Program Days SD 2023 (17)

Memahami Pemfokusan Setiap Jenjang Pendidikan

Setiap jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), memiliki fokus pembelajaran yang berbeda sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan siswa pada masing-masing tingkatan. Berikut adalah gambaran umum mengenai fokus pada setiap jenjang pendidikan:

Sekolah Dasar (SD):

Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan formal pertama mengingat pada jenjang taman kanak kanak rata rata siswa hanya dididik untuk bisa mengerti arti dari “sekolah” sehingga pelajaran di taman kanak kanak rata rata hanya perkenalan tentang apa itu sekolah dengan berbagai macam program yang dapat mengembangkan motorik anak dan ada tambahan hafalan ayat ayat pendek dan juga bacaan IQRO. Pada jenjang pendidikan sekolah dasar ada beberapa pemfokusan yang sangat jauh berbeda dengan jenjang TK dan SMP apalagi SAMA seperti : 

  • Pembentukan Dasar Pendidikan: 

SD menjadi dasar bagi perkembangan akademis dan sosial siswa. Fokus utama adalah memberikan pemahaman dasar dalam mata pelajaran seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, sains, dan sosial. Uniknya tidak semua jenjang SD memiliki bahasa Inggris, ini yang akan jadi PR utama bagi sekolah menengah pertama untuk bisa mengajarkan bahasa Inggris pada tingkat paling dasar dari sejak kelas 7. 

  • Pengembangan Keterampilan Dasar:

SD juga menekankan pengembangan keterampilan dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung, yang menjadi dasar untuk pembelajaran lebih lanjut. Secara umum memang seharusnya seperti itu meskipun ada beberapa TK yang sudah mengajarkan membaca dan menulis sejak TK meskipun itu boleh namun tidak dianjurkan. Karena pada dasarnya membaca dan menulis adalah tanggung jawab dari guru SD bahkan seperti dikutip dari kemendikbud.go.id dijelaskan bahwa penguasaan membaca, menulis dan berhitung (Calistung) bukan merupakan kemampuan wajib yang harus dimiliki oleh para peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

  • Pembentukan Karakter: 

Pembelajaran di SD tidak hanya tentang pengetahuan akademis, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan nilai-nilai sosial. Pembentukan karakter sejak dini ini sangat penting mengingat anak usia SD masih mudah untuk mendapatkan pendidikan karakter, berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang sudah mulai keras untuk diatur. Jika anak sejak usia dini sudah diajarkan tentang karakter yang baik maka tidak dipungkiri jika di jenjang selanjutnya anak tersebut akan jauh lebih memiliki sopan santun dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan pembentukan karakter sama sekali dari jenjang pendidikan sekolah dasar.

Sekolah Menengah Pertama (SMP):

Pemfokusan siswa sekolah menengah pertama tidak bisa disamakan dengan jenjang SD dan SMA karena berbeda. Pada jenjang ini ada beberapa hal yang harus difokuskan antara lain seperti : 

  • Pengenalan Mata Pelajaran Lebih Lanjut:

Fokus pada pengenalan mata pelajaran yang lebih kompleks dan luas, seperti fisika, kimia, biologi, geografi, dan sejarah. Mata pelajaran ini memberikan landasan untuk pemahaman konsep yang lebih dalam. Bahkan beberapa sekolah menengah pertama harus kembali membuka lembar lama tentang pendidikan bahasa inggris bagi siswa yang tidak mendapatkan pelajaran bahasa inggris di sekolah dasarnya, ini memang hal yang lumrah mengingat kurikulum yang berlaku di setiap sekolah kadang tidak dilandasi dengan fasilitas yang mempunyai sehingga ada beberapa sekolah yang menggunakan kurikulum merdeka belajar tapi masih dengan modal seadanya dari guru guru secara pribadi. Ini yang memprihatinkan karena pendidikan di kita yang belum merata membuat beberapa sekolah akhirnya harus memutar otak agar siswa mampu mengikuti pelajaran yang memang bagi beberapa siswa itu bukan dasar lagi.

  • Pengembangan Keterampilan Berpikir Abstrak:

Siswa diajak untuk mengembangkan keterampilan berpikir abstrak, analisis, dan sintesis dalam memahami konsep-konsep pelajaran.

  • Orientasi pada Minat dan Bakat:

Diberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka melalui mata pelajaran pilihan dan kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun sebenarnya ini tidak harus dilaksanakan di jenjang SMP tapi lebih baik sedari SD, tapi beberapa sekolah mantap memfokuskan orientasi minat dan bakat anak pada jenjang SMP sebagai tahun pertama dimana masa remaja sedang atau akan dijalani.

Sekolah Menengah Atas (SMA):

Pada jenjang SMA, pemfokusan anak pada pelajaran berbeda lagi dari jenjang SD dan SMP karena pada tingkatan ini siswa sudah dianggap mulai dewasa sehingga pada fase ini siswa harus difokuskan pada beberapa hal seperti : 

  • Pertumbuhan Akademis yang Lebih Mendalam:

Siswa memasuki level pendidikan yang lebih tinggi dengan fokus pada materi pelajaran yang lebih kompleks dan mendalam, terutama yang sesuai dengan pilihan jurusan atau program studi yang mereka ambil. Meskipun di era kurikulum merdeka belajar ini tidak ada penjurusan tetap saja, pemfokusan siswa pada minat dan bakat dalam pelajaran menjadi fokus utama tergantung dari tujuan siswa ini akan ke arah mana. Sehingga beberapa sekolah memberikan opsi pendidikan, sebagai contoh saja Al Masoem memberikan beberapa pemfokusan seperti : 

  1. Perguruan tinggi negeri
  2. Perguruan tinggi luar negeri
  3. Perguruan tinggi kedinasan
  4. Perguruan tinggi keagamaan

disini siswa bisa memilih dan akan fokus kemana, maka sekolah akan membantu semaksimal mungkin untuk siswa agar bisa mencapainya.

  • Persiapan Menuju Perguruan Tinggi:

SMA memberikan persiapan khusus untuk siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal ini mencakup persiapan ujian nasional, ujian masuk perguruan tinggi, dan pembimbingan karir.

  • Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif :

Siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang esensial dalam menghadapi tuntutan dunia akademis dan profesional.

  • Pengembangan Karakter dan Tanggung Jawab:

SMA juga memberikan perhatian pada pengembangan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial. Siswa diharapkan memiliki kesiapan untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam masyarakat.

Dengan memahami fokus pada masing-masing jenjang pendidikan, sekolah dapat merancang kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa, membantu mereka mengembangkan potensi secara optimal. Dan bagi orang tua mereka akan lebih paham kenapa setiap tingkatan sekolah harus memiliki pemfokusan yang berbeda beda.