{"id":12577,"date":"2023-06-21T05:16:43","date_gmt":"2023-06-20T21:16:43","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?post_type=saling-doa&#038;p=12577"},"modified":"2024-05-03T07:25:41","modified_gmt":"2024-05-02T23:25:41","slug":"larangan-agama-islam-dijadikan-bahan-ejekan-dan-permainan","status":"publish","type":"saling-doa","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/saling-doa\/larangan-agama-islam-dijadikan-bahan-ejekan-dan-permainan\/","title":{"rendered":"Larangan Agama Islam Dijadikan Bahan Ejekan dan Permainan"},"content":{"rendered":"<p>\u200e\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650<\/p>\n<p>\u064a\u0670\u06e4\u0640\u0627\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627\u2009\u2009\u0644\u064e\u0627\u2009\u2009\u062a\u064e\u0640\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0652\u0627\u2009\u2009\u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627\u2009\u2009\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064b\u0627\u2009\u2009\u0645\u0651\u0650\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u064f\u0648\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u0670\u0628\u064e\u2009\u2009\u0645\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0648\u064e\u0627 \u0644\u0652\u0640\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u2009\u2009\u0627\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u2005 \u06da\u2005\u0648\u064e\u0627 \u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e\u2009\u2009\u0627\u0650\u0646\u0652\u2009\u0643\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>\u201cWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.&#8221; (QS. Al-Ma&#8217;idah 5: Ayat 57)<\/em><\/p>\n<p>Jangankan membela Islam, malah Islam dijadikan bahan ejekan dan permainan<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u0633\u064e\u0627\u064e \u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0644\u064e\u064a\u064e\u0640\u0642\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e\u2009\u2009\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u2009\u2009\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627\u2009\u2009\u0646\u064e\u062e\u064f\u0648\u0652\u0636\u064f\u2009\u2009\u0648\u064e\u0646\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f\u2005 \u06d7\u2005\u0642\u064f\u0644\u0652\u2009\u2009\u0627\u064e\u0628\u0650\u0627 \u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650\u2009\u2009\u0648\u064e\u0627\u0670 \u064a\u0670\u062a\u0650\u0647\u0656\u2009\u2009\u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0656\u2009\u2009\u0643\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0621\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>\u201cDan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah, Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?&#8221; (QS. At-Taubah 9: Ayat 65).<\/em><\/p>\n<p>Obrolan dengan maksud bermain-main bisa mendatangkan murka Allah SWT.<\/p>\n<p>Inilah kisah seorang lelaki Madinah tak bernama. Ia hanya disebut sebagai lelaki yang mengikuti Perang Tabuk. Betapa mulianya seseorang yang mengikuti perang bersama Rasulullah. Tapi sungguh sayang, kemuliaan itu tak diikuti dengan kemuliaan akhlaknya. Dengan ringan ia berkata, \u201cKami tak pernah melihat orang yang sama dengan para penghafal Aquran ini. Mereka paling kuat dalam urusan makan, paling sering dusta, dan pengecut di hadapan musuh.\u201d<\/p>\n<p>Perkataan orang itu hendak diadukan Auf ke Rasulullah. Namun, ayat lebih dulu sampai dibanding kabar tersebut. Maka turunlah ayat, <em>\u201cDan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, \u2018Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja\u2019. Katakanlah, \u2018Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul -Nya kamu selalu berolok-olok?\u201d (QS at-Taubah [9]: 65)<\/em><\/p>\n<p>Kemudian, lelaki itu mendatangi Rasulullah sembari mengajukan pembelaannya. \u201cWahai Rasulullah kami hanya bercanda dan bermain, kami berbicara dengan pembicaraan dalam perjalanan guna menghilangkan rasa letih dalam perjalanan.\u201d<\/p>\n<p>Umar menggambarkan saat itu posisi Rasulullah sedang di atas unta hendak bepergian. Rasulullah sama sekali tidak menoleh ke lelaki itu. Kaki lelaki tersebut digambarkan tersandung-sandung batu karena merasa bersalah dan memohon seperti tergantung-gantung di pelana unta Nabi SAW.<\/p>\n<p>Kisah ini mengisyaratkan umat manusia, jangan pernah coba-coba mempermainkan Tuhan. Dalam Alquran ditegaskan, \u201c(Yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai olok-olokan dan senda gurau. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini.\u201d (QS al-A\u2019raf [8]: 51).<\/p>\n<p>Perangai orang-orang kafir Quraisy selalu memperolok-olokkan orang beriman. Ayat-ayat Alquran mereka jadikan bahan ejekan. Pada kenyataannya tak ada di antara mereka yang selamat atas kelakuan mereka. Akhirnya, pasti akan menemukan nasib yang sangat tragis.<\/p>\n<p>Islam benar-benar memperhatikan tata krama dalam bertutur kata. Jangan sampai perkataan yang terlontar mengandung unsur memperolok-olokkan. Dalam Alquran juga diterangkan bagaimana cara bertutur kata, \u201cHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (Muhammad), \u2019Raa\u2019ina\u2019, tetapi katakanlah, \u2019Unzhurna\u2019, dan \u2018dengarlah\u2019. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.\u201d (QS al- Baqarah [2]: 104].<\/p>\n<p>Ayat ini menerangkan lebih spesifik cara bertutur kata. Raa\u2019ina, artinya sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Kala para sahabat menggunakan kata-kata tersebut kepada Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam, orang-orang Yahudi pun memakainya pula, akan tetapi mereka pelesetkan. Mereka katakan ru\u2019unah, artinya ketololan yang amat sangat. Ini sebagai ejekan terhadap Rasulullah. Oleh karena itulah, Allah menyuruh para sahabat agar menukar perkataan raa\u2019ina dengan unzhurna yang berarti sama. Di akhir ayat ini Allah juga mengancam orang-orang bertutur kata kasar telah dipersiapkan bagi mereka azab yang peudih.<\/p>\n<p>Dalam Islam, orang yang memperolok-olokkan agama disebut dengan istilah istihzaa. Sifat ini termasuk salah satu dari pembatal keislaman. \u201cPembatal-pembatal keislaman sangat banyak. Di antaranya, juhud (pengingkaran), syirik, dan memperolok-olok agama atau mengingkari sebagian dari syiar agama.<\/p>\n<p>Dalam surat at-Taubah [9] ayat 64, Allah SWT berfirman, \u201cOrang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka, \u2018Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)\u2019. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti.\u201d Ibnu Taimiyah ketika mensyarah ayat itu mengatakan, \u201cAyat ini merupakan nash bahwasanya memperolok-olok Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya hukumnya kafir.\u201d (Ash Sharimul Maslul hlm. 31 dan juga Majmu\u2019 Fatawa (XV\/48).<\/p>\n<p>Betapa banyak saat ini orang-orang menjadikan agama sebagai bahan olok-olokan. Orang yang memakai aksesori keagamaan dan jilbab diejek sebagai orang kampungan. Mereka yang rajin beribadah diolok-olokkan. Bahkan, mereka yang menghidupkan sunah Rasulullah SAW pun menjadi bahan ejekan. Entahkah itu jenggot, siwak, kopiah, celana jingkrank, cadar dan lainnya. Bisa saja perangai mereka mengundang murka dari Allah SWT dan memperlihatkan kuasanya.<\/p>\n<p>Allah SWT tak segan memperlihatkan azab bagi orang yang memperolok-olokkan agama. Seperti firman Allah SWT, <em>\u201cDan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokkan mereka.\u201d (QS al-An\u2019am [6]: 10).<\/em><\/p>\n<p>Semoga kita tidak termasuk orang yang suka memperolok olok agama Islam.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":12560,"parent":0,"template":"","class_list":["post-12577","saling-doa","type-saling-doa","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-17-at-7.45.01-AM.jpeg",1600,1200,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-17-at-7.45.01-AM-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-17-at-7.45.01-AM-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-17-at-7.45.01-AM-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-17-at-7.45.01-AM-1024x768.jpeg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-17-at-7.45.01-AM-1536x1152.jpeg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-17-at-7.45.01-AM.jpeg",1600,1200,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-17-at-7.45.01-AM.jpeg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>\u200e\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650 \u064a\u0670\u06e4\u0640\u0627\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627\u2009\u2009\u0644\u064e\u0627\u2009\u2009\u062a\u064e\u0640\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0652\u0627\u2009\u2009\u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627\u2009\u2009\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064b\u0627\u2009\u2009\u0645\u0651\u0650\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u2009\u2009\u0627\u064f\u0648\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u0670\u0628\u064e\u2009\u2009\u0645\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0648\u064e\u0627 \u0644\u0652\u0640\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u2009\u2009\u0627\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0653\u0621\u064e\u2005 \u06da\u2005\u0648\u064e\u0627 \u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627\u2009\u2009\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e\u2009\u2009\u0627\u0650\u0646\u0652\u2009\u0643\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u201cWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.&#8221; (QS. Al-Ma&#8217;idah 5: Ayat 57) Jangankan membela Islam, malah Islam dijadikan bahan ejekan dan permainan \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652\u2009\u2009\u0633\u064e\u0627\u064e \u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u0644\u064e\u064a\u064e\u0640\u0642\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e\u2009\u2009\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u2009\u2009\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627\u2009\u2009\u0646\u064e\u062e\u064f\u0648\u0652\u0636\u064f\u2009\u2009\u0648\u064e\u0646\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f\u2005 \u06d7\u2005\u0642\u064f\u0644\u0652\u2009\u2009\u0627\u064e\u0628\u0650\u0627 \u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650\u2009\u2009\u0648\u064e\u0627\u0670 \u064a\u0670\u062a\u0650\u0647\u0656\u2009\u2009\u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0656\u2009\u2009\u0643\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652\u2009\u2009\u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0621\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u201cDan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah, Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?&#8221; (QS. At-Taubah&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"","author_info_v2":{"name":"","url":""},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":[],"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-17-at-7.45.01-AM-1024x768.jpeg",1024,768,true],"author_info":[],"comment_info":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa\/12577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/saling-doa"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/saling-doa"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}