{"id":5499,"date":"2022-01-27T10:01:35","date_gmt":"2022-01-27T02:01:35","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=5499"},"modified":"2023-06-12T11:34:23","modified_gmt":"2023-06-12T03:34:23","slug":"cara-mendidik-anak-ala-guru-zaman-now","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/cara-mendidik-anak-ala-guru-zaman-now\/","title":{"rendered":"Cara Mendidik Anak Ala Guru Zaman Now"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era sekarang yang lekat dengan istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kekinian <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di kalangan anak muda ada banyak sekali konsep dan model Pendidikan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mengajar. Disamping itu, dari sisi budaya, pergaulan dan perkembangan sosial di era saat ini memang sangat rentan menelan banyak informasi begitu saja tanpa memprosesnya terlebih dahulu. Apalagi di era teknologi yang pesat saat ini banyak anak muda yang terpapar dampak negative dari social media, mereka cenderung menyampingkan Batasan norma dan agama yang berlaku di masyarakat demi mendapatkan pengakuan atau sebatas menuruti naluri yang menurut mereka asyik dan menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cah dasar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kids <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">zaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">now<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d kerap dilontarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">netizen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau warganet dalam menyikapi perilaku anak zaman sekarang yang memang cenderung aneh, nyeleneh, kurang pantas dan tidak memiliki etika. Mereka di nilai sebagai generasi yang terlalu cepat dewasa dan kadang orang tua pun sulit mengambil peran sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Apalagi generasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kids <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">zaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">now <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang kalau kita simpulkan objek istilah ini yaitu generasi Z ini sedikit agak sulit diatur. Salah satu faktornya adalah penggunaan internet yang tidak mendapat perhatian khusus dari orang tua dan cenderung lalai dalam mengawasi anaknya untuk tidak mengkonsumsi konten yang berbau negative saat berselancar di dunia maya. Namun tidak semua anak generasi Z yang berperilaku \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kids <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">zaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">now<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d, masih banyak juga anak yang berperilaku baik dan berbudi luhur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang menjadi tantangan besar bagi para pendidik di Indonesia adalah mereka yang disebut \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kids <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">zaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">now<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d ini adalah penerus generasi bangsa. Yang di khawatirkan adalah bagaimana masa depan negeri ini jika generasi mudanya saja cenderung melakukan hal-hal yang kurang berfaedah dan cenderung terjerumus ke hal-hal yang negative.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi guru atau pengajar di era teknologi yang pesat ini memang harus memiliki soft <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">khusus dan dituntut menjadi guru zaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">now <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga. Tentu saja, menjadi guru zaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">now <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kita harus bisa ikut merubah pola pikir dan sudut pandang. Yang pertama adalah perhatikan kembali cara anak berkomunikasi dan yang pasti mengevaluasi juga cara kita berkomunkasi dengan mereka. Berdiskusi dan menjadi sahabat bagi anak merupakan cara ampuh untuk membuat mereka nyaman saat berkomunikasi dengan kita. Anak cenderung menghindari kita atau bahkan melawan saat kita terlalu banyak menasehati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, guru tidak boleh ketinggalan teknologi dan informasi, seharusnya di era teknologi yang pesat ini, guru dituntut untuk melek teknologi. Terutama media social yang terus berkembang pesat dari waktu ke waktu. Ketika banyak siswa yang menggunakan media social Instagram sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">secondary world <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari kehidupan aslinya, maka guru pun dituntut untuk memiliki akun Instagram untuk mengawasi aktivitas para siswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era teknologi yang pesat ini, guru tidak tidak bisa sendirian dalam mendidik anak. Ciptakan dan tingkatkan komunikasi dengan orang tua anak, karena bagaimana pun juga orang tua merupakan pendidik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">primer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bagi anak saat tidak di lingkungan sekolah. Diharapkan dengan komunikasi yag baik antara guru dan orang tua akan tercipta visi yang serupa dalam mendidik anak. Perhatikan juga lingkungan dimana anak didik tersebut berkegiatan selain di sekolah. Entah lingkungan bermain, belajar diluar sekolah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik dan membesarkan anak adalah tanggung jawab bersama, mendidik, mengajar dan membesarkan anak dengan lingkungan yang kondusif dan baik akan mempercepat penyerapan informasi dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">proses belajar yang kreatif <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bagi anak. Jika semua itu telah terwujud, niscaya pembentukan karakter seorang anak yang baik akan mudah diwujudkan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia mengajar tidak ada yang tidak mungkin. Asalkan kita tetap semangat dan tekun dalam mendidik anak, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inshaallah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan di mudahkan segala urusannya. Tetap semangat para pendidik!<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di era sekarang yang lekat dengan istilah kekinian di kalangan anak muda ada banyak sekali konsep dan model Pendidikan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mengajar. Disamping itu, dari sisi budaya, pergaulan dan perkembangan sosial di era saat ini memang sangat rentan menelan banyak informasi begitu saja tanpa memprosesnya terlebih dahulu. Apalagi di era teknologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5222,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Cara Mendidik Anak Ala Guru Zaman Now - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Di era sekarang yang lekat dengan istilah kekinian di kalangan anak muda ada banyak sekali konsep dan model Pendidikan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutu"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[1520,722,4702,589],"class_list":["post-5499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-cara-mendidik-anak","tag-generasi-z","tag-model-pendidikan","tag-soft-skill"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6828-scaled.jpg",2560,1707,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6828-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6828-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6828-768x512.jpg",768,512,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6828-1024x683.jpg",1024,683,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6828-1536x1024.jpg",1536,1024,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6828-2048x1365.jpg",2048,1365,true],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6828-scaled.jpg",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Di era sekarang yang lekat dengan istilah kekinian di kalangan anak muda ada banyak sekali konsep dan model Pendidikan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mengajar. Disamping itu, dari sisi budaya, pergaulan dan perkembangan sosial di era saat ini memang sangat rentan menelan banyak informasi begitu saja tanpa memprosesnya terlebih dahulu. Apalagi di era teknologi yang pesat saat ini banyak anak muda yang terpapar dampak negative dari social media, mereka cenderung menyampingkan Batasan norma dan agama yang berlaku di masyarakat demi mendapatkan pengakuan atau sebatas menuruti naluri yang menurut mereka asyik dan menarik.\u00a0 \u201cah dasar kids zaman now\u201d kerap dilontarkan&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":1520,"label":"Cara mendidik anak"},{"value":722,"label":"generasi Z"},{"value":4702,"label":"model Pendidikan"},{"value":589,"label":"soft skill"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6828-1024x683.jpg",1024,683,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":13539,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":13539,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":1520,"name":"Cara mendidik anak","slug":"cara-mendidik-anak","term_group":0,"term_taxonomy_id":1520,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":722,"name":"generasi Z","slug":"generasi-z","term_group":0,"term_taxonomy_id":722,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":18,"filter":"raw"},{"term_id":4702,"name":"model Pendidikan","slug":"model-pendidikan","term_group":0,"term_taxonomy_id":4702,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":589,"name":"soft skill","slug":"soft-skill","term_group":0,"term_taxonomy_id":589,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":22,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}