{"id":9319,"date":"2022-10-28T17:03:14","date_gmt":"2022-10-28T09:03:14","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=9319"},"modified":"2022-10-28T17:03:14","modified_gmt":"2022-10-28T09:03:14","slug":"pentingnya-hafalan-al-quran-bagi-santri-al-masoem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/pentingnya-hafalan-al-quran-bagi-santri-al-masoem\/","title":{"rendered":"Pentingnya Hafalan Al Quran Bagi Santri Al Ma\u2019soem"},"content":{"rendered":"<p>Membaca Al Quran merupakan kewajiban bagi seorang Muslim. Bagaimana tidak, Al Qur\u2019an adalah sebuah kitab induk dan menjadi rujukan utama dari segala rujukan. Ia menjadi pondasi segala ilmu, sehingga pembelajaran dan hafalan al Qur\u2019an yang intensif dilakukan pada lingkungan asrama pesantren.<\/p>\n<p>Dahulu ketika Al Quran diturunkan, cara untuk mengingat ayat-ayat Al Qur\u2019an adalah dengan menghapal. Bahkan Rasulullah SAW sendiri ikut menghapal karena\u00a0tidak bisa membaca dan menulis, begitu pula sahabat Nabi lainnya.\u00a0Namun proses pembukuan akhirnya dimulai ketika masa Khalifah Abu Bakar ash Shiddiq dan dipatenkan ketika masa Khalifah Utsman bin Affan. Kitab Al Qur\u2019an yang kita baca saat ini, termasuk yang digunakan di lingkungan pesantren, merupakan jenis kitab Utsmani.<\/p>\n<p>Kehadiran kitab Al Qur\u2019an membuat semua umat muslim dimanapun bisa dengan mudah membaca, menghapal maupun mempelajarinya. Berbagai teknik pun dikenalkan agar kita semakin mudah untuk mengingat isi kitab suci ini.<\/p>\n<p>Di Pesantren Al Ma\u2019soem sendiri memberikan ruang yang sama kepada para siswa santri untuk bisa menghapal al Quran. Mulai dari pengadaan kelas Tahsin dan kelas Tahfidz bagi santri pesantren. Bagi yang sudah lancar membaca al Qur\u2019an bisa memasuki kelas Tahfidz untuk mendalami hafalannya, sedangkan bagi yang belum lancar membaca akan masuk ke kelas Tahsin.<\/p>\n<p>Dan ini dilakukan secara berulang-ulang hampir setiap hari, baik dalam pembelajaran sekolah maupun pembelajaran pesantren. Kami meyakini bahwa metode menghafal Al Quran dengan konsep mengulang-ulang hafalan dan Muroja\u2019ah adalah metode yang efektif dan bisa dipahami oleh siswa santri.<\/p>\n<p>Contohnya, dalam lingkup sekolah SMP Al Ma\u2019soem, siswa SMP akan mengadakan muraja\u2019ah setiap pagi sebelum dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yaitu sekitar pukul 7 pagi hingga jam 8 pagi. Pada waktu tersebut, siswa SMP juga dibolehkan untuk melaksanakan shalat dhuhah sebagai bentuk implementasi amalan sunnah.<\/p>\n<p>Bagi siswa SMA Al Ma\u2019soem, kegiatan muraja\u2019ah dilaksanakan setelah kegiatan shalat dzuhur berjama\u2019ah usai. Lokasi kegiatannya berada di Masjid PSAM. Ada alasan tertentu mengapa ada perbedaan waktu muraja\u2019ah antara siswa SMP dan siswa SMA, salah satunya agar suasana sekolah tetap tertib tanpa campur aduk antara kedua tingkat sekolah tersebut.<\/p>\n<p>Adapun bagi siswa santri pesantren Al Ma\u2019soem, kegiatan muraja\u2019ah dilakukan secara lebih intensif. Selepas kelas formal, ada waktu tambahan muraja\u2019ah yang dilakukan selepas ba\u2019da magrib hingga menjelang Isya pada hari senin-jum\u2019at. Sedangkan di akhir pekan biasanya dilakukan sebelum dan sesudah shalat dzuhur.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan teknik muraja\u2019ah, kami memiliki target untuk setiap lulusan SMP Al Ma\u2019soem maupun SMA Al Ma\u2019soem, setiap siswa santri pesantren ataupun tidak, untuk bisa menghapal minimal 1 (satu) juz. Bila bisa menghapal lebih dari itu maka akan lebih baik lagi karena bisa mempengaruhi prestasi siswa tersebut di sekolah. Ingat, di Al Ma\u2019soem menghargai setiap prestasi siswa dengan cara memberikan fasilitas bebas DOP dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Gumilar Ganda<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membaca Al Quran merupakan kewajiban bagi seorang Muslim. Bagaimana tidak, Al Qur\u2019an adalah sebuah kitab induk dan menjadi rujukan utama dari segala rujukan. Ia menjadi pondasi segala ilmu, sehingga pembelajaran dan hafalan al Qur\u2019an yang intensif dilakukan pada lingkungan asrama pesantren. Dahulu ketika Al Quran diturunkan, cara untuk mengingat ayat-ayat Al Qur\u2019an adalah dengan menghapal. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3528,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Pentingnya Hafalan Al Quran Bagi Santri Al Ma\u2019soem","description":"Membaca Al Quran merupakan kewajiban bagi seorang Muslim. Bagaimana tidak, Al Qur\u2019an adalah sebuah kitab induk dan menjadi rujukan utama dari segala rujukan. Ia"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[71,436,66,676,305],"class_list":["post-9319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-al-quran","tag-hafalan-al-quran","tag-murajaah","tag-santri-al-masoem","tag-sma-al-masoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/03-pesantren-005.jpg",700,466,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/03-pesantren-005-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/03-pesantren-005-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/03-pesantren-005.jpg",700,466,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/03-pesantren-005.jpg",700,466,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/03-pesantren-005.jpg",700,466,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/03-pesantren-005.jpg",700,466,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/03-pesantren-005.jpg",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Membaca Al Quran merupakan kewajiban bagi seorang Muslim. Bagaimana tidak, Al Qur\u2019an adalah sebuah kitab induk dan menjadi rujukan utama dari segala rujukan. Ia menjadi pondasi segala ilmu, sehingga pembelajaran dan hafalan al Qur\u2019an yang intensif dilakukan pada lingkungan asrama pesantren. Dahulu ketika Al Quran diturunkan, cara untuk mengingat ayat-ayat Al Qur\u2019an adalah dengan menghapal. Bahkan Rasulullah SAW sendiri ikut menghapal karena\u00a0tidak bisa membaca dan menulis, begitu pula sahabat Nabi lainnya.\u00a0Namun proses pembukuan akhirnya dimulai ketika masa Khalifah Abu Bakar ash Shiddiq dan dipatenkan ketika masa Khalifah Utsman bin Affan. Kitab Al Qur\u2019an yang kita baca saat ini, termasuk yang&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":71,"label":"Al Quran"},{"value":436,"label":"hafalan al qur'an"},{"value":66,"label":"Murajaah"},{"value":676,"label":"santri al masoem"},{"value":305,"label":"SMA Al Masoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/03-pesantren-005.jpg",700,466,false],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3167,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":3167,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":71,"name":"Al Quran","slug":"al-quran","term_group":0,"term_taxonomy_id":71,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":10,"filter":"raw"},{"term_id":436,"name":"hafalan al qur'an","slug":"hafalan-al-quran","term_group":0,"term_taxonomy_id":436,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":26,"filter":"raw"},{"term_id":66,"name":"Murajaah","slug":"murajaah","term_group":0,"term_taxonomy_id":66,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":7,"filter":"raw"},{"term_id":676,"name":"santri al masoem","slug":"santri-al-masoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":676,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":7,"filter":"raw"},{"term_id":305,"name":"SMA Al Masoem","slug":"sma-al-masoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":305,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":63,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9319"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9319\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}