{"id":9585,"date":"2022-11-18T15:29:13","date_gmt":"2022-11-18T07:29:13","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=9585"},"modified":"2023-06-08T09:48:17","modified_gmt":"2023-06-08T01:48:17","slug":"sistem-poin-pelanggaran-di-sekolah-berikut-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/sistem-poin-pelanggaran-di-sekolah-berikut-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Sistem Poin Pelanggaran di Sekolah? Berikut Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap sekolah memiliki cara tersendiri dalam menghadapi siswa bermasalah, dari menggunakan hukuman fisik, seperti :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menghukum siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Disuruh berdiri didepan kelas atau di depan kelas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Disuruh membersihkan toilet sekolah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Memungut sampah di area sekolah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Hormat di depan tiang bendera<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Lari keliling lapangan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Cukur rambut dengan style yang ngasal<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan jongkok<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Gunting celana siswa dan lain sebagainya<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan ada beberapa sekolah yang menggunakan sistem poin pelanggaran yang tidak membawa fisik siswa sebagai hukuman lantas bagaimana implementasi sistem poin pelanggaran di sekolah? Berikut penjelasannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al Masoem merupakan sekolah ramah anak yang tidak menggunakan hukuman fisik sebagai sarana hukuman siswa. Kami menjadikan hukuman fisik menjadi hal yang tabu, jika memang ada juga guru atau pelaku yang menggunakan hukuman fisik kepada siswa pasti akan kami tegur dibelakang siswa, baik itu dia seorang direktur pendidikan, guru, wali santri dan apapun itu. Karena kami memiliki konsep, didikan yang baik adalah dengan tidak menggunakan kekerasan kepada fisik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaik baiknya siswa yang melakukan pelanggaran, tetap teguran yang kami buat hanya dari bahasa itu juga ada etika dan tatacara yang menjadi SOP di Al Masoem seperti membawa siswa ke ruangan BK, jika memang susah mencari siswa yang dimaksud kami secara terpaksa juga menyerukan namanya melalui TOA yang memang mengelilingi area Yayasan yang dimana hanya nama saja tidak dengan pelanggaran yang siswa buat. TOA ini juga berguna untuk memanggil siswa yang memang memiliki urusan tersendiri seperti dijemput oleh orang tua atau hal semacamnya, jadi peringatan atau pemanggilan nama melalui TOA sekolah bukan berarti adalah siswa yang melanggar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya siswa yang memang melanggar akan diberi pertanyaan seputar hal yang mereka lakukan, misalkan siswa berbicara kasar. Siswa akan ditanya sebelum diberikan sanksi, seperti : Apakah benar saudara \u201cjamet\u201d berbahasa kasar ketika di \u201clokasi\u201d pada jam \u201c15.00\u201d bersama saudara \u201ckudasai\u201d? jika siswa tersebut ngeles maka biasanya akan diberikan poin pelanggaran yang double atau ditambah pelanggaran berbohong, jika jujur disini siswa bisa saja hanya diberikan sanksi berupa teguran dan syarat tidak akan melanggar lagi (tidak dipoin) atau bisa juga langsung dieksekusi atau diberikan poin pelanggaran yaitu berbicara kasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka yang mendapatkan poin pelanggaran ringan seperti berbohong, berbicara kasar, melanggar peraturan sekolah (baju keluar, rambut gondrong, celana pensil, rok ngatung, tidak pakai ciput bagi wanita, kesiangan) biasanya akan mendapatkan pemutihan setiap satu semester alias mereka akan kembali menjadi bukan orang yang memiliki poin pelanggaran. Adapun poin pelanggaran maksimal yang dimiliki siswa adalah 100 poin, dimana ini bisa didapatkan secara \u201cngereyeuh\u201d atau secara langsung. Jika memang pelanggaran dicicil, hingga 100 biasanya siswa akan diberikan teguran dan orang tua akan dipanggil ke sekolah, berbeda dengan siswa yang melakukan pelanggaran berat, siswa tersebut akan langsung dikeluarkan dari sekolah. Begitu juga siswa yang berstatus sebagai santri Al Ma&#8217;soem, mereka memiliki poin pelanggaran sebanyak 250 poin, dimana jika melakukan pelanggaran yang nyicil, hingga 100 bahkan 250 atau bhahasa kami memanggilnya dengan pelanggaran tanpa tahapan maka orang tuanya akan dipanggil ke sekolah tapi jika melakukan pelanggaran yang berat langsung dikembalikan kepada orang tuanya. Adapun pelanggaran berat yang kami maksud seperti :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa dan atau menggunakan narkoba dan minuman keras.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa senjata tajam dan senjata api untuk mencelakakan orang lain dan berkelahi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Pemukul pertama dalam perkelahian antar civitas dan atau pemicu yang menyebabkan terjadinya perkelahian\/pemukulan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan tindakan pencurian dan asusila antara lain pelecehan seksual<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa barang-barang bersifat pornografi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menyalahgunakan obat-obatan, barang, bahan dan zat tidak sesuai fungsinya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Memfitnah, mencemarkan nama baik lembaga dan atau civitas Al Ma\u2019soem<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa lawan jenis masuk kamar tanpa seizin pengelola<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Berada di wilayah lawan jenis tanpa seizin pengelola.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa tamu masuk kamar atau menginap tanpa seizin pengelola<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan pemalakan, intimidasi kepada santri lain<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">begitu juga untuk pelanggaran tanpa tahapan di sekolah seperti :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa dan atau menggunakan narkoba, minuman keras, dan senjata api<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa senjata tajam untuk mencelakakan orang lain dan berkelahi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Pemukul pertama dalam perkelahian antar civitas dan atau pemicu yang menyebabkan terjadinya perkelahian\/pemukulan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan tindakan pencurian dan asusila , antara lain pelecehan seksual.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa barang-barang bersifat pornografi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menyalahgunakan obat-obatan, barang, bahan dan zat yang tidak sesuai fungsinya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Memfitnah, mencemarkan nama baik lembaga\u00a0 dan atau civitas Al Ma\u2019soem<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan pemalakan, intimidasi kepada siswa lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mencontek saat evaluasi belajar tertulis yaitu : Ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan ujian nasional\/sekolah. Kriteria mencontek antara lain :<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membuka dan menggunakan catatan, buku pelajaran, dan sumber-sumber catatan lainnya pada saat evaluasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menerima dan atau memberikan contekan dari dan untuk orang lain<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membaca sms yang berkaitan dengan materi tes<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak masuk sekolah tanpa keterangan (alpa) dan ditemukan di luar kampus dalam keadaan berseragam<\/span><\/li>\n<\/ol>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap sekolah memiliki cara tersendiri dalam menghadapi siswa bermasalah, dari menggunakan hukuman fisik, seperti :\u00a0 Menghukum siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis Disuruh berdiri didepan kelas atau di depan kelas Disuruh membersihkan toilet sekolah Memungut sampah di area sekolah Hormat di depan tiang bendera Lari keliling lapangan Cukur rambut dengan style yang ngasal Jalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8513,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Sistem Poin Pelanggaran di Sekolah? Berikut Penjelasannya - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Setiap sekolah memiliki cara tersendiri dalam menghadapi siswa bermasalah, dari menggunakan hukuman fisik, seperti :\u00a0 Menghukum siswa untuk mengerjakan soal di"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[3329,640,2617],"class_list":["post-9585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hukuman-fisik","tag-sistem-poin-pelanggaran","tag-siswa-bermasalah"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/masoem-2.jpeg",631,475,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/masoem-2-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/masoem-2-300x226.jpeg",300,226,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/masoem-2.jpeg",631,475,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/masoem-2.jpeg",631,475,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/masoem-2.jpeg",631,475,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/masoem-2.jpeg",631,475,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/masoem-2.jpeg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Setiap sekolah memiliki cara tersendiri dalam menghadapi siswa bermasalah, dari menggunakan hukuman fisik, seperti :\u00a0 Menghukum siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis Disuruh berdiri didepan kelas atau di depan kelas Disuruh membersihkan toilet sekolah Memungut sampah di area sekolah Hormat di depan tiang bendera Lari keliling lapangan Cukur rambut dengan style yang ngasal Jalan jongkok Gunting celana siswa dan lain sebagainya Sedangkan ada beberapa sekolah yang menggunakan sistem poin pelanggaran yang tidak membawa fisik siswa sebagai hukuman lantas bagaimana implementasi sistem poin pelanggaran di sekolah? Berikut penjelasannya.\u00a0 Al Masoem merupakan sekolah ramah anak yang tidak menggunakan hukuman fisik sebagai&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":3329,"label":"hukuman fisik"},{"value":640,"label":"sistem poin pelanggaran"},{"value":2617,"label":"siswa bermasalah"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/masoem-2.jpeg",631,475,false],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":2792,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":2792,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":3329,"name":"hukuman fisik","slug":"hukuman-fisik","term_group":0,"term_taxonomy_id":3329,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":640,"name":"sistem poin pelanggaran","slug":"sistem-poin-pelanggaran","term_group":0,"term_taxonomy_id":640,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":4,"filter":"raw"},{"term_id":2617,"name":"siswa bermasalah","slug":"siswa-bermasalah","term_group":0,"term_taxonomy_id":2617,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9585"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9585\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}