Literasi Digital Anak SMA yang Penting Untuk Dipelajari

Literasi Digital Anak SMA yang Penting Untuk Dipelajari

Literasi Digital Anak SMA yang Penting Untuk Dipelajari

Di zaman modern dengan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat, kita semua harus bisa beradaptasi untuk bisa bersaing satu sama lain. Maka dari itu muncul istilah literasi digial yang penting dimiliki oleh setiap orang, khususnya bagi anak SMA. Sekolah bisa menjadi sarana yang tepat mengajarkan ilmu literasi digital yang penting dipelajari agar lebih siap menghadapi dinamika dunia modern di masa depan.

Penulis pernah menyinggung tentang literasi digital sebagai salah satu 6 literasi dasar yang penting bagi siswa di sekolah.  Kira-kira, apa saja jenis literasi digital anak SMA yang sebaiknya dipelajari? Simak penjelasannya berikut ini.

Literasi Digital Dalam Pendidikan Anak SMA

Sebagai generasi z yang dianggap melek teknologi atau tech savvy, mereka punya kecenderungan lebih mudah menguasai teknologi terkini. Namun begitu, tanpa dibarengi dengan sikap yang tepat dapat menjerumuskan mereka pada hal-hal negatif dari dunia digital. Baik orang tua di rumah maupun guru di sekolah punya peran penting untuk mengajarkan literasi digital anak SMA.

Namun sebelum itu, pembahasan literasi digital belum lengkap bila tidak menyinggung prinsip dasar yang dimiliki. Menurut Yudha Pradana (2018) dalam penelitiannya yang berjudul “Atribusi Kewargaan Digital Dalam Literasi Digital”, terdapat empat prinsip dasar dalam literasi digital, yaitu:

  • Pemahaman: kemampuan masyarakat untuk memahami informasi yang diberikan oleh media, baik yang tersurat maupun tersirat.
  • Saling Ketergantungan: semua media (digital) itu saling bergantung atau berhubungan dan mendukung satu sama lain dalam pemberian informasi yang faktual kepada masyarakat.
  • Faktor Sosial: kehadiran media (digital) diharapkan bisa menjaga hubungan baik dengan masyarakat melalui transparansi dan faktualitas dalam menyajikan informasi.
  • Kurasi: kemampuan masyarakat untuk mengumpulkan, menyortir dan menyimpan semua informasi yang dinilai informatif, berguna, dan dapat dibaca lagi di kemudian hari.

Keempat prinsip dasar dalam ilmu literasi digital inilah yang nantinya melahirkan berbagai unsur penting dalam dunia digital yang akan dijalani oleh anak SMA saat dewasa nanti. Hal ini diterangkan lebih lanjut dalam jurnal “Digital Literacies for Engagement in Emerging Online Cultures” yang ditulis oleh Steve Wheeler (2012), dimana terdapat sembilan komponen penting dalam lingkup literasi di era digital. Agar lebih mudah untuk dipahami, berikut adalah intisari dari hal tersebut dalam perspektif pendidikan tingkat SMA:

Pemahaman Informasi dan Evaluasi

Komponen ini melibatkan kemampuan seseorang dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memahami informasi yang mereka temui secara online. Penting bagi anak SMA untuk dapat mengidentifikasi sumber informasi yang dapat dipercaya, mengevaluasi kebenaran dan keandalan informasi, serta memahami konteks di balik informasi tersebut.

Hal ini akan melibatkan keterampilan kritis dan analitis dalam memeriksa fakta, membandingkan perspektif yang berbeda, dan memahami bias yang mungkin ditemukan dalam informasi online. Jadi informasi yang sudah dikurasi tersebut menjadi informasi yang siap dibagikan kepada masyarakat luas.

Etika Digital dan Keamanan Online

Komponen ini mencakup pemahaman seseorang tentang etika dalam penggunaan teknologi digital dan perilaku yang bertanggung jawab secara online. Sebagai anak SMA, perlu memahami tentang pentingnya menghormati privasi orang lain, menghindari cyberbullying atau tindakan pelecehan online, serta menjaga keamanan diri mereka sendiri dalam menggunakan aplikasi digital.

Mereka sudah perlu sadar akan akibat terjadinya kejahatan cyber, pelanggaran hak cipta, dan masalah keamanan online seperti phishing atau malware. Jadi siswa SMA akan lebih berhati-hati dalam beraktivitas online.

Kreativitas Digital dan Produksi Konten

Komponen ini melibatkan kemampuan seseorang untuk menggunakan teknologi digital secara kreatif dan produktif. Mereka harus mampu menggunakan berbagai alat dan aplikasi digital untuk menciptakan konten digital yang bermakna dan relevan.

Siswa SMA dapat mengembangkan keterampilan desain grafis, pembuatan video, pemrograman dasar, atau pengeditan multimedia dalam pembuatan konten. Perlu diingat terdapat hak cipta dari setiap konten yang telah dibuat, jadi gunakan sumber daya digital secara etis dalam proses produksi konten.

Itulah beberapa hal dalam literasi digital anak SMA yang penting dipelajari di sekolah. Dengan menguasai ilmu ini, siswa SMA akan memiliki kemampuan dasar yang matang untuk bersikap kritis, mengedepankan etika dan kreatif dalam mengarungi dunia digital.

Di tengah arus perkembangan digital yang pesat, Yayasan Al Ma’soem Bandung hadir untuk memberikan pendidikan yang mengedepankan disiplin dan akhlak untuk mencetak generasi muda yang sehat, terampil dan religius. Tersedia pendidikan pesantren tingkat SMP dan SMA untuk pengalaman belajar yang lebih menyeluruh. Kenali lebih dekat mengenai Yayasan Al Ma’soem dengan mengunjungi link berikut.

 

 

Ditulis oleh: Gumilar Ganda