{"id":9435,"date":"2022-11-08T15:21:05","date_gmt":"2022-11-08T07:21:05","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=9435"},"modified":"2023-06-08T10:39:07","modified_gmt":"2023-06-08T02:39:07","slug":"4-cara-sekolah-mempersiapkan-jiwa-entrepreneurship","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/4-cara-sekolah-mempersiapkan-jiwa-entrepreneurship\/","title":{"rendered":"4 Cara Sekolah Mempersiapkan Jiwa Entrepreneurship"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jiwa entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan merupakan sebuah jiwa kemandirian diri untuk mencari sebuah sumber penghasilan dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain dimana mereka yang memiliki jiwa kewirausahaan ini biasanya dapat menyalurkan kreativitasnya untuk dijadikan sebuah lahan penghasilan. Jiwa entrepreneurship ini juga memang harus bahkan wajib ditanamkan kepada seseorang sejak dini minimal ketika seseorang sudah tahu arti sebuah uang dan pentingnya uang untuk mencari uang. Meskipun ada istilah uang bukanlah segalanya, tapi perlu diingat untuk hidup kita membutuhkan uang untuk bertahan hidup, untuk membeli segala sesuatu dan untuk memberi kepada orang lain. Mereka yang memiliki jiwa entrepreneurship paham bagaimana caranya menghasilkan uang dengan kerja pintar. Maka dari itu jiwa ini sangat penting untuk kehidupan seseorang termasuk seorang pelajar di sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam islam seorang umat muslim juga tidak dilarang bahkan tidak diharamkan untuk berwirausaha minimal menjadi seorang pedagang, jika diartikan pedagang dengan seorang wirausahawan itu memiliki arti yang hampir sama namun secara eksekusi berbeda. Wirausahawan adalah mereka yang membuat sebuah sistem dimana di dalam sistem tersebut terdiri dari sistem, sumber daya manusia dan sumber daya alam berjalan dengan sendirinya dimana seorang wirausahawan ini mampu mengontrol sistem untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Jadi secara tidak langsung seorang wirausahawan tidak terlibat langsung dalam sistem tersebut, secara tidak langsung dia bisa berlibur namun sistem tetap berjalan untuk dirinya sendiri. Dia bebas menikmati hidup, bahkan ketika dia sakit sekalipun sistem itu tidak akan terganggu. Jadi secara tidak langsung sistem itu bekerja untuk dirinya, dan seorang wirausahawan tidak terlibat langsung dengan sistem yang dia buat. Sedangkan pedagang adalah mereka yang menjalankan sebuah bisnis dimana dia masuk langsung ke dalam sistem. Jadi sistem berjalan tergantung dari seorang pedagang itu, misalkan ketika seorang pedagang itu sakit, sistem akan ikut berhenti, begitu juga ketika dia ingin liburan, healing sistem itu akan berhenti karena inti dari sistem itu adalah seorang pedagang itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan seperti dikutip dari store.sirclo Nabi Muhammad SAW sendiri mengajarkan 9 etika berbisnis atau etika dalam berjualan atau berwirausaha seperti :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b>Bersikap jujur<\/b><\/li>\n<li><b>Tolong menolong<\/b><\/li>\n<li><b>Tidak menumpuk harta<\/b><\/li>\n<li><b>Barang yang dijual harus Halal<\/b><\/li>\n<li><b>Bersaing secara sehat<\/b><\/li>\n<li><b>Transaksi jual beli yang tanpa adanya paksaan<\/b><\/li>\n<li><b>Pandai melihat peluang<\/b><\/li>\n<li><b>Jika anda seorang entrepreneur wajib memperlakukan karyawan dengan baik<\/b><\/li>\n<li><b>Menerapkan nilai nilai syariah di segala aspek<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan tahukah anda bahwa Nabi Muhammad saw adalah seorang pedagang yang sukses. Banyak pelajaran dan teladan dari beliau tentang kiat berdagang yang jujur, amanah, dan dapat dipercaya. Maka dari itu dalam agama islam tidak ada larangan bagi seseorang untuk berdagang bahkan berwirausaha, bahkan islam sendiri mengajarkan dan menuntut umatnya untuk berdagang, bahkan ada beberapa hadist yang mengungkapkan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah berdagang seperti Dalam Al-Mughni \u2018an Hamlil Asfar, Al-\u2018Iraqi pada hadits no. 1576 membawakan hadits yang berbunyi :<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0639\u0644\u064a\u0643\u0645 \u0628\u0627\u0644\u062a\u062c\u0627\u0631\u0629 \u0641\u0625\u0646 \u0641\u064a\u0647\u0627 \u062a\u0633\u0639\u0629 \u0623\u0639\u0634\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0631\u0632\u0642\u0629<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">yang artinya \u201cHendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.\u201d Diriwayatkan oleh Ibrahim Al-Harbi dalam Gharib Al-Hadits dari hadits Nu\u2019aim bin \u2018Abdirrahman, bahwa para perawinya tsiqah (kredibel).\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u062a\u0650\u0633\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0634\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062a\u0650\u0651\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u0650<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">artinya : \u201cSembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan.\u201c<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya meskipun dalam Al-Istidzkar (8\/196), Ibnu \u2018Abdil Barr mengisyaratkan bahwa hadits ini dha\u2019if (lemah). Namun bukan berarti kita tidak mempercayainya juga, karena mau bagaimanapun juga segala sesuatu yang banyak manfaatnya jauh lebih baik diambil daripada tidak sama sekali. Karena mau bagaimanapun dalam kehidupan ini seseorang harus berusaha menjadi seorang wirausaha, jangan hanya menjadi seorang karyawan yang berada di bawah telunjuk orang lain, bahkan di dalam realitas dunia mereka yang berdagang kadang jauh lebih sukses daripada mereka yang menjadi seorang karyawan, selama mereka mampu membangun jiwa entrepreneurship nya dan selama dia mampu mengatur keuangan yang mereka miliki. Di sekolah, jiwa entrepreneurship ini di bandung dengan beberapa metode seperti :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>1. Melaksanakan seminar bagi siswa dengan mendatangkan alumni sekolah yang memang sukses di entrepreneurship<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seminar selalu dilaksanakan Al Masoem guna mendongkrak motivasi siswa baik itu siswa SMP dan SMA. Contoh simple aja, seminar pertama yang dilaksanakan adalah pada saat KPAM (Konvergensi Perilaku Model Al Masoem) atau Masa Orientasi Siswa Al Masoem disini siswa diberikan kesempatan untuk bertemu dengan mereka para pertinggi Masoem Group, diberikan tentang edukasi, sejarah Al Masoem dari awal hingga saat ini dan juga memotivasi siswa untuk bisa mengikuti jejak Al Masoem agar lulus bisa menjadi seorang pengusaha hebat. Perlu diketahui juga Al Masoem pertama kali dibangun adalah POM bensin, bukan lembaga pendidikan. Maka bagi kami memotivasi siswa akan jauh lebih mudah akrena memang pengalaman kami ada di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu seminar seminar lainnya juga selalu kami laksanakan rutin terutama saat siswa beranjak ke kelulusan atau kelas 3 SMP dan SMA, disisni biasanya Al Masoem mendatangkan alumni alumni yang memang sukses menjadi seorang entrepreneur sukses, ini penting karena kami memiliki prinsip bahwa seseorang akan dianggap kosong jika mereka hanya membahas sebuah teori, tapi jika seseorang yang berbicara adalah mereka yang pernah merasakan pahitnya merintis sebuah usaha, mereka akan lebih dipercaya oleh orang lain karena mereka memang memiliki pengalaman dari hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p><b>2. Mengajak siswa untuk berentrepreneur dengan memberi wadah wirausaha pada ekstrakurikuler sekolah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal paling unik yang ada di Al Masoem adalah kami memiliki ekstrakurikuler wirausaha dimana dalam ekstrakurikuler ini biasanya bekerja sama dengan mereka yang mengikuti ekstrakurikuler kuliner atau masak, ekstrakurikuler kerajinan, ekstrakurikuler rajut dan lain sebagainya dimana hasil masakan itu akan dijual oleh para peserta ekstrakurikuler wirausaha. Uniknya ini bersifat legal alias memang diperbolehkan oleh sekolah, jadi setiap hari jumat mereka yang ikut serta dalam ekstrakurikuler entrepreneur ini akan berkeliling ke setiap kelas untuk menjual hasil ekstrakurikuler lainnya. Ini sangat penting dan bermanfaat guna membangun jiwa pengusaha yang memang kadang orang yang baru merintis kadang masih malu malu untuk berjualan.<\/span><\/p>\n<p><b>3. Memberikan \u201clapak\u201d khusus siswa untuk menyalurkan jiwa entrepreneur siswa<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga sebuah \u201clapak\u201d bagi siswa yang mengambil ekstrakurikuler kewirausahaan yaitu lapak untuk berjualan atau kami sebut dengan kantin kejujuran, dimana di kantin ini diberikan modal oleh sekolah untuk dikembangkan oleh siswa. Dimana siswa yang mengikuti ekstrakurikuler kewirausahaan bisa menjual berbagai macam hal, dari makanan hingga barang barang ATK yang memang tidak ada di sekolah.<\/span><\/p>\n<p><b>4. Mengajak siswa untuk mengikuti kompetisi tentang kewirausahaan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang paling penting dari semuanya adalah pengalaman dalam membangun dan menjalankan usaha. Setelah itu siswa akan diikutsertakan dalam berbagai macam kompetisi, kompetisi ini biasanya diadakan oleh lembaga lembaga yang memang melek jiwa entrepreneurship siswa, bahkan beberapa tahun lalu sebelum covid 19 menyerang negara kita, siswa SMA Al Masoem menjadi juara 2 dalam kompetisi kewirausahaan, dimana waktu itu mereka menjual sebuah produk inovatif. Memang betul dibawah tangan dingin dan seorang mentor yang baik, segala yang tidak mungkin bisa jadi mungkin. Anda tertarik untuk menjadi seorang entrepreneurship? Jika anda tertarik ada banyak manfaat juga untuk berwirausaha yang akan kita bahas di chapter selanjutnya.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jiwa entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan merupakan sebuah jiwa kemandirian diri untuk mencari sebuah sumber penghasilan dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain dimana mereka yang memiliki jiwa kewirausahaan ini biasanya dapat menyalurkan kreativitasnya untuk dijadikan sebuah lahan penghasilan. Jiwa entrepreneurship ini juga memang harus bahkan wajib ditanamkan kepada seseorang sejak dini minimal ketika seseorang sudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9327,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"4 Cara Sekolah Mempersiapkan Jiwa Entrepreneurship - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Jiwa entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan merupakan sebuah jiwa kemandirian diri untuk mencari sebuah sumber penghasilan dan membuka lapangan pekerjaan bagi"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[4529,4530,3193,4321],"class_list":["post-9435","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-entrepeneur","tag-etika-berbisnis","tag-jiwa-entrepreneurship","tag-kewirausahaan"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/P_20221028_143217_vHDR_Auto_HP-scaled.jpg",2560,1920,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/P_20221028_143217_vHDR_Auto_HP-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/P_20221028_143217_vHDR_Auto_HP-300x225.jpg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/P_20221028_143217_vHDR_Auto_HP-768x576.jpg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/P_20221028_143217_vHDR_Auto_HP-1024x768.jpg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/P_20221028_143217_vHDR_Auto_HP-1536x1152.jpg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/P_20221028_143217_vHDR_Auto_HP-2048x1536.jpg",2048,1536,true],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/P_20221028_143217_vHDR_Auto_HP-scaled.jpg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Jiwa entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan merupakan sebuah jiwa kemandirian diri untuk mencari sebuah sumber penghasilan dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain dimana mereka yang memiliki jiwa kewirausahaan ini biasanya dapat menyalurkan kreativitasnya untuk dijadikan sebuah lahan penghasilan. Jiwa entrepreneurship ini juga memang harus bahkan wajib ditanamkan kepada seseorang sejak dini minimal ketika seseorang sudah tahu arti sebuah uang dan pentingnya uang untuk mencari uang. Meskipun ada istilah uang bukanlah segalanya, tapi perlu diingat untuk hidup kita membutuhkan uang untuk bertahan hidup, untuk membeli segala sesuatu dan untuk memberi kepada orang lain. Mereka yang memiliki jiwa entrepreneurship paham bagaimana caranya&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":4529,"label":"Entrepeneur"},{"value":4530,"label":"etika berbisnis"},{"value":3193,"label":"jiwa entrepreneurship"},{"value":4321,"label":"kewirausahaan"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/P_20221028_143217_vHDR_Auto_HP-1024x768.jpg",1024,768,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4851,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":4851,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":4529,"name":"Entrepeneur","slug":"entrepeneur","term_group":0,"term_taxonomy_id":4529,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":4530,"name":"etika berbisnis","slug":"etika-berbisnis","term_group":0,"term_taxonomy_id":4530,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":3193,"name":"jiwa entrepreneurship","slug":"jiwa-entrepreneurship","term_group":0,"term_taxonomy_id":3193,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":4321,"name":"kewirausahaan","slug":"kewirausahaan","term_group":0,"term_taxonomy_id":4321,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":6,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9435","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9435"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9435\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}