{"id":14560,"date":"2024-03-06T05:15:54","date_gmt":"2024-03-05T21:15:54","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?post_type=saling-doa&#038;p=14560"},"modified":"2024-05-03T07:17:53","modified_gmt":"2024-05-02T23:17:53","slug":"ajal-tidak-bisa-ditunda-dan-dimajukan","status":"publish","type":"saling-doa","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/saling-doa\/ajal-tidak-bisa-ditunda-dan-dimajukan\/","title":{"rendered":"Ajal Tidak Bisa Ditunda dan Dimajukan"},"content":{"rendered":"<p>\u200e\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650\u2009\u2009\u0627\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d\u2009\u2009\u0627\u064e\u062c\u064e\u0644\u064c\u2005 \u06da\u2005\u0641\u064e\u0627\u0650 \u0630\u064e\u0627\u2009\u2009\u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u2009\u2009\u0627\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0644\u064e\u0627\u2009\u2009\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0626\u06df\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0633\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0629\u064b\u2009\u2009\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u2009\u2009\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0645\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>\u201cDan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.&#8221;(QS. Al-A&#8217;raf 7: Ayat 34).<\/em><\/p>\n<p>Ajal tidak bisa ditunda dan tidak bisa dimajukan<\/p>\n<p>Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI;\u00a0Ayat ini menjelaskan kenyataan sejarah, bahwa tiap-tiap umat atau bangsa itu ada ketentuan yang disebut ajalnya, yaitu batas waktu tertentu untuk maju atau mundur, jaya atau hancur. Yang menentukan ialah Allah sesuai dengan sunah-Nya dan kehendak-Nya. Ketentuan ajal maksudnya ialah ketentuan waktu turunnya azab bagi umat atau bangsa yang telah durhaka, tidak mau menerima kebenaran, berlaku sewenang-wenang sekehendak nafsunya, dan tidak segan-segan mengerjakan yang keji dan mungkar.<\/p>\n<p>Maka ketentuan turunnya azab itu ada dua macam, yaitu yang pertama: umat itu hancur musnah sampai hilang dari permukaan bumi. Seperti malapetaka yang telah diturunkan Allah kepada kaum Nuh, &#8216;Ad, tsamud, Fir&#8217;aun, Luth dan yang lainnya. Umat itu telah hilang dari permukaan bumi sebab kedurhakaan dan keingkaran mereka tidak menerima ajaran-ajaran yang dibawa oleh masing-masing rasul. Sudah diberi peringatan berkali-kali, namun mereka tidak percaya, bahkan semakin membangkang dan sombong. Maka tibalah ajal mereka dengan kehancuran dan kebinasaan sampai musnah.<\/p>\n<p>Firman Allah:<\/p>\n<p><em>Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat. (Hud\/11: 102)<\/em><\/p>\n<p>Azab yang merupakan kehancuran seperti ini, hanya khusus berlaku bagi umat-umat terdahulu yang tidak akan terjadi lagi pada umat Nabi Muhammad, sebab kedatangan Nabi Muhammad adalah rahmat bagi semua penghuni alam ini. Allah berfirman:<\/p>\n<p><em>Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (al-Anbiya&#8217;\/21: 107)<\/em><\/p>\n<p>Ketentuan kedua: umat itu menjadi hina, miskin, bodoh, dijajah, dan lain-lain. Allah menurunkan azab bukan untuk menghancurkannya, tapi umat itu hilang kebesarannya dan kemuliaannya, jatuh menjadi umat yang hina-dina, tidak ada harga dan kemuliaan lagi.<\/p>\n<p>Kenyataan sejarah sudah banyak menunjukkan bahwa umat yang pada mulanya jaya dan terhormat, tapi akhirnya menjadi hina dan melarat, sebab mereka berfoya-foya menghamburkan harta kekayaan untuk maksiat. Berlaku sewenang-wenang berbuat aniaya sesama manusia, menghabiskan harta umat dengan cara yang tidak benar, baik dengan korupsi, menipu dan lain-lain. Penyakit syirik merebak dengan suburnya, di samping menyembah Allah, mereka juga menyembah makhluk-Nya. Maka datanglah ajal umat atau bangsa itu, mereka menjadi umat yang lemah dan hina di mata manusia.<\/p>\n<p>Kedatangan azab tidak dapat ditangguhkan walaupun sesaat dan tidak pula dapat dimajukan. Tidak seorang pun yang tahu saat datangnya azab itu, apakah di waktu malam, atau di waktu siang, kadang-kadang datangnya dengan tiba-tiba, di saat umat itu sedang lengah, sedang lupa daratan, sedang bersenang-senang, turunlah azab Allah dengan sekonyong-konyong. Seandainya diketahui kapan ajal itu akan datang, tentu mereka minta ditangguhkan, dan mereka segera memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka, dan meninggalkan perbuatan keji dan dosa dan lain-lain.<\/p>\n<p>Datangnya ajal secara tiba-tiba itu, memberikan pengertian bahwa Allah Mahakuasa dan tidak bisa dihalangi dan ditandingi oleh kekuasaan manusia. Akhirnya umat itu menyesal, namun penyesalan itu tidak berguna.<\/p>\n<p>Peringatan untuk pemimpin, mau membuat negara ini mulya atau negara ini hina.<\/p>\n<p>Semoga Indonesia Menjadi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur, sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya.<\/p>","protected":false},"featured_media":6154,"parent":0,"template":"","class_list":["post-14560","saling-doa","type-saling-doa","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/makam.jpeg",1280,960,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/makam-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/makam-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/makam-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/makam-1024x768.jpeg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/makam.jpeg",1280,960,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/makam.jpeg",1280,960,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/makam.jpeg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>\u200e\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650\u2009\u2009\u0627\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d\u2009\u2009\u0627\u064e\u062c\u064e\u0644\u064c\u2005 \u06da\u2005\u0641\u064e\u0627\u0650 \u0630\u064e\u0627\u2009\u2009\u062c\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u2009\u2009\u0627\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0644\u064e\u0627\u2009\u2009\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0626\u06df\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0633\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0629\u064b\u2009\u2009\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u2009\u2009\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0645\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u201cDan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.&#8221;(QS. Al-A&#8217;raf 7: Ayat 34). Ajal tidak bisa ditunda dan tidak bisa dimajukan Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI;\u00a0Ayat ini menjelaskan kenyataan sejarah, bahwa tiap-tiap umat atau bangsa itu ada ketentuan yang disebut ajalnya, yaitu batas waktu tertentu untuk maju atau mundur, jaya atau hancur. Yang menentukan ialah Allah sesuai dengan sunah-Nya dan kehendak-Nya. Ketentuan ajal maksudnya ialah ketentuan waktu turunnya azab bagi umat atau bangsa yang telah durhaka, tidak mau menerima kebenaran,&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"","author_info_v2":{"name":"","url":""},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":[],"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/makam-1024x768.jpeg",1024,768,true],"author_info":[],"comment_info":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa\/14560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/saling-doa"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}