{"id":14120,"date":"2023-12-14T09:02:41","date_gmt":"2023-12-14T01:02:41","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?post_type=saling-doa&#038;p=14120"},"modified":"2023-12-13T09:07:01","modified_gmt":"2023-12-13T01:07:01","slug":"allah-melarang-keras-mengikuti-hukum-hukum-selain-yang-diturunkan-nya","status":"publish","type":"saling-doa","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/saling-doa\/allah-melarang-keras-mengikuti-hukum-hukum-selain-yang-diturunkan-nya\/","title":{"rendered":"Allah Melarang Keras Mengikuti Hukum-hukum Selain yang Diturunkan-Nya"},"content":{"rendered":"<p>\u200e\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0627\u0650 \u0646\u0652\u2009\u2009\u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652\u2009\u2009\u0627\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u2009\u2009\u0645\u064e\u0646\u0652\u2009\u2009\u0641\u0650\u0649\u2009\u2009\u0627\u0644\u0652\u0627\u064e \u0631\u0652\u0636\u0650\u2009\u2009\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0652\u0643\u064e\u2009\u2009\u0639\u064e\u0646\u0652\u2009\u2009\u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0644\u0650\u2009\u2009\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650\u2005 \u06d7\u2005\u0627\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u064a\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u2009\u2009\u0648\u064e\u0627\u0650 \u0646\u0652\u2009\u2009\u0647\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0627\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u2009\u2009\u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u0635\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>\u201cDan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.&#8221; (QS. Al-An&#8217;am 6: Ayat 116)<\/em><\/p>\n<p>Allah melarang keras mengikuti hukum-hukum selain yang diturunkan-Nya<\/p>\n<p>Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Jika kaum Muslimin selalu mengikuti kemauan orang-orang non Muslim, niscaya mereka berhasil menyesatkan kaum Muslimin dari jalan Allah. Oleh karena itu, Allah melarang keras mengikuti hukum-hukum selain yang diturunkan-Nya. Larangan itu diperkuat oleh kenyataan bahwa kaum musyrik hanya mengikuti persangkaan belaka dalam akidah mereka. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu, dan selalu berdusta kepada Allah. Mereka juga menghalalkan bangkai dan hewan yang diperuntukkan bagi berhala.<\/p>\n<p>Sejarah membuktikan bahwa timbulnya kesesatan pada sebagian besar manusia di dunia adalah karena mereka mengikuti hawa nafsu dan prasangka. Ahli Kitab telah meninggalkan petunjuk nabi-nabi mereka dan tersesat jauh dari kebenaran. Demikian pula para penyembah berhala telah jauh dari petunjuk nabi-nabi mereka. Nabi Muhammad diberi tahu oleh Allah tentang keadaan umat-umat terdahulu itu dan ini membuktikan kebenaran beliau sebagai Rasul.<\/p>\n<p>Berhukum dengan Selain Hukum Allah<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u06df\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0671\u0644\u0652\u0643\u064e\u0670\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>\u201cBarang siapa yang tidak memutuskan perkara berdasarkan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir\u201d (QS. Al-Ma\u2019idah: 44).<\/em><\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u06df\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0671\u0644\u0638\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>Barang siapa tidak memutuskan perkara berdasarkan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim\u201d (QS. Al-Ma\u2019idah: 45).<\/em><\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u06df\u0644\u064e\u0670\u0653\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0671\u0644\u0652\u0641\u064e\u0670\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>\u201cBarang siapa tidak memutuskan perkara berdasarkan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik\u201d (QS. Al-Ma\u2019idah: 47).<\/em><\/p>\n<p><em>Abu \u2018Ali berkata, \u201cSesungguhnya orang yang mencari hukum selain hukum Allah, karena dia tidak rida dengan hukum Allah, maka dia kafir. Inilah keadaan kaum Yahudi\u201d (Lihat al-Jami\u2019 li Ahkam al-Qur\u2019an, 7: 494).<\/em><\/p>\n<p>Thawus menjelaskan maksud \u201cbarang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka mereka itu orang-orang yang kafir\u201d dengan berkata, \u201cHal tersebut bukanlah kekafiran yang secara otomatis menyebabkan pelakunya keluar dari agama\u201d (Lihat Tafsir al-Qur\u2019an al-\u2018Azhim, 3: 120; cet. Dar Thaibah).<\/p>\n<p>Thawus juga meriwayatkan dari Ibnu \u2018Abbas tentang makna ayat di atas. Ibnu \u2018Abbas Radhiyallahu\u2019anhuma berkata, \u201cItu bukan kekafiran, sebagaimana yang mereka sangka\u201d (HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak) (Lihat Tafsir al-Qur\u2019an al-\u2018Azhim, 3: 120; cet. Dar Thaibah).<\/p>\n<p>Ibnu Jarir ath-Thabari meriwayatkan dari Thawus, meriwayatkan dari Ibnu \u2018Abbas mengenai maksud ayat di atas. Ibnu \u2018Abbas berkata, \u201cHal itu adalah penyebab kekafiran. Ia bukanlah kekafiran seperti halnya orang yang kafir kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya\u201d (Lihat al-Qaul al-Ma\u2019mun, hal. 17).<\/p>\n<p>Dalam riwayat yang lain, Ibnu \u2018Abbas mengatakan, \u201cBarang siapa yang tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah, maka dia telah melakukan perbuatan yang menyerupai perbuatan orang kafir\u201d (Lihat al-Jami\u2019 li Ahkam al-Qur\u2019an, 7:497).<\/p>\n<p>Ibnu Mas\u2019ud dan al-Hasan menafsirkan, \u201cAyat itu berlaku umum bagi siapa pun yang tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah, baik dari kalangan umat Islam, Yahudi, dan orang-orang kafir. Artinya, orang tersebut membenarkan dan meyakini perbuatannya berhukum terhadap hukum selain hukum Allah. Adapun orang yang melakukannya, sementara dia berkeyakinan dirinya melakukan perbuatan yang haram, maka dia tergolong orang muslim yang berbuat fasik\u201d (Lihat al-Jami\u2019 li Ahkam al-Qur\u2019an, 7: 497).<\/p>\n<p>Imam al-Qurthubi berkata, \u201cApabila orang tersebut berhukum dengannya (yaitu bukan dengan hukum yang diturunkan Allah pent.), karena dorongan hawa nafsu atau kemaksiatan, maka itu adalah dosa yang masih bisa mendapatkan ampunan, berdasarkan kaidah Ahlus Sunnah yang menetapkan (terbukanya) ampunan bagi para pelaku dosa besar\u201d (Lihat al-Jami\u2019 li Ahkam al-Qur\u2019an, 7: 498-499).<\/p>\n<p>Ibnul Qoyyim berkata, \u201cSesungguhnya berhukum dengan selain hukum yang diturunkan Allah mencakup dua jenis kekafiran; ashghar dan akbar. Tergantung keadaan orang yang mengambil keputusan hukum. Apabila dia meyakini bahwa dia wajib menerapkan hukum Allah atas kejadian ini, namun dia berpaling darinya karena maksiat, dan di saat yang sama dia mengakui bahwa dirinya layak untuk menerima hukuman, maka ini adalah kufur ashghar. Namun, apabila dia meyakini bahwa hal itu tidak wajib, atau dia bebas (untuk mengikutinya atau tidak, pent), sementara dia yakin bahwa itu adalah hukum Allah, maka ini adalah kufur akbar. Adapun, apabila dia tidak tahu atau bersalah, maka orang ini terhitung sebagai pelaku kekeliruan (yang tidak disengaja), sehingga baginya berlaku hukum orang yang tak sengaja berbuat kesalahan.\u201d (Lihat adh-Dhau\u2019 al-Munir \u2018ala at-Tafsir, 2: 400).<\/p>\n<p>Syekh Ibnu \u2018Utsaimin Rahimahullah menyimpulkan, bahwa orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah dihukumi kafir pada 3 keadaan:<\/p>\n<p>[1] apabila dia meyakini bolehnya berhukum dengan selain hukum Allah. Karena segala hukum yang bertentangan dengan hukum Allah adalah hukum jahiliyah. Keadaan orang ini seperti keadaan orang yang menghalalkan zina dan khamr;<\/p>\n<p>[2] apabila dia meyakini bahwa hukum selain Allah sejajar dengan hukum Allah;<\/p>\n<p>[3] apabila dia meyakini hukum selain Allah lebih baik daripada hukum Allah (Lihat al-Qaul al-Mufid \u2018ala Kitab at-Tauhid, 2: 69; cet. Maktabah al-\u2018Ilmu).<\/p>\n<p>Syekh Shalih bin Sa\u2019ad as-Suhaimi menambahkan, \u201cBarang siapa yang berkeyakinan bahwa hukum Allah sudah tidak cocok untuk diterapkan pada masa kini, sehingga kita hanya wajib menerapkan undang-undang buatan (manusia), dengan dalih hukum Allah habis masa berlakunya, telah lewat, dan sirna (tidak cocok), maka ini kekafirannya lebih parah daripada yang lainnya.\u201d (Lihat transkrip Syarh Tsalatsat al-Ushul, hal. 66).<\/p>\n<p>Meskipun demikian, tidaklah setiap orang yang mengganti hukum syariat dengan undang-undang buatan manusia dapat dengan serta-merta dikafirkan begitu saja. Syekh Ibnu \u2018Utsaimin berkata, \u201cKetika kami katakan bahwa pelakunya adalah kafir, maka yang kami maksud adalah perbuatannya itu mengantarkan dirinya kepada kekafiran. Namun, bisa jadi orang yang menetapkan aturan tersebut mendapat uzur (sehingga tidak bisa dikafirkan, pent). Semisal dia terkecoh dengan pernyataan \u201chal ini tidak bertentangan dengan Islam\u201d, \u201chal ini termasuk maslahat mursalah\u201d, \u201cmasalah ini diserahkan Islam kepada manusia (terserah bagaimana mereka mengaturnya, pent)\u201d (Lihat al-Qaul al-Mufid, 2: 69).<\/p>\n<p>Ketika mendengar ada sebagian orang yang hendak melakukan pemberontakan kepada penguasa pada waktu itu, Imam Ahmad mengatakan, \u201cSubhanallah! Subhanallah! Pertumpahan darah! Pertumpahan darah! Aku tidak sepakat dengannya dan aku tidak memerintahkan hal itu. Bersabar di atas keadaan kita sekarang ini lebih baik daripada terjerumus ke dalam fitnah. Karena terjadinya fitnah (pemberontakan) akan membuat darah tertumpah di mana-mana, harta-harta dirampas, dan kehormatan diinjak-injak.\u201d (Lihat Da\u2019aa\u2019im Minhaj Nubuwwah, hal. 264).<\/p>\n<p>\u00a9 2023 muslim.or.id<br \/>\nSumber: https:\/\/muslim.or.id\/70009-berhukum-dengan-selain-hukum-allah.html<\/p>\n<p>Barang siapa yang tidak memutuskan perkara tidak berdasarkan hukum Alllah bisa dikatakan kafir, zalim dan fasik (QS Al Maidah 44, 45 dan 47). Walaupun kondisi sekarang belum mempergunakan hukum Allah, tapi keinginan, harapan harus selalu ada\u2026memutuskan perkara berdasarkan hukum Allah.<\/p>\n<p>Semoga kita tidak berada dalam katagori ketiga keburukan tersebut (kafir, zalim dan fasik), dan masih mempunyai keinginan mengisi sisa sisa umur dengan mempergunakan aturan aturan yang diturunkan Allah SWT.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":14103,"parent":0,"template":"","class_list":["post-14120","saling-doa","type-saling-doa","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Atlet-berprestasi-di-SMP-Al-Masoem.jpg",713,475,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Atlet-berprestasi-di-SMP-Al-Masoem-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Atlet-berprestasi-di-SMP-Al-Masoem-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Atlet-berprestasi-di-SMP-Al-Masoem.jpg",713,475,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Atlet-berprestasi-di-SMP-Al-Masoem.jpg",713,475,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Atlet-berprestasi-di-SMP-Al-Masoem.jpg",713,475,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Atlet-berprestasi-di-SMP-Al-Masoem.jpg",713,475,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Atlet-berprestasi-di-SMP-Al-Masoem.jpg",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>\u200e\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0650 \u0646\u0652\u2009\u2009\u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652\u2009\u2009\u0627\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u2009\u2009\u0645\u064e\u0646\u0652\u2009\u2009\u0641\u0650\u0649\u2009\u2009\u0627\u0644\u0652\u0627\u064e \u0631\u0652\u0636\u0650\u2009\u2009\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0652\u0643\u064e\u2009\u2009\u0639\u064e\u0646\u0652\u2009\u2009\u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0644\u0650\u2009\u2009\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650\u2005 \u06d7\u2005\u0627\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u064a\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u2009\u2009\u0648\u064e\u0627\u0650 \u0646\u0652\u2009\u2009\u0647\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0627\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u2009\u2009\u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u0635\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u201cDan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.&#8221; (QS. Al-An&#8217;am 6: Ayat 116) Allah melarang keras mengikuti hukum-hukum selain yang diturunkan-Nya Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Jika kaum Muslimin selalu mengikuti kemauan orang-orang non Muslim, niscaya mereka berhasil menyesatkan kaum Muslimin dari jalan Allah. Oleh karena itu, Allah melarang keras mengikuti hukum-hukum selain yang diturunkan-Nya. Larangan itu diperkuat oleh kenyataan bahwa kaum musyrik hanya mengikuti persangkaan belaka dalam akidah mereka.&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"","author_info_v2":{"name":"","url":""},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":[],"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Atlet-berprestasi-di-SMP-Al-Masoem.jpg",713,475,false],"author_info":[],"comment_info":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa\/14120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/saling-doa"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14103"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}