Ketika Bimbel Merejalela siapa yang harus disalahkan?

27 Agustus 2019 | Dibaca : 194x | Oleh : EM
Ketika Bimbel Merejalela siapa yang harus disalahkan?

Pagi yang indah, mari kita sedikit membaca koran online di Kompasiana.com membaca berita yang sudah beberapa hari lalu beredar secara online di situs tersebut. hal yang sedikit mengusik hati ketika kita paham bahwa pada hari ini, era sekarang atau zaman now bimbel merajalela dimana mana. memang semua dapat memudahkan orang tua untuk mencari bimbel terbaik untuk anaknya. apa lagi yang viral di televisi-televisi bimbel dengan sistem aplikasi android dimana harus membayar secara transfer dan lain sebagainya memang sangat memudahkan orang tua dan anak agar bisa belajar tanpa harus pergi ke tempat bimbelnya.

Jika kita menelaah sedikit, hanya sedikit memang ada sisi positifnya namun pernah tidak berfikir lebih jauh? keberadaan bimbel yang merajalela itu dikarenakan apa? iya, karena bobroknya sistem pendidikan kita saat ini. salah satu alasan kenapa bimbel begitu banyak karena sekolah "tidak mampu" untuk mendidik anak anak siswanya. sehingga yang menjadi korban adalah siswa dan orang tua siswa itu sendiri. seperti yang kita ketahui, pada jaman dahulu kurang lebih pada tahun 90'an begitu banyak siswa yang sekolah dan asiknya sekolah pada jaman dahulu tidak seribet jaman sekarang. dimana harus disertai bimbel dan lain sebagainya. mungkin itu sebuah bentuk "revolusi" pembelajaran namun revolusi seperti apa yang terjadi? sangat jauh dari realita yang ada. ketika siswa belum mampu untuk menerima sebuah "revolusi" maka yang terjadi adalah kebobrokan siswa dalam pembelajaran.

pernah tidak berfikir sedikit lebih jauh untuk memahami arti dari semua ini? dahulu kala ketika bimbel belum ada, ada namun masih sangat jauh dan sulit ditemukan (kecuali di area perkotaan) namun siswa dan lulusannya bisa menjadi orang yang berprestasi. Teringat akan guru galak yang selalu memukulkan penggaris panjang ke papan tulis namun menjadi guru yang berhasil karena menciptakan siswa siswa yang menjadi mentri dan guru guru baru. jaman dulu sekolah itu bukan beban, tetapi keharusan dan tidak diperlukan bimbel untuk menambah "ilmu" siswa. karena disekolahpun apa yang dipelajari sudah lebih dari cukup.dan ketika kita melihat kedepan, siapa yang harus disalahkan dalam perihal ini??

1. Jika anda menyalahkan sekolah maka anda salah besar. yang harus disalahkan adalah tenaga pendidik yang masih belum siap untuk mendidik

yang pertama adalah tenaga pendidik. banyak sekali yang menjadi guru namun guru yang belum bisa menguasai semua materi yang diajarkannya. akhirnya kesenjangan antar guru dan murid yang akan memperparah keadaan. bayangkan jika da kesalah artian dari pertanyaan siswa kepada gurunya. maka apa yang akan terjadi? hingga banyak sekali guru yang harus "dipress" terlebih dahulu sebelum mengajar. agar tenaga didik tidak hanya sebagai penyalur ilmu tetapi juga sebagai panutan bagi siswa nya. karena pada dasarnya guru adalah sumber pengetahuan. Maka sekolah harus pintar pintar menyaring guru agar mendapatkan guru terbaik yang tidak hanya mendidik tetapi juga mencontohkan suatu ilmu yang benar.

2. Sarana Dan Prasarana Yang kurang atau tidak memadai.

Sarana dan prasarana menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pendidikan. bagaimana tidak, sarana dan prasarana adalah sesuatu yang bisa dijadikan "objek" untuk belajar. seperti contoh di LAB Biologi patung anatomi tubuh sangat diperlukan. agar siswa lebih memahami dari gambar bentuk dan fungsi organ tubuh yang ada dari pada harus membaca dan hanya melihat gambar. keberadaan infokus yang memadai disetiap kelas juga dapat mempermudah siswa dalam belajar, selain itu keberadaan papan tulis dan juga berpengaruh untuk siswa. nah biasanya sekolah swasta lebih kumplit dalam hal sarana dan prasarana pembelajaran bagi siswanya. maka berbanggalah jika anda sekolah di sekolah swasta terutama Al Ma'soem.

3. Lingkungan belajar yang kurang kondusif

Lingkungan yang kondusif itu seperti apa? penulis sendiri pernah dibangku sekolah dan pernah merasakan sebuah kelas yang kondusif dan yang tidak kondusif. kelas yang kondusif merupakan kelas yang jauh dari kebisingan. kebisingan dari suara knalpot kendaraan atau dari alat alat lainnya dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar.

keberadaan bimbel yang meraja lela memang dipengaruhi beberapa faktor lainnya juga. tidak dapat dipungkiri memang terasa begitu miris jika melihat pendidikan kita saat ini. namun jangan terlalu khawatir jika orang tua bijak dalam memilih sekolah. seperti Yayasan Al Ma'seom Bandung yang memberikan yang terbaik untuk siswa dan "tidak membatasi" siswa dalam berprestasi. Sistem pendidikan yang menggunakan sistem SKS dan juga "minat" siswa yang diutamakan. 

menelaah dari semua itu Yayasan Al Ma'soem Bandung sudah melek sejak lama, hingga "penerimaan" calon guru didik pun harus melalui seleksi ketat sehingga hanya guru-guru dengan kualitas terbaik yang dapat mengajar di sini. sarana dan prasarana memadai dan komplit, sepertti sarana olah raga, sarana pendidikan dan juga sarana lainnya dalam perkembangan siswa didik.

Lingkungan yang kondusif jauh dari hawa "panas" yang kadang mengganggu konsentrasi siswa, dan juga jauh dari kebisingan kebisingan yang selalu bisa diminimalisir sedemikian rupa. dengan moto dan sistem pendidikan terbaik, insya Allah menciptakan generasi yang Cageur, Bageur dan Pinter

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Mencari Sekolah Swasta Terbaik??
17 April 2020
Almasoem.sch.id,- Berbicara tentang sekolah swasta terbaik pasti banyak, tapi sekolah boarding School dengan fasilitas lengkap dan bagus Al Ma'soem patut ...
Siswa Dilarang Bawa Smartphone ke Sekolah
18 Mei 2016
Sudah beberapa minggu ini para peserta didik SD, SMP dan SMA Al Ma’soem dihimbau untuk mulai membiasakan diri dengan peraturan baru yang ditetapkan oleh ...
TK Al Ma’soem Kunjungi Kantor SAR Bandung
15 Februari 2019
Sebanyak 30 orang peserta didik Kelas B TK Al Ma’soem didampingi oleh para guru pembimbing serta orangtua murid mengunjungi Kantor SAR Bandung Jl. Raya ...
Siswa Al Ma'soem Raih Grand Price & Bronze Medal di Kejuaraan Internasional Robotik (IYRC)
8 Agustus 2017
Jatinangor – Lagi, dua orang siswa SMP Al Ma’soem kembali menorehkan prestasi yang sangat impresif dengan memenangkan juara utama dan juara ke-3 ...
Farhan Kembali Raih Prestasi di Kejuaraan Renang Tingkat Provinsi
27 Maret 2019
Farhan Nur Alif peserta didik SMP Al Ma’soem kelas VIII – C kembali menunjukan kemampuannya dalam cabang olahraga renang dengan meraih tidak hanya ...

Informasi Pendaftaran

klm
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang

Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 

+6281122700227

E-mail: info@masoem.com

Youtube Chanel : Ma'soem TV

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2020
All rights reserved
Scroll Top