{"id":64138,"date":"2026-10-20T12:24:04","date_gmt":"2026-10-20T04:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=64138"},"modified":"2026-10-20T12:24:04","modified_gmt":"2026-10-20T04:24:04","slug":"bagaimana-smp-al-masoem-bandung-dapat-mendukung-perkembangan-potensi-akademik-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-smp-al-masoem-bandung-dapat-mendukung-perkembangan-potensi-akademik-siswa\/","title":{"rendered":"Bagaimana SMP Al Ma\u2019soem Bandung Dapat Mendukung Perkembangan Potensi Akademik Siswa?"},"content":{"rendered":"<p>Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan masa penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan menemukan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Pada tahap ini, siswa mulai mempelajari berbagai mata pelajaran dengan materi yang lebih kompleks, sekaligus belajar memahami konsep, menyusun argumen, dan menyelesaikan persoalan secara mandiri. Karena itu, pendidikan SMP memiliki peran penting dalam membangun fondasi pengetahuan yang akan digunakan pada jenjang pendidikan berikutnya.<\/p>\n<p>SMP Al Ma\u2019soem Bandung dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang tua yang sedang mencari lingkungan pendidikan untuk mendukung perkembangan akademik anak. Dalam mempertimbangkan sekolah ini, keluarga perlu memahami bagaimana kegiatan pembelajaran diselenggarakan, bagaimana siswa memperoleh pendampingan ketika mengalami kesulitan, serta bagaimana proses evaluasi digunakan untuk membantu perkembangan belajar.<\/p>\n<p>Potensi akademik setiap siswa tidak selalu terlihat dalam bentuk nilai yang tinggi pada seluruh mata pelajaran. Ada siswa yang lebih mudah memahami matematika, sementara siswa lain memiliki ketertarikan pada bahasa, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial, atau bidang lainnya. Oleh sebab itu, perkembangan akademik sebaiknya dipahami sebagai proses yang mencakup penguasaan materi, kemampuan berpikir, kebiasaan belajar, dan kemauan untuk memperbaiki diri.<\/p>\n<h2>Pentingnya Pembelajaran yang Terarah<\/h2>\n<h3>Memahami materi, bukan sekadar menghafal<\/h3>\n<p>Salah satu tantangan siswa SMP adalah memahami materi yang semakin beragam. Beberapa pelajaran memerlukan kemampuan mengingat informasi, sedangkan pelajaran lainnya menuntut siswa memahami hubungan antarkonsep dan menerapkannya dalam situasi tertentu. Jika siswa hanya menghafal tanpa memahami inti materi, mereka mungkin mengalami kesulitan ketika menghadapi soal dengan bentuk yang berbeda.<\/p>\n<p>Pembelajaran yang terarah membantu siswa memahami alasan di balik suatu konsep. Misalnya, dalam matematika, siswa perlu memahami langkah penyelesaian soal, bukan hanya mengingat rumus. Dalam pelajaran bahasa, siswa perlu mengembangkan kemampuan membaca, memahami makna, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur.<\/p>\n<p>Ketika mencari informasi mengenai kegiatan belajar di SMP Al Ma\u2019soem Bandung, orang tua dapat menanyakan metode pembelajaran yang digunakan guru dan bagaimana siswa dilatih untuk memahami materi. Informasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai pengalaman belajar yang akan dijalani anak. Metode dan program khusus yang diterapkan tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak sekolah.<\/p>\n<h3>Mendorong siswa aktif dalam pembelajaran<\/h3>\n<p>Keaktifan siswa merupakan salah satu unsur yang dapat mendukung proses memahami pelajaran. Siswa yang berani bertanya ketika belum memahami materi memiliki kesempatan lebih besar untuk mengetahui letak kesulitannya. Mereka juga dapat belajar menyampaikan pendapat, mendengarkan penjelasan orang lain, dan membangun pemahaman melalui diskusi.<\/p>\n<p>Keaktifan tidak selalu berarti siswa harus sering berbicara di depan kelas. Siswa juga dapat menunjukkan keterlibatan melalui kesungguhan mengerjakan latihan, mencatat informasi penting, memperhatikan penjelasan, serta mencoba menyelesaikan masalah sebelum meminta bantuan.<\/p>\n<p>Orang tua yang mempertimbangkan SMP Al Ma\u2019soem Bandung dapat mencari tahu bagaimana guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi selama pembelajaran. Hal ini penting karena setiap anak memiliki karakter berbeda. Lingkungan yang mendukung sebaiknya memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya dan belajar secara bertahap sesuai kebutuhannya.<\/p>\n<h2>Peran Guru dalam Mendampingi Perkembangan Akademik<\/h2>\n<p>Guru memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami materi dan mengembangkan kebiasaan belajar. Selain menyampaikan pengetahuan, guru dapat memberikan arahan, menjelaskan bagian yang belum dipahami, serta membantu siswa mengetahui kesalahan dalam mengerjakan tugas. Umpan balik yang jelas memungkinkan siswa memahami hal yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<p>Dalam proses belajar, kesalahan sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pengalaman memahami materi. Siswa mungkin belum memperoleh jawaban yang tepat ketika pertama kali mengerjakan soal. Melalui penjelasan dan latihan lanjutan, mereka dapat mengetahui penyebab kesalahan serta mencoba strategi penyelesaian yang lebih sesuai.<\/p>\n<p>Bagi orang tua yang ingin mengenal sistem pembelajaran SMP Al Ma\u2019soem Bandung, beberapa pertanyaan dapat diajukan kepada pihak sekolah, seperti bagaimana siswa dapat berkonsultasi ketika mengalami kesulitan, bagaimana perkembangan akademik dipantau, dan bagaimana orang tua memperoleh informasi mengenai hasil belajar anak.<\/p>\n<p>Jawaban dari pihak sekolah dapat membantu keluarga memahami bentuk pendampingan yang tersedia. Orang tua sebaiknya tidak langsung mengasumsikan adanya program tambahan tertentu sebelum memperoleh konfirmasi mengenai pelaksanaan dan ketentuannya.<\/p>\n<h2>Membangun Kebiasaan Belajar yang Konsisten<\/h2>\n<h3>Mengatur waktu belajar dan menyelesaikan tugas<\/h3>\n<p>Kemampuan akademik tidak hanya dipengaruhi oleh kegiatan belajar di sekolah. Kebiasaan siswa ketika belajar di rumah juga berperan dalam membantu mereka memahami materi dan menyelesaikan tanggung jawab. Jadwal belajar yang teratur dapat membantu siswa membagi waktu untuk membaca, mengerjakan tugas, mengulang pelajaran, dan beristirahat.<\/p>\n<p>Siswa SMP masih membutuhkan pendampingan untuk mengelola waktu. Orang tua dapat membantu anak membuat jadwal yang realistis berdasarkan kegiatan sekolah dan kebutuhan pribadi. Setelah terbiasa, anak dapat mulai mengatur jadwalnya sendiri serta mengevaluasi apakah waktu yang digunakan sudah cukup untuk menyelesaikan tugas.<\/p>\n<p>Kebiasaan belajar yang baik tidak harus berarti belajar selama berjam-jam setiap hari. Hal yang lebih penting adalah konsistensi, fokus, dan kemampuan mengenali materi yang belum dikuasai. Jika siswa mengalami kesulitan pada suatu pelajaran, mereka dapat mengalokasikan waktu tambahan untuk memahami konsep tersebut tanpa mengabaikan mata pelajaran lainnya.<\/p>\n<h3>Mengembangkan kemampuan belajar mandiri<\/h3>\n<p>Kemandirian akademik membantu siswa memahami bahwa tanggung jawab belajar tidak sepenuhnya bergantung pada guru atau orang tua. Siswa perlu belajar mencari informasi, membaca instruksi dengan teliti, mencoba menyelesaikan persoalan, dan memeriksa kembali hasil pekerjaannya.<\/p>\n<p>Kemampuan ini dapat dikembangkan melalui kebiasaan sederhana, seperti menyiapkan perlengkapan sebelum belajar, mencatat tugas yang harus diselesaikan, dan membuat rangkuman dengan bahasa sendiri. Ketika menghadapi materi yang sulit, siswa dapat mencoba membaca kembali penjelasan sebelum meminta bantuan.<\/p>\n<p>Dalam konteks pendidikan di SMP Al Ma\u2019soem Bandung, orang tua dapat mendukung kebiasaan belajar mandiri dengan menanyakan tugas atau kegiatan akademik yang dijalani anak, tanpa mengambil alih seluruh pekerjaannya. Pendampingan yang tepat membantu siswa belajar bertanggung jawab sekaligus merasa memiliki dukungan ketika mengalami kesulitan.<\/p>\n<h2>Pemanfaatan Fasilitas untuk Menunjang Pembelajaran<\/h2>\n<p>Fasilitas sekolah dapat membantu kegiatan belajar apabila digunakan sesuai kebutuhan. Ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan sarana teknologi merupakan contoh fasilitas yang dapat mendukung pengalaman belajar siswa. Namun, ketersediaan dan akses penggunaan fasilitas tertentu bagi siswa SMP Al Ma\u2019soem Bandung perlu dipastikan melalui informasi resmi sekolah.<\/p>\n<p>Perpustakaan, misalnya, dapat membantu siswa mencari bahan bacaan tambahan dan memperluas pemahaman terhadap materi. Sumber bacaan yang beragam juga dapat mendorong siswa mengembangkan minat pada bidang tertentu. Sementara itu, kegiatan praktik di laboratorium dapat membantu siswa memahami konsep melalui pengamatan dan pengalaman langsung apabila kegiatan tersebut sesuai dengan materi pelajaran.<\/p>\n<p>Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pencarian informasi dan penyusunan tugas. Meski demikian, siswa perlu belajar memeriksa kredibilitas sumber, membedakan fakta dari pendapat, dan mencantumkan sumber ketika menggunakan informasi milik pihak lain.<\/p>\n<p>Orang tua yang ingin mengetahui fasilitas pembelajaran di SMP Al Ma\u2019soem Bandung dapat menanyakan jenis sarana yang tersedia, jadwal penggunaannya, serta bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan dalam kegiatan belajar. Dengan begitu, keluarga dapat menilai manfaat fasilitas berdasarkan fungsinya, bukan hanya berdasarkan jumlah atau penampilannya.<\/p>\n<h2>Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif<\/h2>\n<p>Perkembangan akademik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjawab soal. Siswa juga perlu belajar memahami informasi, menilai alasan yang digunakan, membandingkan beberapa pendapat, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Kemampuan berpikir kritis membantu mereka menghadapi materi pelajaran yang lebih kompleks sekaligus mengurangi kebiasaan menerima informasi tanpa memeriksanya.<\/p>\n<p>Kemampuan kreatif juga penting karena siswa dapat menghadapi persoalan yang memiliki lebih dari satu kemungkinan penyelesaian. Melalui diskusi, proyek, atau tugas yang membutuhkan gagasan mandiri, siswa dapat belajar mencari alternatif dan menjelaskan alasan di balik pilihan mereka.<\/p>\n<p>Orang tua dapat mendukung perkembangan tersebut dengan mengajak anak berdiskusi mengenai materi yang dipelajari di sekolah. Pertanyaan seperti mengapa suatu jawaban dianggap tepat atau apakah terdapat cara lain untuk menyelesaikan persoalan dapat mendorong anak menjelaskan pemikirannya.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis dan kreatif dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran SMP Al Ma\u2019soem Bandung, keluarga dapat meminta penjelasan mengenai metode belajar dan bentuk tugas yang digunakan. Contoh kegiatan yang benar-benar diterapkan akan memberikan gambaran lebih jelas daripada hanya mengandalkan istilah umum mengenai pembelajaran modern.<\/p>\n<h2>Memahami Evaluasi dan Perkembangan Hasil Belajar<\/h2>\n<p>Evaluasi akademik membantu guru dan siswa mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk melihat bagian yang sudah dikuasai dan materi yang masih membutuhkan perhatian. Karena itu, nilai sebaiknya dipahami bersama proses belajar yang melatarbelakanginya.<\/p>\n<p>Jika nilai seorang siswa menurun pada mata pelajaran tertentu, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mencari penyebabnya. Kesulitan mungkin muncul karena konsep dasar belum dipahami, waktu belajar kurang teratur, atau siswa belum menemukan strategi belajar yang sesuai. Dengan mengenali penyebabnya, siswa dapat menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat.<\/p>\n<p>Orang tua dapat menanyakan bagaimana hasil belajar disampaikan kepada keluarga dan bagaimana siswa diarahkan untuk memperbaiki pemahaman. Informasi mengenai sistem evaluasi di SMP Al Ma\u2019soem Bandung sebaiknya diperoleh langsung dari pihak sekolah agar sesuai dengan kebijakan yang berlaku.<\/p>\n<p>Selain nilai, keluarga juga dapat memperhatikan perkembangan lain, seperti ketelitian mengerjakan tugas, keberanian bertanya, kemampuan menjelaskan materi, dan konsistensi belajar. Perkembangan tersebut membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai proses pendidikan anak.<\/p>\n<h2>Menghubungkan Prestasi Akademik dengan Pembentukan Karakter<\/h2>\n<p>Al Ma\u2019soem dikenal dengan filosofi Cageur, Bageur, Pinter. Secara umum, Cageur berkaitan dengan kesehatan, Bageur dengan perilaku baik, dan Pinter dengan kecerdasan. Filosofi ini dapat menjadi sudut pandang untuk memahami bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, tetapi juga dengan kebiasaan dan sikap siswa.<\/p>\n<p>Dalam proses belajar, siswa perlu menjaga keseimbangan antara usaha akademik, kesehatan, dan hubungan sosial. Kebiasaan tidur yang cukup, mengatur waktu, serta menjaga interaksi dengan orang lain dapat mendukung kegiatan belajar yang lebih teratur. Pada saat yang sama, siswa perlu memahami pentingnya kejujuran dalam mengerjakan tugas dan menghargai hasil usaha orang lain.<\/p>\n<p>Pembentukan karakter juga berkaitan dengan cara siswa menghadapi keberhasilan dan kegagalan. Ketika memperoleh nilai baik, siswa dapat belajar menghargai usaha yang telah dilakukan. Ketika hasilnya belum sesuai harapan, mereka dapat mengevaluasi cara belajar dan mencoba memperbaikinya tanpa kehilangan motivasi.<\/p>\n<p>Orang tua yang ingin memahami penerapan nilai Cageur, Bageur, Pinter pada jenjang SMP Al Ma\u2019soem Bandung dapat menanyakan contoh pembiasaan dan pendekatan pembinaan yang diterapkan sekolah. Dengan demikian, keluarga dapat melihat hubungan antara nilai pendidikan dan pengalaman nyata siswa selama mengikuti pembelajaran.<\/p>\n<h2>Hal yang Dapat Dipertimbangkan Orang Tua<\/h2>\n<p>Ketika menilai dukungan sekolah terhadap perkembangan akademik anak, orang tua dapat menggunakan beberapa pertanyaan sebagai bahan diskusi dengan pihak SMP Al Ma\u2019soem Bandung:<\/p>\n<ul>\n<li>Bagaimana kegiatan pembelajaran dilaksanakan untuk membantu siswa memahami materi?<\/li>\n<li>Bagaimana guru memberikan arahan ketika siswa mengalami kesulitan?<\/li>\n<li>Bagaimana hasil evaluasi dan perkembangan akademik disampaikan kepada orang tua?<\/li>\n<li>Fasilitas apa yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar?<\/li>\n<li>Bagaimana sekolah membantu siswa membangun kemandirian dan tanggung jawab akademik?<\/li>\n<li>Bagaimana keluarga dapat berkomunikasi dengan sekolah mengenai perkembangan anak?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pertanyaan tersebut membantu orang tua memperoleh informasi yang lebih konkret mengenai proses pembelajaran. Keluarga juga dapat mempertimbangkan kebutuhan khusus anak, mata pelajaran yang menjadi minatnya, serta bentuk pendampingan yang dirasa paling sesuai.<\/p>\n<p>Dengan memahami kegiatan belajar, dukungan guru, pemanfaatan fasilitas, dan proses evaluasi, orang tua dapat menilai bagaimana SMP Al Ma\u2019soem Bandung sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak. Perkembangan akademik yang baik membutuhkan proses berkelanjutan melalui kegiatan pembelajaran, kebiasaan belajar yang konsisten, serta kerja sama antara siswa, sekolah, dan keluarga.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan masa penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan menemukan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Pada tahap ini, siswa mulai mempelajari berbagai mata pelajaran dengan materi yang lebih kompleks, sekaligus belajar memahami konsep, menyusun argumen, dan menyelesaikan persoalan secara mandiri. Karena itu, pendidikan SMP memiliki peran penting dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":63781,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana SMP Al Ma\u2019soem Bandung Dapat Mendukung Perkembangan Potensi Akademik Siswa? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan masa penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan menemukan cara belajar yang sesuai dengan ke"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[7042,8052,8070],"class_list":["post-64138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-pendidikansmp","tag-prestasibelajar","tag-strategibelajar"],"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SMP-Al-Masoem.jpeg",1280,960,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SMP-Al-Masoem-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SMP-Al-Masoem-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SMP-Al-Masoem-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SMP-Al-Masoem-1024x768.jpeg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SMP-Al-Masoem.jpeg",1280,960,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SMP-Al-Masoem.jpeg",1280,960,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SMP-Al-Masoem-16x12.jpeg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan masa penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan menemukan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Pada tahap ini, siswa mulai mempelajari berbagai mata pelajaran dengan materi yang lebih kompleks, sekaligus belajar memahami konsep, menyusun argumen, dan menyelesaikan persoalan secara mandiri. Karena itu, pendidikan SMP memiliki peran penting dalam membangun fondasi pengetahuan yang akan digunakan pada jenjang pendidikan berikutnya. SMP Al Ma\u2019soem Bandung dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang tua yang sedang mencari lingkungan pendidikan untuk mendukung perkembangan akademik anak. Dalam mempertimbangkan sekolah ini, keluarga perlu memahami bagaimana kegiatan pembelajaran diselenggarakan, bagaimana siswa&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 3","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":7042,"label":"PendidikanSMP"},{"value":8052,"label":"PrestasiBelajar"},{"value":8070,"label":"StrategiBelajar"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SMP-Al-Masoem-1024x768.jpeg",1024,768,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 3","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":18450,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":18450,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":5816,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":5816,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7042,"name":"PendidikanSMP","slug":"pendidikansmp","term_group":0,"term_taxonomy_id":7042,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":277,"filter":"raw"},{"term_id":8052,"name":"PrestasiBelajar","slug":"prestasibelajar","term_group":0,"term_taxonomy_id":8052,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":16,"filter":"raw"},{"term_id":8070,"name":"StrategiBelajar","slug":"strategibelajar","term_group":0,"term_taxonomy_id":8070,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":111,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64138"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64139,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64138\/revisions\/64139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}