{"id":9878,"date":"2022-12-21T06:47:44","date_gmt":"2022-12-20T22:47:44","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?post_type=saling-doa&#038;p=9878"},"modified":"2022-12-20T11:50:37","modified_gmt":"2022-12-20T03:50:37","slug":"bentuk-bentuk-kedustaan-atas-nama-allah-swt","status":"publish","type":"saling-doa","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/saling-doa\/bentuk-bentuk-kedustaan-atas-nama-allah-swt\/","title":{"rendered":"Bentuk-bentuk Kedustaan atas Nama Allah SWT"},"content":{"rendered":"<p>\u200e\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650<\/p>\n<p>\u0627\u064f\u0646\u0652\u0638\u064f\u0631\u0652\u2009\u2009\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e\u2009\u2009\u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u2009\u2009\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650\u2009\u2009\u0627\u0644\u0652\u0640\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e\u2005\u2006 \u06d7\u2006\u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u0670\u0649\u2009\u2009\u0628\u0650\u0647\u0656\u06e4\u2009\u2009\u0627\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627\u2009\u2009\u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627<\/p>\n<p>\u201cPerhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).&#8221; (QS. An-Nisa&#8217; 4: Ayat 50).<br \/>\nMengada-adakan kebohongan terhadap Allah<\/p>\n<p>Tafsir as-Sa&#8217;di \/ Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa&#8217;di, pakar tafsir abad 14 H<\/p>\n<p>50. Allah berfirman, \u201cPerhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah?\u201d yaitu dengan cara menyucikan diri mereka sendiri, karena hal itu merupakan pendustaan yang paling besar atas Allah, karena muatan dari penyucian diri mereka itu adalah sebuah kabar bahwa Allah telah menjadikan apa yang mereka lakukan saat itu adalah benar dan apa yang dilakukan kaum Mukminin adalah batil, ini adalah pendustaan yang paling besar dan sebuah pemutarbalikkan kenyataan dan hakikat dengan cara membuat yang haq menjadi batil, dan batil menjadi haq, Karena itulah Allah berfirman, \u201cDan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka),\u201d maksudnya, sangat Nampak dan jelas (bahwa perbuatan itu) mengakibatkan hukuman yang keras dan siksa yang pedih<\/p>\n<p>Kebohongan adalah kebalikan dari kebenaran. Jadi, segala sesuatu yang tidak benar dan dengan sengaja dimaksudkan untuk menyesatkan orang lain adalah dusta.<\/p>\n<p>Berbohong bertentangan dengan sifat dan fisiologi manusia, dan seperti penyakit lainnya, ia memiliki tanda dan gejala uniknya sendiri. Tindakan berbohong menghasilkan konflik batin antara berbagai pusat kendali otak.<br \/>\nSaat seseorang mulai berbohong, tubuhnya mengirimkan sinyal yang bertentangan untuk menyebabkan otot wajah berkedut, kontraksi pupil, keringat, pipi memerah, peningkatan kedipan mata, tremor tangan, dan peningkatan denyut jantung. Ini yang menjadi dasar dari instrumen pendeteksi kebohongan.<\/p>\n<p>Kebohongan yang paling buruk adalah melakukannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Kebohongan dengan memalsukan sesuatu yang datang dari Allah SWT.<br \/>\n\u201cSeandainya dia (Muhammad) mengada-ada sebagian perkataan atas (nama) Kami. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.&#8221; (QS. Al-Haqqah: 44-46).<\/p>\n<p>\u201c\u2026Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, karena barangsiapa menyembunyikannya, sungguh hatinya berdosa&#8230;&#8221; (QS. Al-Baqarah: 283)<\/p>\n<p>\u201c Dan janganlah kamu mencampuradukkan yang haq dengan yang batil atau menyembunyikan yang haq sedang kamu mengetahuinya.\u201d (QS Al-Baqarah: 42)<\/p>\n<p>Dalam beberapa ayat, Allah SWT menyinggung tentang perilaku bohong. Bohong disebut merupakan sifat orang-orang yang tidak diberi petunjuk.<\/p>\n<p>&#8220;&#8230; Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.&#8221; (QS. Al-Mu&#8217;min :28)<\/p>\n<p>&#8220;&#8230; Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang pendusta dan kafir.&#8221; (QS. Az-Zumar:3)<\/p>\n<p>&#8220;&#8230; Kutukan Allah atasnya jika dia termasuk di antara para pendusta.&#8221; (QS. An-Nur :7)<\/p>\n<p>Rasulullah SAW : \u201cSesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga, dan orang yang jujur \u200b\u200bterus berbicara kebenaran sampai dia menjadi orang yang paling benar. Kebohongan membawa ke kejahatan dan kejahatan mengarah ke Neraka, dan pembohong terus berbohong sampai dia terdaftar sebagai pembohong tingkat tinggi di hadapan Allah.&#8221; (HR. Al-Bukhari).<\/p>\n<p>BENTUK-BENTUK KEDUSTAAN ATAS NAMA ALLAH SUBHANAHU WA TA\u2019ALA<\/p>\n<ol>\n<li>Beribadah kepada selain All\u00e2h dengan anggapan bahwa sesembahan-sesembahan selain All\u00e2h itu bisa menjadi perantara di sisi All\u00e2h Azza wa Jalla . Y\u00fbnus\/10: 18]<\/li>\n<li>Mengaku menerima wahyu dari All\u00e2h Azza wa Jalla, demikian juga mengaku mampu menurunkan surat seperti al-Qur\u2019an.[Al-An\u2019\u00e2m\/6: 93]<\/li>\n<li>Menganggap bahwa All\u00e2h Azza wa Jalla memiliki anak. Ini adalah kedustaan dan celaan terhadap All\u00e2h Azza wa Jalla . \u00fbnus\/10: 68]<\/li>\n<li>Mengharamkan rizki yang dianugerahkan oleh All\u00e2h dengan tanpa ilmu. . [Al-An\u2019\u00e2m\/6: 144]<br \/>\nAnaloginya; mengharamkan atau menghalalkan sesuatu tanpa ilmu adalah bentuk kedustaan kepada Allah SWT.<\/li>\n<li>Sesungguhnya All\u00e2h tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap All\u00e2h apa yang tidak kamu ketahui?\u201d [Al-A\u2019r\u00e2f\/7: 28]<\/li>\n<\/ol>\n<p>Semoga kita semakin berhati-hati, agar tidak terjebak dalam perbuatan berdusta atas nama All\u00e2h sehingga akan mendapatkan kebinasaan. Kita memohon bimbingan kebaikan dan perlindungan kepada All\u00e2h Azza wa Jalla dari semua bentuk penyimpangan.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":0,"parent":0,"template":"","class_list":["post-9878","saling-doa","type-saling-doa","status-publish","hentry"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":"","thumbnail":"","medium":"","medium_large":"","large":"","1536x1536":"","2048x2048":"","trp-custom-language-flag":""},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>\u200e\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650 \u0627\u064f\u0646\u0652\u0638\u064f\u0631\u0652\u2009\u2009\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e\u2009\u2009\u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u2009\u2009\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650\u2009\u2009\u0627\u0644\u0652\u0640\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e\u2005\u2006 \u06d7\u2006\u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u0670\u0649\u2009\u2009\u0628\u0650\u0647\u0656\u06e4\u2009\u2009\u0627\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627\u2009\u2009\u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627 \u201cPerhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).&#8221; (QS. An-Nisa&#8217; 4: Ayat 50). Mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tafsir as-Sa&#8217;di \/ Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa&#8217;di, pakar tafsir abad 14 H 50. Allah berfirman, \u201cPerhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah?\u201d yaitu dengan cara menyucikan diri mereka sendiri, karena hal itu merupakan pendustaan yang paling besar atas Allah, karena muatan dari penyucian diri mereka itu adalah sebuah kabar bahwa Allah telah menjadikan apa yang mereka lakukan saat itu adalah benar dan apa yang dilakukan kaum&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"","author_info_v2":{"name":"","url":""},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":[],"featured_image_src_large":false,"author_info":[],"comment_info":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa\/9878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/saling-doa"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}