktu terbatas setiap hari untuk khawatir – katakanlah setengah jam. Selama periode waktu itu yang bisa dilakukan hanyalah khawatir. Khawatir dengan isi hati kita sendiri. Kemudian saat waktu itu berakhir, tidak perlu khawatir lagi sampai waktu khawatir berikutnya – atau keesokan harinya. 

  • Hadiahi Diri Anda.

Rancang imbalan yang memadai setelah tujuan yang ditentukan tercapai. Mengetahui bahwa kita memiliki sesuatu untuk dinantikan sering kali akan membantu berkonsentrasi lebih baik. Pastikan saja waktu reward yang direncanakan tidak melebihi waktu akademik yang direncanakan.

Sadarilah bahwa kita tidak akan kehilangan teman, rasa hormat, atau “waktu yang menyenangkan” hanya karena belajar – ini akan terus berlanjut dan kita akan selangkah lebih dekat untuk mencapai tujuan. Pilih teknik yang paling cocok dan sadari bagaimana kemampuan untuk fokus dan mencapai keberadaan pikiran dalam aktivitas sehari-hari dapat ditransfer ke pengejaran akademis kita.