{"id":18031,"date":"2026-04-23T06:56:50","date_gmt":"2026-04-22T22:56:50","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?post_type=saling-doa&#038;p=18031"},"modified":"2026-04-23T06:56:50","modified_gmt":"2026-04-22T22:56:50","slug":"ucapan-yang-buruk-seperti-pohon-tanpa-akar-mudah-tercabut-dan-tidak-bertahan","status":"publish","type":"saling-doa","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/saling-doa\/ucapan-yang-buruk-seperti-pohon-tanpa-akar-mudah-tercabut-dan-tidak-bertahan\/","title":{"rendered":"Ucapan yang Buruk: Seperti Pohon Tanpa Akar, Mudah Tercabut dan Tidak Bertahan"},"content":{"rendered":"<p>Allah Subhnahau wa Ta&#8217;ala berfirman;<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u2009\u2009\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064d\u2009\u2009\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u062b\u064e\u0629\u064d\u2009\u2009\u0643\u064e\u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d\u2009\u2009\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u062b\u064e\u0629\u0650\u2009\u2009\u0671\u0650\u062c\u0652\u062a\u064f\u062b\u0651\u064e\u062a\u0652\u2009\u2009\u0645\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u2009\u2009\u0627\u0644\u0652\u0627\u064e \u0631\u0652\u0636\u0650\u2009\u2009\u0645\u064e\u0627\u2009\u2009\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627\u2009\u2009\u0645\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627 \u0631\u064d<\/p>\n<p>&#8220;Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.&#8221;\u00a0(QS. Ibrahim 14: Ayat 26)<\/p>\n<p><strong>Perkataan buruk diibaratkan seperti pohon yang jelek, tercabut dari akarnya<\/strong><\/p>\n<p>Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI:\u00a0Dan perumpamaan kalimat yang buruk (kalimat kufur) seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dengan sangat mudah dari permukaan bumi. Akar pohon itu tercerabut sehingga tidak lagi dapat menopangnya supaya dapat tetap tegak berdiri sedikit pun seperti sedia kala. Demikianlah, orang kafir tidak mempunyai keyakinan yang kuat dalam hati dan tidak ada amal darinya yang akan diterima oleh Allah.<\/p>\n<p>Allah Subhanahu Wa Ta\u2019ala menghadirkan sebuah perumpamaan yang sangat dalam tentang ucapan manusia dalam QS Ibrahim ayat 24\u201326. Bukan sekadar indah secara bahasa, tetapi juga tajam dalam menilai kualitas iman dan dampaknya dalam kehidupan.<\/p>\n<p>\u201cDan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.\u201d<\/p>\n<p>Ayat ini tidak sekadar membahas baik dan buruknya ucapan secara lahiriah, tetapi menyingkap sumber kehidupan di balik ucapan itu sendiri: apakah ia berakar kuat atau justru tercerabut dari dasar kebenaran.<\/p>\n<p>Perumpamaan yang Tidak Sederhana.\u00a0Dalam rangkaian ayatnya, Al-Qur\u2019an menggambarkan dua jenis \u201ckalimah\u201d (ucapan):<\/p>\n<p><strong>Kalimah thayyibah (ucapan baik), <\/strong>seperti pohon yang:<\/p>\n<ul>\n<li>Berakar kokoh<\/li>\n<li>Menjulang tinggi<\/li>\n<li>Berbuah terus-menerus<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kalimah khabitsah (ucapan buruk)<\/strong>. seperti pohon yang:<\/p>\n<ul>\n<li>Tercabut dari akarnya<\/li>\n<li>Tidak memiliki keteguhan<\/li>\n<li>Tidak bisa bertahan, apalagi berbuah<\/li>\n<\/ul>\n<p>Perbandingan ini ternyata bukan sekadar \u201cberbuah atau tidak\u201d, tetapi tentang kehidupan, keberlanjutan, dan sumber kekuatan.\u00a0Tiga Tingkatan Kehidupan dan Manfaat<\/p>\n<p>Dari perumpamaan ini, kita bisa memahami tingkatan yang lebih luas dalam kehidupan manusia:<\/p>\n<p><strong>1. Pohon yang baik: <\/strong><\/p>\n<p>Hidup, kokoh, dan terus berbuah \u2192 menggambarkan iman yang kuat dan amal yang terus memberi manfaat<\/p>\n<p><strong>2. Pohon yang tidak berbuah<\/strong><br \/>\nMasih hidup, tapi terbatas manfaatnya \u2192 seperti orang yang memiliki iman, namun belum produktif dalam amal. Meski tidak berbuah, ia masih memberi: naungan, perlindungan dan oksigen.<\/p>\n<p><strong>3. Pohon yang tercabut dari akar<\/strong><br \/>\nTidak hidup dan tidak bermanfaat \u2192 menggambarkan ketiadaan dasar kebenaran. Tidak tumbuh, tidak bertahan, dan tidak memberi manfaat sama sekali<\/p>\n<p>Di sini terlihat jelas: kebatilan bukan hanya tidak produktif, tapi juga tidak memiliki fondasi untuk bertahan dan tidak memberikan mamfaat.<\/p>\n<p>Menguatkan dengan Ciri Orang Beriman.\u00a0Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS Al-Mu\u2019minun ayat 3:\u00a0\u201c\u2026orang-orang yang menjauh dari (perkataan dan perbuatan) yang sia-sia (laghw)\u2026\u201d<\/p>\n<p>Kata laghw memberi kita satu lapisan penting:<\/p>\n<ul>\n<li>Bukan buruk secara terang-terangan<\/li>\n<li>Tetapi tidak memberi manfaat<\/li>\n<\/ul>\n<p>Artinya, Al-Qur\u2019an tidak hanya mengajak meninggalkan yang haram atau buruk, tetapi juga: meninggalkan yang tidak bernilai menuju yang bermanfaat. Tingkatan Ucapan: Dari Merusak hingga Membangun.\u00a0Jika disusun menjadi satu benang merah, maka kualitas ucapan manusia dapat dilihat dalam tiga level:<\/p>\n<ul>\n<li>Level bawah: ucapan buruk \u2192 merusak, menyesatkan, tidak punya dasar (seperti pohon tercabut)<\/li>\n<li>Level tengah: ucapan sia-sia (laghw) \u2192 tidak merusak, tapi juga tidak membangun<\/li>\n<li>Level tinggi: ucapan baik (thayyibah) \u2192 memberi manfaat, menguatkan, dan berbuah kebaikan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Inilah perjalanan seorang mukmin:\u00a0dari meninggalkan yang buruk, naik meninggalkan yang sia-sia, hingga mencapai ucapan yang memberi manfaat.\u00a0Pesan besar dari perumpamaan ini adalah :<\/p>\n<ul>\n<li>Islam tidak hanya mengajarkan manusia untuk \u201chidup\u201d, tetapi:\u00a0hidup yang berakar kuat dan memberi manfaat yang terus mengalir.<\/li>\n<li>Ucapan bukan sekadar suara yang keluar dari lisan, tetapi: cerminan iman, sumber pengaruh dan penentu kebermanfaatan hidup.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Renungan Penutup:\u00a0Setiap hari kita berbicara, setiap kata yang keluar membawa nilai.\u00a0Maka pertanyaannya sederhana ;<\/p>\n<ul>\n<li>Ucapan kita berada pada level yang mana?<\/li>\n<li>Merusak\u2026 sia-sia\u2026 atau memberi manfaat?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena pada akhirnya, bukan banyaknya kata yang akan bernilai, tetapi akar dan buah dari setiap ucapan yang kita keluarkan.\u00a0Doa menjaga lisan dari yang sia-sia dan buruk<\/p>\n<p>\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062d\u0652\u0641\u064e\u0638\u0652 \u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u063a\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u063a\u0652\u0648\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cAllahumma ihfa\u1e93 lis\u0101n\u012b minal-kadhib wal-gh\u012bbah wal-laghw\u201d<\/em><\/p>\n<p>\u201cYa Allah, jagalah lisanku dari dusta, ghibah, dan perkataan yang sia-sia.\u201d<\/p>","protected":false},"featured_media":18032,"parent":0,"template":"","class_list":["post-18031","saling-doa","type-saling-doa","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Al-Maseom-Ucapan-level-kita-berada-di-level-mana.jpeg",1536,1024,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Al-Maseom-Ucapan-level-kita-berada-di-level-mana-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Al-Maseom-Ucapan-level-kita-berada-di-level-mana-300x200.jpeg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Al-Maseom-Ucapan-level-kita-berada-di-level-mana-768x512.jpeg",768,512,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Al-Maseom-Ucapan-level-kita-berada-di-level-mana-1024x683.jpeg",1024,683,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Al-Maseom-Ucapan-level-kita-berada-di-level-mana.jpeg",1536,1024,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Al-Maseom-Ucapan-level-kita-berada-di-level-mana.jpeg",1536,1024,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Al-Maseom-Ucapan-level-kita-berada-di-level-mana.jpeg",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Allah Subhnahau wa Ta&#8217;ala berfirman; \u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u2009\u2009\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064d\u2009\u2009\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u062b\u064e\u0629\u064d\u2009\u2009\u0643\u064e\u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d\u2009\u2009\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u062b\u064e\u0629\u0650\u2009\u2009\u0671\u0650\u062c\u0652\u062a\u064f\u062b\u0651\u064e\u062a\u0652\u2009\u2009\u0645\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u2009\u2009\u0627\u0644\u0652\u0627\u064e \u0631\u0652\u0636\u0650\u2009\u2009\u0645\u064e\u0627\u2009\u2009\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627\u2009\u2009\u0645\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627 \u0631\u064d &#8220;Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.&#8221;\u00a0(QS. Ibrahim 14: Ayat 26) Perkataan buruk diibaratkan seperti pohon yang jelek, tercabut dari akarnya Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI:\u00a0Dan perumpamaan kalimat yang buruk (kalimat kufur) seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dengan sangat mudah dari permukaan bumi. Akar pohon itu tercerabut sehingga tidak lagi dapat menopangnya supaya dapat tetap tegak berdiri sedikit pun seperti sedia kala. Demikianlah, orang kafir tidak mempunyai keyakinan yang kuat dalam hati dan&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"","author_info_v2":{"name":"","url":""},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":[],"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Al-Maseom-Ucapan-level-kita-berada-di-level-mana-1024x683.jpeg",1024,683,true],"author_info":[],"comment_info":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa\/18031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/saling-doa"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}