{"id":9889,"date":"2022-12-23T09:08:35","date_gmt":"2022-12-23T01:08:35","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=9889"},"modified":"2023-06-07T16:46:15","modified_gmt":"2023-06-07T08:46:15","slug":"penyebab-remaja-melakukan-bunuh-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/penyebab-remaja-melakukan-bunuh-diri\/","title":{"rendered":"Penyebab Remaja Melakukan Bunuh Diri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara tentang bunuh diri memang beberapa waktu lalu marak sekali terjadi pada anak usia remaja. Bahkan dari data Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia (INASP), terdapat 670 jumlah kasus bunuh diri yang resmi dilaporkan. Selain itu, terdapat lebih dari 303 persen kasus bunuh diri yang tidak dilaporkan, data tersebut diperoleh berdasarkan perbandingan data kepolisian dan SRS.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti dilansir dari hallosehat.com lebih dari 90 persen orang yang bunuh diri memiliki gangguan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, atau diagnosis lainnya. Penyakit kronis, penyalahgunaan zat, trauma kekerasan, faktor sosial ekonomi, hingga putus cinta pun umum menjadi pendorong keinginan bunuh diri terutama pada anak usia remaja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usia remaja sendiri sangat rentan menjadi usia yang paling banyak terjadinya bunuh diri karena memang pada usia ini anak masih bimbang dengan dirinya sendiri dan juga dengan lingkungannya. Kebingungan dan kekurangan iman dalam diri remaja membuat banyak dari mereka yang akhirnya memilih mengakhiri hidup dengan bunuh diri dan mereka berpikir dengan mengakhiri hidup semua beban dan masalah dalam hidup mereka bisa berakhir di hari itu saja. Pola pikir seperti ini yang penting dihindari dari anak usia remaja, pada dasarnya bunuh diri bukanlah cara terbaik untuk mengatasi masalah, justru inilah awal dari berbagai macam masalah lainnya akan muncul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam agama islam, mereka yang melakukan tindakan bunuh diri akan dibalas dengan siksaan yang pedih bahkan abadi di dalam neraka. Karena Perilaku ini merupakan dosa besar yang telah dilarang dalam Al Quran dan sunnah. Menurut ust Buya Yahya bunuh diri merupakan takdir Allah SWT tapi dengan sebab kematiannya yang berbeda. Sebagai contoh paling simpel adalah karena kematian adalah ketetapan Allah SWT jika memang belum waktunya seseorang untuk meninggal dengan cara apapun orang tersebut hampir meregang nyawa dia tidak akan meninggal dunia. Jadi, mati bunuh diri termasuk dari ketetapan Allah, karena Allah lebih mengetahui apapun yang terjadi di dunia ini. Namun meski begitu waktu kematian memang ketetapan Allah SWT tapi cara untuk meninggal terkadang adalah pilihan manusia itu sendiri. Maka dari itu tidak aneh jika seseorang bisa melakukan tindakan bunuh diri. Meskipun begitu sebagai umat muslim sejati alangkah baiknya kita menyelesaikan setiap masalah dengan kepala dingin, banyak banyaklah bersujud kepada Allah SWT. Karena kita manusia yang beragama dan memiliki Allah SWT sebagai tempat memohon, meminta dan tempat untuk mencurahkan sejuta isi hati kita maka setiap dalam masa paling suram dalam hidup dan tidak ada manusia untuk dijadikan tempat untuk bersandar masih ada Allah SWT untuk dijadikan tempat curhat, melalui ibadah, shalat, berdoa dan berdzikir. Karena bunuh diri merupakan tindakan yang sangat menyesatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa faktor penyebab kenapa banyak sekali remaja yang melakukan bunuh diri. Seperti di negara Jepang yang menjadi salah satu negara dengan produktivitas bunuh diri yang cukup tinggi faktor utama kenapa banyak pemuda Jepang yang melakukan bunuh diri adalah dipicu dari kasus perceraian, kehilangan pekerjaan, hingga tidak bisa menghidupi keluarga. Penyebab lain juga disebabkan oleh pelecehan seksual yang marak terjadi serta kecemasan akan masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan di Negara Korea Selatan sebagai negara dengan tingkat Bunuh diri tertinggi di antara negara-negara yang menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development terjadi karena masalah kesehatan pribadi dan mental, tetapi juga terkait dengan faktor ekonomi dan tekanan sosial. Fakta ini salah satunya terlihat dari laporan tentang sejumlah artis dan influencer Korea yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia sendiri menjadi negara ke 5 dengan populasi bunuh diri yang cukup banyak setiap tahunnya di susul negara Malaysia, Vietnam, Singapura dan paling tinggi adalah Thailand sebagai negara terbanyak setiap tahunnya melakukan tindakan bunuh diri. Faktor utama terjadinya bunuh diri terutama di Indonesia adalah karena Faktor Depresi. Depresi ini juga biasanya lebih rentan kepada wanita yang memiliki angka depresi yang lebih tinggi dibandingkan pria. Ada juga beberapa kemungkinan hal ini terjadi karena faktor kertidakseimbangan hormonal misalnya adanya depresi Pra Haid, Pasca melahirkan dan masa menopause. Tapi perlu diingat juga Depresi ini tidak hanya dapat dialami oleh orang orang usia produktif atau usia 20-40 tahun tapi juga bisa mengikat para remaja. Para remaja sendiri bisa depresi karena beberapa faktor lainnya seperti kepribadian mereka yang saNgat tertutup, mudah cemas, hipersensitif, dan mereka yang lebih memiliki ketergantungan terhadap orang lain. Bahkan beberapa kasus remaja melakukan bunuh diri karena mereka merasa tidak diterima di lingkungannya seperti karena memiliki kelebihan yang akhirnya menjadi pemicu pembullyan oleh teman teman sebayanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti dilansir dari alodokter ada beberapa ciri remaja atau seseorang yang sedang depresi dan akan melakukan tindakan bunuh diri, diantaranya adalah :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b>Sering membicarakan kegelisahan yang dialaminya<\/b><\/li>\n<li><b>Sering membicarakan tentang kematian<\/b><\/li>\n<li><b>Merasa putus asa dan tidak memiliki gairah hidup<\/b><\/li>\n<li><b>Mudah marah secara tiba-tiba<\/b><\/li>\n<li><b>Kehilangan nafsu makan hingga berat badan berkurang<\/b><\/li>\n<li><b>Sulit tidur dan kerap merasa sedih, cemas, atau stres<\/b><\/li>\n<li><b>Menarik diri dari aktivitas sehari-hari dan orang lain, termasuk keluarga<\/b><\/li>\n<li><b>Menyimpan atau menggunakan obat-obatan terlarang<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan beberapa kasus bunuh diri mereka tidak memperlihatkan ciri ciri seperti demikian, maka dari itu penting juga bagi orang tua dan guru terutama agar lebih mampu memahami anaknya dan diam diam memperhatikan anak anaknya baik itu dari kehidupan mereka sehari hari dan dari media sosialnya. Karena beberapa orang yang memang kurang terbuka terhadap lingkungannya biasanya melampiaskan semua keluh kesahnya di Media Social.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas bagaimana cara mencegah remaja yang memang memiliki ciri ingin melakukan suicide atau bunuh diri? Berikut adalah tipsnya :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak upaya dan cara mencegah seseorang untuk melakukan bunuh diri. Selain dengan cara menyadari diri mereka sendiri terkadang orang yang sudah \u201cgelap\u201d dan tidak bisa berpikir jernih anda sebagai keluarga, saudara dan guru perlu melakukan beberapa hal berikut seperti :\u00a0<\/span><\/p>\n<h1><b>Dengarkan segala keluh kesahnya<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi pendengar yang baik merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah mereka yang memiliki niatan untuk mengakhiri hidupnya. Karena dengan anda mendengarkan semua keluh kesahnya mereka merasa ada yang peduli terhadap mereka, mereka juga menganggap bahwa ada orang yang mau mendengarkan apa yang mereka rasakan. Mudah bukan? Kadang seseorang itu kesepian, membutuhkan orang lain. Anda bisa saja berkata bahwa ada Tuhan yang selalu ada mendengarkan dan melihat kita semua tapi orang yang sudah \u201cgelap\u201d tidak akan pernah mau mendengarkan kata kata seperti itu. Jika memang mereka paham ada Tuhan pasti mereka tidak akan memiliki niatan untuk melakukan bunuh diri.<\/span><\/p>\n<h1><b>Jangan biarkan mereka sendirian dan kesepian<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa ingin mengakhiri hidup itu akan semakin terasa jika ada kesempatan dan kesendirian. Tidak ada orang yang akan melakukan bunuh diri dengan koar koar di toa masjid atau dengan cara berteriak teriak akan melakukan tindakan itu, jika memang ada juga paling hanya orang depresi yang ingin mencari perhatian orang lain. Kebanyakan kasus bunuh diri dilakukan karena mereka sedang sendirian. Hal paling mudah yang bisa anda laksanakan adalah dengan menemani mereka yang memang terlihat ingin mengakhiri hidup. Selain itu cobalah anda untuk menjauhkan dia dari barang barang yang bisa menjadi pemicu mereka melakukan bunuh diri seperti senjata tajam, obat obatan terlarang, racun tikus dan lain sebagainya. Jika anda ada di tempat yang tinggi atau di jalanan yang ramai, usahakan untuk berdiskusi dan dengarkan mereka terlebih dahulu jangan sampai langsung melakukan tindakan yang membuat mereka semakin ingin melakukan tindakan bunuh diri.<\/span><\/p>\n<h1><b>Bantu selesaikan masalahnya<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang akan melakukan bunuh diri biasanya karena mereka menderita secara emosional dan mereka menganggap bahwa bunuh diri adalah cara terbaik yang bisa mereka lakukan. Maka dari itu cobalah anda tawari bantuan yang bisa anda lakukan. Misalkan jika mereka melakukan tindakan itu karena terlilit hutang coba anda diskusikan dengan RT dan RW setempat untuk mencari solusi yang baik, jika mereka ingin melakukan bunuh diri karena menjadi Korban Bullying cobalah untuk mengatasi traumanya dengan terapis. Intinya anda bisa melibatkan kerabat maupun keluarganya untuk ikut serta dalam memecahkan masalah tersebut.<\/span><\/p>\n<h1><b>Bawa ke Psikiater dan Psikolog<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika anda sudah melakukan beberapa tips berikut namun masih belum juga memberikan hasil yang maksimal. Coba anda bawa mereka ke psikiater dan psikolog biar psikiater atau psikolog akan melakukan penanganan tergantung pada penyebab yang mendasari pikiran dan perilakunya untuk bunuh diri.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara tentang bunuh diri memang beberapa waktu lalu marak sekali terjadi pada anak usia remaja. Bahkan dari data Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia (INASP), terdapat 670 jumlah kasus bunuh diri yang resmi dilaporkan. Selain itu, terdapat lebih dari 303 persen kasus bunuh diri yang tidak dilaporkan, data tersebut diperoleh berdasarkan perbandingan data kepolisian dan SRS.\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9890,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Penyebab Remaja Melakukan Bunuh Diri - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Berbicara tentang bunuh diri memang beberapa waktu lalu marak sekali terjadi pada anak usia remaja. Bahkan dari data Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia (I"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[3580,4503,3581,1832,3503],"class_list":["post-9889","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bunuh-diri","tag-ciri-orang-depresi","tag-depresi","tag-remaja","tag-stress"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mental-Health.jpg",956,720,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mental-Health-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mental-Health-300x226.jpg",300,226,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mental-Health-768x578.jpg",768,578,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mental-Health.jpg",956,720,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mental-Health.jpg",956,720,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mental-Health.jpg",956,720,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mental-Health.jpg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Berbicara tentang bunuh diri memang beberapa waktu lalu marak sekali terjadi pada anak usia remaja. Bahkan dari data Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia (INASP), terdapat 670 jumlah kasus bunuh diri yang resmi dilaporkan. Selain itu, terdapat lebih dari 303 persen kasus bunuh diri yang tidak dilaporkan, data tersebut diperoleh berdasarkan perbandingan data kepolisian dan SRS.\u00a0 Seperti dilansir dari hallosehat.com lebih dari 90 persen orang yang bunuh diri memiliki gangguan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, atau diagnosis lainnya. Penyakit kronis, penyalahgunaan zat, trauma kekerasan, faktor sosial ekonomi, hingga putus cinta pun umum menjadi pendorong keinginan bunuh diri terutama pada anak usia&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":3580,"label":"bunuh diri"},{"value":4503,"label":"ciri orang depresi"},{"value":3581,"label":"depresi"},{"value":1832,"label":"remaja"},{"value":3503,"label":"stress"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mental-Health.jpg",956,720,false],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3133,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":3133,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":3580,"name":"bunuh diri","slug":"bunuh-diri","term_group":0,"term_taxonomy_id":3580,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":4503,"name":"ciri orang depresi","slug":"ciri-orang-depresi","term_group":0,"term_taxonomy_id":4503,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":3581,"name":"depresi","slug":"depresi","term_group":0,"term_taxonomy_id":3581,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":1832,"name":"remaja","slug":"remaja","term_group":0,"term_taxonomy_id":1832,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":9,"filter":"raw"},{"term_id":3503,"name":"stress","slug":"stress","term_group":0,"term_taxonomy_id":3503,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":4,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9889"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9889\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}