{"id":5522,"date":"2022-02-04T10:31:52","date_gmt":"2022-02-04T02:31:52","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=5522"},"modified":"2023-06-12T11:29:13","modified_gmt":"2023-06-12T03:29:13","slug":"mengapa-ada-pelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/mengapa-ada-pelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah-indonesia\/","title":{"rendered":"Mengapa Ada Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Indonesia?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita sebagai orang Indonesia asli, lahir di Indonesia, tumbuh besar di Indonesia, memakai Bahasa sehari-hari Bahasa Indonesia tapi kenapa harus belajar lagi mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah?\u201d Pernahkah kalian berfikir hal semacam itu? Tidak sedikit orang beranggapan bahwa belajar Bahasa Indonesia di Pendidikan formal itu tidak terlalu diperlukan apalagi untuk orang yang lahir dan besar di Indonesia dengan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa yang dipakai sehari-hari. Lantas apa alasan Bahasa Indonesia tetap harus dipelajari di bangku sekolah bahkan hingga kuliah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut para ahli, belajar sebuah bahasa pada hakikatnya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi baik lisan maupun tulisan pada manusia, yang dalam hal ini adalah peserta didik (siswa). Tidak hanya itu, jika sebuah bahasa dipelajari lebih mendalam, maka akan bisa memperkenalkan dan menumbuhkan pemahaman sebuah karya intelektual yang sering disebut dengan ilmu sastra. Ilmu sastra juga mempelajari budaya sebuah negara tertentu yang nantinya akan membentuk identitas, jati diri serta kekayaan intelektual negara tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bisa memperthankan minat dan bakat siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia agar tidak mudah bosan, seorang guru harus mampu menyusun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">metode pembelajaran terbaru <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang kreatif dan kekinian. Jika kita urutkan berdasarkan jenjang pendidikan, maka tujuan pengajaran bahasa Indonesia pun akan berbeda-beda. Adapun perbedaan-perbedaannya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><b>Jenjang SD<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena SD merupakan tingkatan paling dasar sekolah formal, maka disnilah peserta didik mulai diarahkan mengingat Pendidikan di SD merupakan sesuatu yang sangat fundamental. Maka dari itu tujuannya pun sangat fundamental seperti mampu menguasai arti, makna, pemakaian kalimat dalam berbagai situasi, mampu berfikir dan menggunakan bahasa Indonesia dalam mengembagkan ketrampilan sisio emosional dan kepribadiannya yang pada akhirnya menumbuhkan kebanggaan bahwa Bahasa Indonesia sebagai warisan leluhur dan sekaligus sebagai bahasa persatuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Jenjang SMP<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dalam jenjang SD diajarkan dasar-dasar penggunaan bahasa Indonesia, maka dalam Jenjang SMP berdasarkan kurikulum 2013, maka peserta didik akan diajarkan Bahasa Indonesia dalam penggunaan yang lebih luas seperti menemukan berbagai informasi baik dari buku fiksi maupun non fiksi,\u00a0 bermain drama, teks persuasi (ajakan), teks ulasan, deskripsi objek, menyampaikan pidato di depan umum, menyusun cerpen, membuat laporan hasil percobaan dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p><b>Jenjang SMA<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Usia SMA peserta didik sudah memasuki tahap remaja madya menuju remaja akhir yang diasumsikan sudah mulai dapat berfikir kritis dan lebih sistematis. Maka dari itu, kompetensi yang diharapkan pun disesuaikan dengan usia SMA, seperti membaca, menganalisis dan mengidentifikasi isi, sistematika proposal serta karya ilmiah sampai memahami esensinya, Selain itu pada usia SMA, siswa harus mampu membedakan antara opini dan fakta dalam sebuah artikel sampai menganalisis konten sebuah karya sastra sederhana.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang kita tahu bahwa negara Indoensia merupakan salah satu negara dengan bahasa daerah terbanyak di dunia sehingga untuk mempermudah komunikasi diperlukan 1 bahasa yang bisa dipahami oleh setiap daerah yaitu Bahasa Indonesia. Namun itu saja tidak cukup, penggunaan kosakata, diksi dan sebagainya pun harus disesuaikan supaya tidak melanggar norma lokal supaya tetap dianggap \u201csopan\u201d sehingga penting juga dalam mempelajari penggunaan Bahasa Indonesia dalam konteks budaya tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pemaparan di atas maka tidak bisa dipungkiri bahwa belajar Bahasa Indoensia yang baik dan benar adalah sesuatu yang penting. Tidak bisa kita bayangkan jika suatu saat nanti ketika semua orang Indonesia menganggap mempelajari Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah sesuatu yang tidak penting, maka saat itu juga budaya dan jati diri bangsa Indonesia akan hilang dan tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKita sebagai orang Indonesia asli, lahir di Indonesia, tumbuh besar di Indonesia, memakai Bahasa sehari-hari Bahasa Indonesia tapi kenapa harus belajar lagi mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah?\u201d Pernahkah kalian berfikir hal semacam itu? Tidak sedikit orang beranggapan bahwa belajar Bahasa Indonesia di Pendidikan formal itu tidak terlalu diperlukan apalagi untuk orang yang lahir dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5209,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Mengapa Ada Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Indonesia? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"\u201cKita sebagai orang Indonesia asli, lahir di Indonesia, tumbuh besar di Indonesia, memakai Bahasa sehari-hari Bahasa Indonesia tapi kenapa harus belajar lagi ma"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[3983,4398,167,950],"class_list":["post-5522","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-belajar-bahasa-indonesia","tag-komunikasi","tag-metode-pembelajaran","tag-minat-dan-bakat"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_2897-scaled.jpg",2560,1707,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_2897-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_2897-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_2897-768x512.jpg",768,512,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_2897-1024x683.jpg",1024,683,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_2897-1536x1024.jpg",1536,1024,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_2897-2048x1365.jpg",2048,1365,true],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_2897-scaled.jpg",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>\u201cKita sebagai orang Indonesia asli, lahir di Indonesia, tumbuh besar di Indonesia, memakai Bahasa sehari-hari Bahasa Indonesia tapi kenapa harus belajar lagi mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah?\u201d Pernahkah kalian berfikir hal semacam itu? Tidak sedikit orang beranggapan bahwa belajar Bahasa Indonesia di Pendidikan formal itu tidak terlalu diperlukan apalagi untuk orang yang lahir dan besar di Indonesia dengan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa yang dipakai sehari-hari. Lantas apa alasan Bahasa Indonesia tetap harus dipelajari di bangku sekolah bahkan hingga kuliah? Menurut para ahli, belajar sebuah bahasa pada hakikatnya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi baik lisan maupun tulisan pada manusia, yang&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":3983,"label":"Belajar Bahasa Indonesia"},{"value":4398,"label":"komunikasi"},{"value":167,"label":"metode pembelajaran"},{"value":950,"label":"Minat dan Bakat"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_2897-1024x683.jpg",1024,683,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":2828,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":2828,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":3983,"name":"Belajar Bahasa Indonesia","slug":"belajar-bahasa-indonesia","term_group":0,"term_taxonomy_id":3983,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":4398,"name":"komunikasi","slug":"komunikasi","term_group":0,"term_taxonomy_id":4398,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":28,"filter":"raw"},{"term_id":167,"name":"metode pembelajaran","slug":"metode-pembelajaran","term_group":0,"term_taxonomy_id":167,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":63,"filter":"raw"},{"term_id":950,"name":"Minat dan Bakat","slug":"minat-dan-bakat","term_group":0,"term_taxonomy_id":950,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":67,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5522","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5522"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5522\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}