Indonesia Di Jajah Belanda Selama 350 Tahun? Yakin?

19 September 2019 | Dibaca : 42x | Oleh : Bilal M. Ramdan
Indonesia Di Jajah Belanda Selama 350 Tahun? Yakin?

Sejarah,- Indonesia dijajah selama 350 Tahun? Sebuah Opini yang sangat ingin sekali saya luruskan. Sebenarnya asal muasal Indonesia dijajah selama 350 tahun adalah pekataan Ir. Soekarno bahwa “Indonesia sudah dijajah selama 350 Tahun” dan itu hanya gertakan sebagai pembakar semangat nasionalisme saja. Padahal faktanya Indonesia tidak pernah dijajah sama sekali. Percaya atau tidak? Mari kita sedikit belajar sejarah yang sebenarnya.

Semua berawal dari Portugis pada saat itu dari tahun 1511, ketika bangsa Portugis berhasil menguasai Malaka, yang pada saat itu merupakan sebuah emporium (pusat perdagangan) yang menghubungkan perdagangan dari India dan Tiongkok. Menguasai Malaka membuat Portugis berhasil mengendalikan dan memonopoli perdagangan rempah-rempah di sana tuh.

Setahun setelahnya, pelaut Portugis Afonso de Albuquerque mengirim sebuah armada ke tempat asal rempah-rempah di Maluku, tepatnya di Ternate. Di sana, Portugis membangun sebuah benteng untuk memantapkan kedudukannya dan sempat meluaskan pendudukannya ke Pulau Timor bagian timur.

Walau begitu, Portugis nggak bertahan lama di sana. Pada tahun 1575, Portugis memutuskan untuk pergi dari Nusantara untuk berdagang di Tiongkok. Hal itu dilakukan karena Portugis menganggap terlalu banyak persaingan dagang di Nusantara. Ditambah lagi, menurut mereka Nusantara itu terlalu luas. Nah dari cerita kutipan pertama dapat kita katakan bahwa Bangsa Portugis singgah di Nusantara (bukan Indonesia) hanya untuk berdagang bukan menjajah.

Lanjut cerita ke Belanda, Orang Belanda pertama yang singgah diNusantara adalah 22 Juni 1596, yang mana kala itu ada total empat buah kapal Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Mereka berhasil merapat di Pelabuhan Banten. Tujuan utama mereka datang ke Nusantara juga bukan untuk menjajah tetapi untuk Berdagang seperti Bangsa Portugis dulu, ouh iya yang perlu kamu tahu juga bahwa pada saat Cornelis de Houtman merapat Nusantara masih dalam bentuk kerajaan kerajaan kecil, SO Indonesia pada zaman itu belum ada, yang ada hanya kerajaan kerajaan yang memimpin disetiap kepulauan nusantara. Nah hal yang menarik adalah Cornelis de Houtman ternyata harus di Usir dari Banten karena mereka sangat arogan.

Kemudian 2 tahun berlalu tepat pada tahun 1598 datang lagi dua pedagang asal Belanda (pedagang ya Bukan Penjajah) Ekspedisi yang dipimpin oleh Jacob van Neck, van Heemskerck, dan van Waerwjick itu berhasil mengambil simpati penguasa Banten, sehingga mereka diperbolehkan berdagang disana.

Sekian bulan berlalu, perdagangan di perairan Nusantara semakin ramai. Hal itu pun menimbulkan konflik baik sesama pedagang Belanda maupun dengan pedagang Portugis dan bahkan Inggris. Inilah yang menjadi duduk masalah didirikannya perserikatan dagang bernama Verenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Namun sekali lagi VOC tidak mewakili negara Belanda sebagai  Mereka cuma perusahaan dagang yang diberi izin yang dikenal sebagai “Hak Octooi” oleh pemerintah Belanda untuk menjalankan diplomasi hingga perang kalau perlu di Asia untuk merebut wilayah-wilayah yang dianggap strategis bagi perdagangannya. Hingga beberapa Tahun Kemudian VOC hancur karena kasus Korupsi dari Anggotanya.

Nah pertanyaan saya lalu kapan Belanda menjajah Indoensia? Begini ceritanya Menurut ArsipIndonesia.com, VOC yang dibubarkan itu lantas diganti sistemnya oleh Belanda menjadi daerah otonomi yang dikenal sebagai Nederlands Indie atau Dutch East Indies, yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Hindia Belanda, di bawah pimpinan Gubernur Jenderal. Sejak tahun 1800, Hindia Belanda berusaha melebarkan kekuasaannya di Nusantara lewat penjajahan.

Namun, tentu saja hal itu nggak mudah mereka lakukan. Berbagai perlawanan memerangi Hindia Belanda banyak terjadi di Nusantara dari rentang tahun 1800 hingga 1912. Seperti yang tertulis dalam buku sejarah yang saya pernah abca pada tahun pertama Belanda Mencoba Menjajah ke Berbagai penjuru Nusantara Hingga terjadi beberapa peperangan dan hingga akhirnya pada tahun 1912 hampir semua wilayah Nusantara bertekuk lutut dibawah jajahan Belanda. Ingat ya Nusantara bukan Indonesia. Lalu Kapan donk Indonesia dijajah?? Sabar mari kita lanjutkan ceritanya !!

Nah pada tahun 1912 hingga 1942 Belanda menduduki hampir semua wilayah Nusantara namun tidak dengan timor timor yang sekarang jadi Timor Leste Karena Daerah Timur Indonesia dulu itu dijajah oleh Portugis.  Nah pada tahun 1942 Hingga 1945 Nusantara dijajah Oleh Inggris dan Jepang. Hingga 1945 akhirnya Nusantara Merdeka dan Berubah Nama menjadi Indonesia Hingga saat ini. Nah selanjutnya Kolonial Belanda kembali singgah ke Indonesia Berdasarkan Civil Affairs Agreement, pada 23 Agustus 1945 Inggris bersama tentara Belanda mendarat di Sabang, Aceh. 15 September 1945, tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di Jakarta, dengan didampingi Dr. Charles van der Plas, wakil Belanda pada Sekutu. Kehadiran tentara Sekutu ini, diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration - pemerintahan sipil Hindia Belanda) yang dipimpin oleh Dr. Hubertus J van Mook selain itu juga Kehadiran sekutu dan kolonial melibatkan beberapa pertempuran diantaranya adalah :

  1. Pertempuran Bojong Kokosan, di Bojong Kokosan, Sukabumi pada 9 Desember 1945, dipimpin Letkol (TKR) Eddie Sukardi.
  2. Pertempuran Lima Hari, di Semarang pada 15-19 Oktober 1945 (melawan Jepang).
  3. Peristiwa 10 November, di daerah Surabaya pada 10 November 1945, dipimpin Kolonel (TKR) Sungkono.
  4. Pertempuran Medan Area, di daerah Medan dan sekitarnya pada 10 Desember 1945-10 Agustus 1946, dipimpin oleh Kolonel (TKR) Achmad Tahir.
  5. Palagan Ambarawa, di daerah Ambarawa, Semarang pada 12-15 Desember 1945, dipimpin Kolonel (TKR) Sudirman.
  6. Pertempuran Lengkong, di daerah Lengkong, Serpong pada 25 Januari 1946, dipimpin oleh Mayor (TKR) Daan Mogot.
  7. Bandung Lautan Api, di daerah Bandung pada 23 Maret 1946, atas perintah Kolonel (TRI) A.H. Nasution.
  8. Pertempuran Selat Bali, di Selat Bali pada April, dipimpin oleh Kapten Laut (TRI) Markadi.
  9. Pertempuran Margarana, di Margarana, Tabanan, Bali pada 20 November 1946, dipimpin oleh Letkol (TRI) I Gusti Ngurah Rai.
  10. Pembantaian Westerling, di Sulawesi Selatan pada 11 Desember 1946-10 Februari 1947, akibat dari perburuan terhadap Wolter Monginsidi.
  11. Pertempuran Lima Hari Lima Malam, di Palembang pada 1-5 Januari 1947, dipimpin oleh Kolonel (TRI) Bambang Utojo.
  12. Pertempuran Laut Cirebon, di Cirebon pada 7 Januari 1947, dipimpin oleh Kapten Laut (TRI) Samadikun.
  13. Pertempuran Laut Sibolga, di Sibolga pada 12 Mei 1947, dipimpin oleh Letnan II Laut (TRI) Oswald Siahaan.
  14. Agresi Militer I pada 21 Juli-5 Agustus 1947.
  15. Pembantaian Rawagede di Rawagede, Karawang pada 9 Desember 1947, akibat dari perburuan terhadap Kapten (TNI) Lukas Kustarjo.
  16. Agresi Militer II pada 19–20 Desember 1948.
  17. Serangan Umum 1 Maret 1949, di Yogyakarta pada 1 Maret 1949, dipimpin oleh Letkol (TNI) Suharto.
  18. Serangan Umum Surakarta, di Surakarta pada 7-10 Agustus 1949, dipimpin oleh Letkol (TNI) Slamet Rijadi.

Nah setelah itu akhirnya kolonial Belanda Menyerah dan mengesahkan Indonesia Sebagai Negara yang berdaulat. Ok sampai situ apakah ada yang tahu berapa lama Indonesia Di jajah?? Jawabannya adalah TIDAK PERNAH !! karena selama hampir 30 Tahun (1912 s/d 1942) Belanda Menetap mereka hanya berhasil Menduduki Wilayah Nusantara Bukan INDONESIA. Negara Indonesia lahir pada 1945 yang diutarakan dalam teks proklamasi Oleh Ir. Soekarno. Memang Jika mengingat Kolonial Belanda dan sekutu kembali datang mencoba menjajah Kembali namun nyatanya mereka Gagal Maning SON.

Bahkan dalam buku Bukan 350 Tahun Dijajah yang ditulis oleh Prof. Mr. G. J. Resink, seorang sejarawan keturunan Belanda, juga dibantah tuh kalau Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun. Justru yang benar adalah sebaliknya, Belanda membutuhkan waktu sekitar 300 tahun untuk menaklukkan seluruh wilayah yang sekarang dikenal bernama Indonesia.

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

[REPOST] Keunggulan SMP – SMA Al Ma’soem : Tindak Tegas Nyontek
8 Oktober 2019
Oleh : Asep Sujana, Drs. M.M Sejalan dengan mengemukanya perdebatan di berbagai diskusi formal dan media masa tentang sanksi hukuman mati  bagi ...
Berprestasi pada Kompetisi Karate Pelajar Tingkat Jawa Barat
28 September 2016
Pada Kompetisi Karate Pelajar Tingkat Jawa Barat 2016 yang dilaksanakan pada 17 – 18 September beberapa waktu lalu, beberapa siswa SMA Al Ma’soem Bandung ...
Raih Juara dalam Pandawa Taekwondo Championship 2016
30 Maret 2016
Siswa dan siswi SMA Al Ma’soem yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler Taekwondo kembali menorehkan prestasi dalam kompetisi bergengsi. Kali ini dua ...
Seni menulis dalam penulisan artikel
20 Agustus 2019
Seni menulis merupakan hak setiap manusia. setiap manusia diciptakan dengan bakat dan selera yang berbeda beda. namun dalam penulisan artikel tetap harus ...
Ajarkan Kepedulian Terhadap Sesama Sejak Dini
8 Maret 2016
TK Al Ma’soem pada Rabu, 24 Februari 2016 lalu melaksanakan aksi kepedulian sosial terhadap masyarakat dengan melakukan kunjungan ke panti asuhan. Bersama ...
san3
MEssa
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top