KHUTBAH : IMAN, ILMU DAN AMAL (ISTIQOMAH)

15 Mei 2015 | Dibaca : 11379x | Oleh : Hamdani
Gedung-Pesantren-2-1024x672 IMAN, ILMU DAN AMAL (ISTIQOMAH) Oleh : Ust. Hamdani, S.Ag   اْلحَمدُ لله الّذي علم بالقلم علَم الانسان مالم يعلم . اشهد ان لا اله الاالله وحده لا شريك له. وأشهد أنّ مُحمّدًا عبده ورسوله المبعوث رحمة للعالمين . اللهم صلِّ وسلم على هذالنبي الكريم . أما بعد : فأوصيكم عبادالله واياي بتقوى الله وطاعته لعلكم ترحمون . Puji serta syukur marilah kita panjatkan kehadirat allah SWT . Dzat penguasa alam semesta yang telah memberikan nikmat tak terhingga yang mustahil kita dapat menghitungnya sehingga sampai saat ini kita dapat manghambakan diri dihapan Allah SWT. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan untuk baginda nabi tercinta habibanaa wanabiyanaa. Muhammad SAW. Marilah kita sama sama meningkatkan kualitas iman dan takwa untuk bekal hidup kita menuju kehidupan yang abadi di akherat nanti dengan cara melaksanakan perintah Allah dan menjauhi yang dilarang-Nnya. Dalam kesempatan ini insya Allah khatib akan mengetengahkan tema tentang “Iman, ilmu, dan amal (Istiqomah)” Hadirin tamu undangan Allah yang berbahagia..! Firman Allah SWT dalam Q.S Al-Mujaadalah: 11 يرفع الله الّذين أمنوا منكم والّذين أوتواالعلم درخات. “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. Dalam ayat di atas jelas sekali bahwa iman adalah hal yang sangat penting dimiliki bagi ilmuan. Sebab, kerusakan yang di lakukan orang yang berilmu akan lebih besar akibatnya dari pada kerusakan yang di lakukan orang bodoh. Seorang pencuri, pencopet, maling hanya mengambil uang ratusan ribu saja atau paling besar nilainya jutaan. Tapi jika orang berilmu mencuri dengan nama halusnya korupsi, nilainya bisa lebih besar bukan cuman jutaan, bisa milyaraan bahkan triliyunan. Pencuri berdasi yang memiliki jabatan, mustahil menduduki jabatan itu jika tidak berilmu   Hadirin tamu undangan Allah yang mulia.. Beberapa tahun belakangan ini banyak orang berilmu yang diperiksa dari berbagai status sosial dan jabatan, mulai gubernur sampai mantan mentri sepertinya pemandangan yang tidak masuk akal, seorang direktur, ahli ekonomi menjadi tersangka korupsi, meskipun cara korupsi tidak diajarkan di bangku sekolah dan kuliah lalu bagaimana dengan ilmu yang mereka miliki, mengetahui hukum tapi justru melanggar hukum. Karena hakikatnya ilmu itu bersifat netral, bisa untuk kebaikan, bisa pula untuk kejahatan. Teknolog membuat senjata untuk mengamankan wilayah, tapi kenyataannya banyak senjata dipakai untuk menodong. Kalau begitu bukan ilmu atau alatnya yang di salahkan, tapi orang yang melakukan kejahatan yang salah. Karena itu ilmu harus di teladani dengan iman jika ilmunya bertambah, maka akan bertambah kedekatannya kepada Allah SWT. Ma`asyirol Muslimin Rohimakumullah…! Dari manakah kita dapat mengukur ilmu seseorang? Ibnu Qoyyim al-Jauziah menjawab,”Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari kumpulan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yg kita jalani. Tapi dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita.” Lewat kalimat tersebut Ibnu Qoyyim ingin menekankan bahwa ilmu itu hadir untuk menciptakan amal. Ilmu yang tidak menghasilkan amal, sama sekali tidak berguna. Allah SWT mewajibkan manusia untuk selalu beramal. Firman Allah dalam QS. At-Taubah : 105 yang artinya, ”Beramallah kamu, sesungguhnya Allah, Rosulnya dan orang-orang mukmin akan melihat amal kamu dan kamu akan di kembalikan kepada Allah yang mengetahui perkara ghaib dan nyata. Maka Allah akan memberitahukan apa yang telah kamu kerjakan”. Hadirin tamu undangan Allah yang mulia.. Amal yang lahir dari setiap ilmu, haruslah amalan yang baik. Ali Bin Abi Thalib RA meyakini bahwa orang-orang yang mengumpulkan ilmu untuk membuat kekacauan dan mengembuskan fitnah. Sangatlah dimurkai Allah SWT. Orang-orang seperti itu tidak seharipun hidup dalam keselamatan ilmu, meski ia bersegera mencari ilmu dan menyebarkan nya. Maka, seikat ilmu pengetahuan tapi mencukupi (diamalkan) adalah lebih baik dan dari pada banyak tapi di sia-sia kan. Anas bin malik menjelaskan, hakikat ilmu itu bukan dilihat dari pesatnya ilmu pengetahuan, keterampilan, dan skill. Tetapi, sirnanya ruh ilmu yang mewariskan rasa takut kepada Allah terhadap pelakunya. Hilangnya rasa takut manjadikan ilmu tanpa cahaya. Ada perangkatnya namun hilang ruh kebaikannya. Akibatnya, kedigdayaan ilmu, dipergunakan seseorang untuk berbuat sewenang-wenang. Para ulama menggaris bawahi, terdapat 3 cara hilangnya ilmu dari seseorang pertama, sirnanya dari hati, kedua, wafatnya para ulama dan ini dimulai sejak Rosulullah SAW wafat dimana muncul huru hara dan kakacauan setelah itu, ketiga, hilangnya ilmu karena tidak diamalkan. Ilmu tanpa iman (rasa takut pada Allah) dan amal sia-sia belaka. Hadirin tamu undangan Allah yang mulia.. Lalu bagaimana cara memperoleh ilmu yang dapat menerangi hati kita dari                     kegelapan? Imam syafi’I r.a. (wafat 204 H.) ketika masih menuntut ilmu pernah mengeluh dan mengadukan suatu problematika kepada gurunya . Kata beliau,”Wahai guru, mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah di pahaminya?” lalu Imam Waqi’ r.a. (gurunya imam syafi’I ) menjawab,”Ilmu itu ibarat cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.” (Diwan al-Syafi’i) Hadirin tamu undangan Allah yang mulia.. Kita juga dituntut untuk selalu konsisten dalam beramal, kenapa demikian? Setidaknya ada 5 alasan, yaitu :
  1. Allah SWT mencintai amalan yang dilakukan secara konsisten walaupun sedikit.
  2. Konsisten dalam beramal akan memudahkan seseorang untuk mencapai garis finish Kemenangan.
  3. Memudahkan seseorang untuk beramal secara rutin sehingga tidak merasa kesulitan untuk mengerjakannya dan tidak gampang lupa.
  4. Konsisten dalam amalan rutin akan membuat seseorang bersemangat terus dengan Variasi amalannya.
  Hadirin tamu undangan Allah yang mulia.. Dalam hal ini Rosulullah SAW menggolongkan perbuatan seseorang mukmin menjadi 4 golongan, Pertama, mereka yang beramal sholeh dengan benar, mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW dan ikhlas niatnya. Kedua, mereka yang beramal secara tidak ikhlas dan tidak mengikuti tuntunan Nabi .Inilah sejelek–jeleknya perbuatan amal. Ketiga, golongan orang yang bodoh, yaitu orang yang beramal dengan ikhlas tapi salah. Mereka mengira dengan mengingat Allah saja sudah cukup tidak perlu shalat 5 waktu, semuanya dilakukan dengan ikhlas namun dimata Allah tidak berpahala sama sekali. Ke empat, mereka yang berbuat amal shaleh sesuai dengan ajaran Islam tapi tidak ikhlas dalam berbuat. Mereka melakukannya karena fanatik, karena materi dan sebagainya. Hadirin, semoga kita termasuk golongan yang pertama,     yaitu yang beramal sholeh dengan ihsan , bukan golongan yang lain. Amiin.…   (Hikmah, ”Beramal secara Benar, 8 September ’07)   أقول قولى هذا فاستغفروه إنّه هوالغفورالرحيم   KHUTBAH KE 2 الحمد لله الذي أنعم علينا بنعة الايمان والاسلام. اشهد ان لا اله الاالله وحده لا شريك له الملك الحق المبين. واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين. اما بعد : ايّهاالنّاس اتّقواالله حق تقاته ولا تموتنّ الا وانتم مسلمون. ان الله وملائكته يصلون على النبي ياايهاالذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وبارك وسلم امين يارب العالمين اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات ربنا زدنا علما وارزقنا فهما برحمتك ياأرحم الراحمين. ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار . والحمد لله رب العالمين   عباد الله ! إنّ الله يأمربالعدل والإحسان وإيتائذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون ولذكرالله اكبر أستغفرالله الغظيم لي ولكم.                                                                             06/02/2015          
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Siswa SD Al Ma'soem Raih Gold Medal di IRS 2017
29 Maret 2017
Jatinangor – Empat orang siswa/siswi SD Al Ma’soem Bandung berhasil menorehkan prestasi yang sangat membanggakan dalam kompetisi robotik tingkat ...
Hindari Kanker dan Osteoporosis dengan Pola Hidup Sehat
24 Januari 2017
 Salah satu bentuk kepedulian Yayasan Al Ma’soem terhadap kesejahteraan terhadap masyarakat sekitar salah satunya adalah dengan mengadakan Seminar Kesehatan ...
Seminar Pendidikan di Australia
28 Oktober 2016
Yayasan Al Ma’soem Bandung menyelenggarakan seminar mengenai pendidikan di Australia pada Kamis (27/10). Bekerjasama dengan Australian Study dan ...
Hukuman Untuk Pembully
15 Oktober 2019
Opini,- Pembullyan sepertinya menjadi sebuah hal yang biasa dilakukan bagi setiap orang, baik itu pembullyan Fisik ataupun lainnya. Padahal jika kita ...
Milad ke 46 Ma'soem Grup
30 Juni 2019
                Shalawat nabi akhirnya dikumandangkan, tanda bahwa acara Milad ke 46 ...
MEssa
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top