{"id":9775,"date":"2022-12-12T11:12:37","date_gmt":"2022-12-12T03:12:37","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=9775"},"modified":"2023-02-09T14:58:47","modified_gmt":"2023-02-09T06:58:47","slug":"5-tujuan-utama-belajar-di-pesantren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/5-tujuan-utama-belajar-di-pesantren\/","title":{"rendered":"5 Tujuan Utama Belajar di Pesantren"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesantren atau Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang menekankan pelajaran agama Islam yang didukung asrama sebagai tempat tinggal santri yang bersifat permanen. Menurut M Arifin (2011: 229) adalah suatu lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh serta diakui masyarakat sekitar, dengan sistem asrama dimana santri menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah yang sepenuhnya berada dibawah kedaulatan dari seorang atau beberapa orang kiyai dengan ciri khas yang bersifat karismatik serta independen dalam segala hal. Bahkan menurut Dawam (2004: 02) Pesantren disebutkan sebagai cikal bakal sistem pendidikan Islam di Indonesia dengan corak dan karakter masyarakat pribumi dalam menanamkan ideologi pendidikan di Indonesia. Pesantren ini juga yang menjadi cikal bakal terbentuknya lembaga pendidikan baru seperti boarding school atau sekolah berasrama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pengembangannya, pondok pesantren memiliki tujuan utama terutama dalam pembelajarannya seperti dikutip dari syekhnurjati.ac.id ada beberapa tujuan utama belajar di pesantren menurut para ahli seperti :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Fadlil Al-jamaly belajar di pesantren memiliki 4 tujuan umum seperti :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenalkan manusia dan perannya di antara sesama makhluk dan tanggung jawab pribadinya di dalam hidup ini.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan tanggung jawabnya dalam tata hidup masyarakat\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenalkan manusia akan alam ini dan mengajar mereka untuk mengetahui hikmah diciptakannya serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam tersebut\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengandalkan manusia akan pencipta alam ini (Allah) dan memerintahkan beribadah kepadanya (Soebahar, 2002: 17-20)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Abdl Rahman Saleh menyatakan tujuan pendidikan Islam di pesantren dapat diklasifikasikan menjadi 4 dimensi sesuai dengan tujuannya itu sendiri diantaranya adalah :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan pendidikan jasmani, mempersiapkan diri manusia sebagai pengemban tugas khalifah di bumi, melalui keterampilan-keterampilan fisik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan pendidikan rohani, meningkatkan jiwa dari kesetiaan yang hanya kepada Allah Semata dan melaksanakan moralitas Islami yang diteladani oleh Nabi SAW.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan pendidikan akal. Pengarahan intelegensi untuk menemukan kebenaran dan sebab-sebabnya dengan telaah tanda-tanda kekuasaan Allah dan menemukan pesan-pesan ayat-ayat-Nya yang berimplikasi kepada peningkatan iman kepada sang pencipta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan pendidikan sosial adalah pembentukan kepribadian yang utuh yang menjadi bagian dari komunitas sosial (Shaleh, 1991: 138-153)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan menurut Al Ghazali Tujuan belajar di pesantren meliputi :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aspek keilmuan, yang mengantarkan manusia agar senang berpikir, menggalakan penelitian dan mengembangkan ilmu pengetahuan, menjadi manusia yang cerdas dan terampil.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aspek kerohanian, yang mengantarkan manusia agar berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur dan berkepribadian yang kuat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aspek ketuhanan, yang mengantarkan manusia beragama agar dapat mencapai kehidupan di dunia dan akhirat (Zainuddin, 1991: 48).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan menurut H.M. Arifin (1995: 148) belajar di pesantren memiliki tujuan khusus yaitu mempersiapkan para siswa atau santrinya untuk menjadi orang alim dalam ilmu agama yang diajarkan di pesantren dan tujuan khusus pesantren menurut H.M. Arifin adalah sebagai berikut :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik siswa\/santri anggota masyarakat untuk menjadi seorang muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan, keterampilan dan sehat lahir batin sebagai warga negara yang berPancasila.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik siswa\/santri untuk menjadikan manusia muslim selaku kader-kader ulama dan mubaligh yang yang berjiwa ikhlas, tabah, tangguh, wiraswasta dalam mengamalkan sejarah Islam secara utuh dan dinamis.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik siswa\/santri untuk memperoleh kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya dan bertanggung jawab kepada pembangunan bangsa dan negara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik tenaga-tenaga penyuluh pembangunan mikro (keluarga) dan regional (pedesaan\/masyarakat lingkungannya).\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik siswa\/santri agar menjadi tenaga-tenaga yang cakap dalam berbagai sektor pembangunan, khususnya pembangunan mental-spiritual.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik siswa\/santri untuk membantu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat lingkungan dalam rangka usaha pembangunan masyarakat bangsa (Qomar, 2002: 6-7).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari berbagai penjelasan menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Tujuan utama belajar di pesantren adalah sebagai berikut :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik siswa atau santri menjadi\u00a0 muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, muslim yang berakhlak mulia dan cerdas, serta warga negara Pancasila dalam kesehatan jasmani dan rohani.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melatih siswa atau santri untuk menciptakan kader ulama dan mubaligh yang setia, tabah dan tabah dalam dinamisasi penerapan syariat Islam secara menyeluruh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik karakter peserta didik dan memantapkan semangat nasionalisme sehingga dapat membangun diri dan bertanggung jawab atas pembangunan negara dan bangsa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melatih peserta pelatihan menjadi pekerja terampil di berbagai bidang perkembangan mental dan spiritual.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik siswa untuk meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat sekitarnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar di pesantren selalu identik dengan pembelajaran agama islam padahal pada dasarnya tidak demikian, jika kita menelaah dan melihat dalam sejarah panjang dimana pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memang sangat menjunjung tinggi ilmu agama, pada masa modern seperti ini sudah tidak seperti itu lagi. Justru pondok pesantren modern menjadi salah satu opsi terbaik yang bisa memberikan pengalaman belajar di pesantren menjadi lebih baik lagi. Karena dengan konsep pesantren modern atau boarding school inilah, siswa tidak hanya akan pandai dalam pembelajaran agama tapi juga pandai dalam pembelajaran umum. Sama seperti pesantren Al Masoem yang lebih mampu menyeimbangkan antara pendidikan agama dan pendidikan umum dengan kurikulum yang disempurnakan.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesantren atau Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang menekankan pelajaran agama Islam yang didukung asrama sebagai tempat tinggal santri yang bersifat permanen. Menurut M Arifin (2011: 229) adalah suatu lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh serta diakui masyarakat sekitar, dengan sistem asrama dimana santri menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah yang sepenuhnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5219,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"description":"Pesantren atau Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang menekankan pelajaran agama Islam yang didukung asrama sebagai tempat tinggal santri","title":"5 Tujuan Utama Belajar di Pesantren - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[58,34,184,3519],"class_list":["post-9775","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-boarding-school","tag-pondok-pesantren","tag-sekolah-berasrama","tag-tujuan-utama-belajar-di-pesantren"],"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6637_ed-Large.jpg",1619,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6637_ed-Large-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6637_ed-Large-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6637_ed-Large-768x512.jpg",768,512,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6637_ed-Large-1024x683.jpg",1024,683,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6637_ed-Large-1536x1025.jpg",1536,1025,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6637_ed-Large.jpg",1619,1080,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6637_ed-Large.jpg",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Pesantren atau Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang menekankan pelajaran agama Islam yang didukung asrama sebagai tempat tinggal santri yang bersifat permanen. Menurut M Arifin (2011: 229) adalah suatu lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh serta diakui masyarakat sekitar, dengan sistem asrama dimana santri menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah yang sepenuhnya berada dibawah kedaulatan dari seorang atau beberapa orang kiyai dengan ciri khas yang bersifat karismatik serta independen dalam segala hal. Bahkan menurut Dawam (2004: 02) Pesantren disebutkan sebagai cikal bakal sistem pendidikan Islam di Indonesia dengan corak dan karakter masyarakat pribumi dalam menanamkan ideologi pendidikan&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":58,"label":"boarding school"},{"value":34,"label":"pondok pesantren"},{"value":184,"label":"sekolah berasrama"},{"value":3519,"label":"Tujuan utama belajar di pesantren"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6637_ed-Large-1024x683.jpg",1024,683,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":18182,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":18182,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":58,"name":"boarding school","slug":"boarding-school","term_group":0,"term_taxonomy_id":58,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":139,"filter":"raw"},{"term_id":34,"name":"pondok pesantren","slug":"pondok-pesantren","term_group":0,"term_taxonomy_id":34,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":82,"filter":"raw"},{"term_id":184,"name":"sekolah berasrama","slug":"sekolah-berasrama","term_group":0,"term_taxonomy_id":184,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":40,"filter":"raw"},{"term_id":3519,"name":"Tujuan utama belajar di pesantren","slug":"tujuan-utama-belajar-di-pesantren","term_group":0,"term_taxonomy_id":3519,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9775"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9775\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}