{"id":5339,"date":"2022-01-03T11:08:18","date_gmt":"2022-01-03T03:08:18","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=5339"},"modified":"2022-01-03T11:08:18","modified_gmt":"2022-01-03T03:08:18","slug":"pendidikan-masa-kini-untuk-anak-usia-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/pendidikan-masa-kini-untuk-anak-usia-dini\/","title":{"rendered":"Pendidikan Masa Kini untuk Anak Usia Dini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zaman selalu berkembang menghadirkan tuntutan kompetensi yang semakin kompleks.\u00a0 Saat ini sangat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">istilah keterampilan abad 21 yang disosialisasikan melalui banyak platform social media. Apalagi ditambah dengan gerakan merdeka belajar yang diusung oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Untuk memenuhi tuntutan zaman, perlu adanya pembaharuan strategi pembelajaran di semua jenjang satuan pendidikan dimulai dari Paud dan TK.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa karakteristik pendidikan abad 21 yang perlu diterapkan dalam pembelajaran di Paud dan TK:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b>Berpusat Pada Anak<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berpusat pada anak bermakna melakukan pendekatan belajar yang disesuaikan dengan potensi masing-masing anak. Layanan yang diberikan bersifat personal dan fleksibel mengikuti perkembangan zaman. Stimulasi pembelajaran yang diberikan akan lebih cocok melalui strategi bermain dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">project-based learning atau project approach<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guru harus menjadi fasilitator dan hadir dalam proses bermain yang dilakukan anak. Belajar sambil bermain sangat sesuai dengan karakteristik anak. Dari proses bermain guru bisa mengobservasi perkembangan anak mulai dari perkembangan kognitif, motorik, sosial, dan emosi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa anak perlu bermain? Jawabannya ada pada penjelasan tentang tiga bagian otak manusia berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Celebrum atau otak bagian bawah (mengatur motorik dan sensorik anak)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Limbic atau otak bagian tengah ( mengatur emosi)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cortex atau otak bagian atas (mengatur untuk berpikir)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan otak manusia adalah dari bawah ke atas dan dari tengah ke luar. Artinya celebrum dan limbic adalah bagian otak yang pertama berkembang. Oleh karena itu, hal yang harus distimulasi pertama kali pada anak anak adalah bermain karena dengan bermain anak bisa bergerak dan menyalurkan emosinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut penelitian ternyata ada hubungan antara otak bagian emosi dengan otak bagian berpikir. Saklar untuk mengaktifkan otak berpikir ternyata ada pada bagian limbic. Artinya dengan menghadirkan perasaan yang positif maka otak\u00a0 bagian atas yang memiliki tugas untuk berpikir akan teraktifkan. Secara biologis bagian tertentu dalam otak yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Corpus Callosum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berfungsi untuk menghubungkan otak kanan dan kiri anak akan aktif pada saat anak berusia 6 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bermain bisa membangun struktur otak yang akan membuat anak memiliki daya kognitif yang bagus.\u00a0 Bermain ibaratnya sebagai pondasi yang akan menjadi tempat didirikannya bangunan. Jika kita menginginkan bangunan yang kuat maka pondasinya pun harus kokoh. Artinya, optimalkan kegiatan bermain supaya ketika anak tumbuh dewasa ia mampu mengembangkan potensi akademiknya secara optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Riset yang dilakukan oleh Harvard, 1000 hari pertama akan sangat mempengaruhi sisa kehidupan seorang anak. Makanya di seribu hari pertama harus dilakukan stimulasi terbaik yang sesuai dengan perkembangan anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan pembelajaran yang berpusat pada diri anak:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesejahteraan anak ( <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wellbeing )\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menumbuhkan rasa ingin tahu anak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun minat dan motivasi belajar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengoptimalkan potensi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurangi masalah perilaku\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li><b>Mengusung Keterbukaan<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan material yang terbuka dan ruang kebebasan untuk anak dalam bereksplorasi dan bereksperimen. Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba mempelajari hal-hal yang baru. Cobalah dengan strategi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Lakukan komunikasi terbuka yang mengajak anak untuk menganalisa dan mengevaluasi.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zaman selalu berkembang menghadirkan tuntutan kompetensi yang semakin kompleks.\u00a0 Saat ini sangat booming istilah keterampilan abad 21 yang disosialisasikan melalui banyak platform social media. Apalagi ditambah dengan gerakan merdeka belajar yang diusung oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Untuk memenuhi tuntutan zaman, perlu adanya pembaharuan strategi pembelajaran di semua jenjang satuan pendidikan dimulai dari Paud [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4879,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Pendidikan Masa Kini untuk Anak Usia Dini - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Zaman selalu berkembang menghadirkan tuntutan kompetensi yang semakin kompleks.\u00a0 Saat ini sangat booming istilah keterampilan abad 21 yang disosialisasikan mela"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[1304,1302,1298,1305,1299,901,1297,1303,1301,1300],"class_list":["post-5339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-fungsi-corpus-callosum","tag-guru-harus-menjadi-fasilitator","tag-keterampilan-abad-21","tag-pembelajaran-yang-berpusat-pada-diri-anak","tag-pendidikan-abad-21","tag-pendidikan-anak-usia-dini","tag-pendidikan-masa-kini","tag-perkembangan-otak-manusia-adalah","tag-project-approach","tag-project-based-learning"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6068_ed-scaled.jpg",2560,1707,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6068_ed-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6068_ed-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6068_ed-768x512.jpg",768,512,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6068_ed-1024x683.jpg",1024,683,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6068_ed-1536x1024.jpg",1536,1024,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6068_ed-2048x1365.jpg",2048,1365,true],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6068_ed-scaled.jpg",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Zaman selalu berkembang menghadirkan tuntutan kompetensi yang semakin kompleks.\u00a0 Saat ini sangat booming istilah keterampilan abad 21 yang disosialisasikan melalui banyak platform social media. Apalagi ditambah dengan gerakan merdeka belajar yang diusung oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Untuk memenuhi tuntutan zaman, perlu adanya pembaharuan strategi pembelajaran di semua jenjang satuan pendidikan dimulai dari Paud dan TK.\u00a0 Berikut beberapa karakteristik pendidikan abad 21 yang perlu diterapkan dalam pembelajaran di Paud dan TK: Berpusat Pada Anak Berpusat pada anak bermakna melakukan pendekatan belajar yang disesuaikan dengan potensi masing-masing anak. Layanan yang diberikan bersifat personal dan fleksibel mengikuti perkembangan zaman. Stimulasi pembelajaran&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":1304,"label":"fungsi Corpus Callosum"},{"value":1302,"label":"Guru harus menjadi fasilitator"},{"value":1298,"label":"keterampilan abad 21"},{"value":1305,"label":"pembelajaran yang berpusat pada diri anak"},{"value":1299,"label":"pendidikan abad 21"},{"value":901,"label":"Pendidikan anak usia dini"},{"value":1297,"label":"Pendidikan Masa Kini"},{"value":1303,"label":"Perkembangan otak manusia adalah"},{"value":1301,"label":"project approach"},{"value":1300,"label":"project-based learning"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_6068_ed-1024x683.jpg",1024,683,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":6032,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":6032,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":1304,"name":"fungsi Corpus Callosum","slug":"fungsi-corpus-callosum","term_group":0,"term_taxonomy_id":1304,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":1302,"name":"Guru harus menjadi fasilitator","slug":"guru-harus-menjadi-fasilitator","term_group":0,"term_taxonomy_id":1302,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":1298,"name":"keterampilan abad 21","slug":"keterampilan-abad-21","term_group":0,"term_taxonomy_id":1298,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":5,"filter":"raw"},{"term_id":1305,"name":"pembelajaran yang berpusat pada diri anak","slug":"pembelajaran-yang-berpusat-pada-diri-anak","term_group":0,"term_taxonomy_id":1305,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":1299,"name":"pendidikan abad 21","slug":"pendidikan-abad-21","term_group":0,"term_taxonomy_id":1299,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":901,"name":"Pendidikan anak usia dini","slug":"pendidikan-anak-usia-dini","term_group":0,"term_taxonomy_id":901,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":1297,"name":"Pendidikan Masa Kini","slug":"pendidikan-masa-kini","term_group":0,"term_taxonomy_id":1297,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":1303,"name":"Perkembangan otak manusia adalah","slug":"perkembangan-otak-manusia-adalah","term_group":0,"term_taxonomy_id":1303,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":1301,"name":"project approach","slug":"project-approach","term_group":0,"term_taxonomy_id":1301,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":1300,"name":"project-based learning","slug":"project-based-learning","term_group":0,"term_taxonomy_id":1300,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5339\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}