{"id":8531,"date":"2022-08-30T09:50:12","date_gmt":"2022-08-30T01:50:12","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=8531"},"modified":"2023-06-09T10:57:55","modified_gmt":"2023-06-09T02:57:55","slug":"cara-menghadapi-perundungan-di-pesantren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/cara-menghadapi-perundungan-di-pesantren\/","title":{"rendered":"Cara Menghadapi Perundungan Di Pesantren"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perundungan merupakan hal yang selalu terjadi di lingkungan pesantren, rata rata atau umumnya memang di lingkungan yang kurang pengawasan dari orang tua dan dari pihak lainnya. Perundungan bisa terjadi karena ada kesempatan dan ada senioritas dari sebuah kelompok remaja sehingga mereka yang merasa senior memiliki kekuatan untuk mendiskriminasikan mereka yang lebih junior. Secara umum seperti itu, namun tidak semua perundungan itu dilakukan oleh seorang senior kepada juniornya, ada juga kasus perundungan yang terjadi karena memang rasa iri dari teman sepermainan atau karena memang didikan karakter yang keras dari keluarga pelaku perundungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara pribadi kami tidak pernah membenarkan perundungan, tapi kami juga tidak membenarkan tindakan peserta didik dalam mengambil langkah sendiri untuk membereskan perundungan dengan cara yang tidak semestinya. Ingat berita beberapa waktu lalu tentang santri yang membakar hidup hidup teman satu pesantrennya karena dia selalu di bully? Pada dasarnya setiap korban dalam sebuah kasus terkadang adalah tersangka itu sendiri. Namun tetap saja tindakan main hakim sendiri merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Kami tidak bisa menindak santri yang melakukan pemukulan begitu saja, pihak pesantren tentu akan membawa baik itu pelaku dan korban untuk diambil informasinya hingga terjadi pemukulan. Kami juga tidak bisa langsung mengeluarkan peserta didik yang melakukan pembullyan tanpa mendengarkan alasan utama mereka melakukan itu. Karena informasi seperti itu sangat penting bagi pesantren agar kedepannya mampu meminimalisir agar tindakan seperti itu tidak terulang kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal seperti itu juga sangat penting agar hukum yang berlaku di sekolah dan di pesantren bisa berjalan dengan adil. Maka dari itu setiap kasus yang berlaku di pesantren akan diperdalam terlebih dahulu, hingga keputusan yang paling bijaksana dikeluarkan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu hukum disekolah bisa mengikat mereka yang dirasa mereka adalah tersangka dan juga bisa juga mengikat mereka yang merasa dirinya korban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sana kami akan mengajak semua orang untuk bisa melihat secara subjektif setiap peristiwa yang ada di lingkungan sekolah tanpa harus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">menjudge<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> salah satu peristiwa tanpa mengetahui alasannya terlebih dahulu, maka dari itu juga jika anda adalah korban perundungan cara terbaik adalah melakukan hal hal seperti berikut ini :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b>Jangan lawan, Laporkan saja !<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di beberapa sekolah, melawan dapat dibenarkan. Tapi di beberapa sekolah melawan malah akan memperburuk semuanya. Bukan hanya pelaku bullying yang akan diberikan sanksi tapi juga mereka yang melawan juga bisa terjerat kasus. Seperti dalam aspek membela diri, membela diri itu ada batasannya, misalkan dengan melumpuhkan pelaku itu membela diri tapi jika sampai menghilangkan nyawa pelaku itu bukan lagi namanya membela diri tapi lebih ke ambisi untuk membunuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang paling bagus untuk menghadapi perundungan adalah coba laporkan kepada pihak kesantrian atau kesiswaan. Ananda juga harus terbuka terhadap orang tua jika ananda mengalami perundungan di pesantren, bicara pada orang tua tidak akan membuat anda seperti manusia yang lemah. Justru pada masa remaja, anda masih membutuhkan ulur tangan orang tua untuk membantu anda menghadapi masalah.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b>Jika sudah dilaporkan masih melakukan bullying, tidak ada salahnya melaporkan ke pihak kepala sekolah atau kepala pesantren<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang guru merasa perundungan adalah kenakalan remaja atau beberapa guru menganggap itu hanya guyonan anak remaja, jika itu yang anda alami tidak ada salahnya anda melaporkan langsung ke pihak yang lebih tinggi. Ingat, setiap peserta didik itu memiliki hak untuk dilindungi, salah satunya mendapatkan perlindungan dari kasus perundungan di sekolah dan di pesantren. Jika anda dirundung dan guru yang mendengarnya tidak ada respons yang baik, ada tidak usah ragu untuk melaporkannya kepada kepala pesantren atau ke ketua Yayasan sekalipun.Bahkan setiap sekolah memiliki hotline nya sendiri, maka dengan itu dapat mempermudah siswa yang menjadi \u201cKorban\u201d untuk bisa mengatasi hal seperti itu secara cepat dan akurat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu juga jika anda mendapati teman atau rekan anda yang mengalami kasus pembullyan ada baiknya anda untuk melaporkannya kepada pihak kesiswaan atau ke pihak kepala sekolah. Karena mau bagaimanapun yang namanya bully di sekolah itu adalah tindakan kriminalitas, sekolah itu tempat untuk belajar dan menuntut ilmu bukan tempat untuk unjuk diri menjadi mereka yang merasa jagoan.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b>Jauhi pelaku bullying, jangan pernah bergaul dengan orang seperti itu<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ternyata pelaku bully adalah teman anda, lebih baik tinggalkan dan berteman dengan mereka yang dapat membuat anda berkembang. Karena pada dasarnya seseorang melakukan bully karena mereka merasa memiliki kekuatan dan memiliki teman yang banyak. Jika anda masuk ke dalam kelompok tersebut dan anda tahu tindakan yang mereka para pembully adalah salah, langkah yang paling bijaksana adalah jauhi mereka dan jangan pernah bergaul dengan orang seperti itu. karena bisa jadi suatu saat anda adalah korban bully berikutnya.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><b>Move On\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang paling penting jika anda adalah korban sebenarnya dari pelaku bully, hal yang harus anda laksanakan adalah mencoba move on. Memang terkadang sulit ketika seseorang sudah mengalami trauma, namun ada beberapa tips juga untuk menghilangkan trauma dari pembullyan. Seperti dikutip dari alodokter.com ada beberapa tips agar anda keluar dari traumatik akibat pembullyan diantaranya adalah :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Memberanikan diri untuk melawan segala bentuk perundungan<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Menjauhkan diri dari pergaulan yang membawa pengaruh negatif dan memilih teman-teman yang membawa dampak positif<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Cobalah untuk mencatat hal-hal positif yang Anda miliki misalnya sifat baik dan kondisi lingkungan baik yang Anda punya sehingga Anda dapat lebih menghargai diri Anda dan tidak berfokus pada kata-kata negatif yang disampaikan orang lain<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Beristirahat dengan cukup<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Mengikuti kegiatan yang dapat membawa emosi positif misalnya berolahraga dengan teratur atau mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan hobi Anda<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Bercerita dengan teman terdekat Anda mengenai apa yang Anda hadapi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal paling menyebalkan di dalam dunia pendidikan adalah ketika pesantren dan sekolah seakan tutup mata akan kenakalan remaja yang berujung pembullyan. Padahal pembullyan itu bukan lagi hal yang bisa dimaafkan begitu saja. Sebisa mungkin sekolah mencegah, meminimalisir dan menghilangkan tindakan pembullyan dengan berbagai cara. Karena pembullyan itu bukan hal yang bisa dianggap main main, justru bully ini bisa berujung pada kematian dan rasa traumatik yang sangat tinggi kepada korbannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al Masoem sebagai sekolah yang menjunjung tinggi nilai nilai islam dan pendidikan karakter sangat menyayangkan jika memang ada siswa dan santri yang mengalami perundungan baik itu di lingkungan sekolah maupun di lingkungan pesantren. Al Masoem menyediakan puluhan CCTV disetiap sudut sekolah dan pesantren yang terintegrasi dengan pihak keamanan, selain itu wali kelas dan wali santri juga sering memonitoring siswa dan santrinya agar tidak melakukan tindakan seperti itu dengan otonomi wali kelasnya, selain itu juga sekolah memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku bullying dengan memberikan sanksi dikeluarkan di sekolah bagi para pelaku bully.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al Masoem juga menyeleksi calon siswa jika terindikasi memiliki tempramental yang tidak bisa diobati maka tidak akan diterima sebagai siswa dan santri terutama untuk siswa dan santri SMP dan SMA, ditambah Yayasan juga memberikan HOTLINE khusus dan Ketua Yayasan membuka kontaknya bagi orang tua yang jika putra putrinya menjadi korban Bully di Al Masoem agar tindakan seperti itu bisa langsung dicegah dan langsung ditindak pada hari itu juga. Maka dari itu, setelah ada beberapa tata tertib dan beberapa hal yang dapat mencegah pembullyan, diharapkan siswa dan santri Al Ma&#8217;soem bisa lebih aman dan nyaman ketika menimba ilmu di Al Masoem. Namun jika memang masih terjadi tindakan seperti itu, jangan pernah sungkan mengontak langsung kepada ketua Yayasan sebagai bahan perbaikan lembaga yang memang sudah selayaknya memberikan rasa aman bagi siswa dan siswinya.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perundungan merupakan hal yang selalu terjadi di lingkungan pesantren, rata rata atau umumnya memang di lingkungan yang kurang pengawasan dari orang tua dan dari pihak lainnya. Perundungan bisa terjadi karena ada kesempatan dan ada senioritas dari sebuah kelompok remaja sehingga mereka yang merasa senior memiliki kekuatan untuk mendiskriminasikan mereka yang lebih junior. Secara umum seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7896,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Cara Menghadapi Perundungan Di Pesantren - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Perundungan merupakan hal yang selalu terjadi di lingkungan pesantren, rata rata atau umumnya memang di lingkungan yang kurang pengawasan dari orang tua dan dar"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[3039,3383,1536,2599],"class_list":["post-8531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bullying","tag-kenakalan-remaja","tag-korban-bully","tag-perundungan"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Diseminasi-SMP-23.jpg",633,475,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Diseminasi-SMP-23-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Diseminasi-SMP-23-300x225.jpg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Diseminasi-SMP-23.jpg",633,475,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Diseminasi-SMP-23.jpg",633,475,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Diseminasi-SMP-23.jpg",633,475,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Diseminasi-SMP-23.jpg",633,475,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Diseminasi-SMP-23.jpg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Perundungan merupakan hal yang selalu terjadi di lingkungan pesantren, rata rata atau umumnya memang di lingkungan yang kurang pengawasan dari orang tua dan dari pihak lainnya. Perundungan bisa terjadi karena ada kesempatan dan ada senioritas dari sebuah kelompok remaja sehingga mereka yang merasa senior memiliki kekuatan untuk mendiskriminasikan mereka yang lebih junior. Secara umum seperti itu, namun tidak semua perundungan itu dilakukan oleh seorang senior kepada juniornya, ada juga kasus perundungan yang terjadi karena memang rasa iri dari teman sepermainan atau karena memang didikan karakter yang keras dari keluarga pelaku perundungan. Secara pribadi kami tidak pernah membenarkan perundungan, tapi kami&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":3039,"label":"bullying"},{"value":3383,"label":"Kenakalan remaja"},{"value":1536,"label":"Korban Bully"},{"value":2599,"label":"perundungan"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Diseminasi-SMP-23.jpg",633,475,false],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":8224,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":8224,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":3039,"name":"bullying","slug":"bullying","term_group":0,"term_taxonomy_id":3039,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":22,"filter":"raw"},{"term_id":3383,"name":"Kenakalan remaja","slug":"kenakalan-remaja","term_group":0,"term_taxonomy_id":3383,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":7,"filter":"raw"},{"term_id":1536,"name":"Korban Bully","slug":"korban-bully","term_group":0,"term_taxonomy_id":1536,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":4,"filter":"raw"},{"term_id":2599,"name":"perundungan","slug":"perundungan","term_group":0,"term_taxonomy_id":2599,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":13,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}