{"id":49987,"date":"2026-09-26T09:46:35","date_gmt":"2026-09-26T01:46:35","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=49987"},"modified":"2026-09-26T09:46:35","modified_gmt":"2026-09-26T01:46:35","slug":"apa-peran-kebiasaan-menjaga-kebersihan-dan-fasilitas-bersama-bagi-siswa-smp-dan-sma-al-masoem-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/apa-peran-kebiasaan-menjaga-kebersihan-dan-fasilitas-bersama-bagi-siswa-smp-dan-sma-al-masoem-bandung\/","title":{"rendered":"Apa Peran Kebiasaan Menjaga Kebersihan dan Fasilitas Bersama bagi Siswa SMP dan SMA Al Ma\u2019soem Bandung?"},"content":{"rendered":"<p>Lingkungan sekolah bukan hanya tempat untuk mengikuti pembelajaran, tetapi juga ruang yang digunakan bersama oleh banyak orang. Ruang kelas, lapangan, fasilitas olahraga, area kegiatan, toilet, tempat duduk, hingga berbagai perlengkapan sekolah digunakan secara bergantian oleh siswa dan warga sekolah lainnya. Karena digunakan bersama, kondisi lingkungan tersebut tidak hanya bergantung pada petugas yang bertanggung jawab terhadap kebersihan, tetapi juga pada kebiasaan setiap orang yang menggunakannya.<\/p>\n<p>Bagi siswa SMP dan SMA Al Ma\u2019soem Bandung, kebiasaan menjaga kebersihan dan fasilitas bersama dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter yang berlangsung melalui kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Membuang sampah pada tempatnya, menggunakan perlengkapan sesuai fungsi, menjaga barang yang dipinjam, atau merapikan area setelah digunakan merupakan contoh sederhana yang dapat melatih rasa tanggung jawab.<\/p>\n<h3>Sekolah sebagai Ruang Bersama<\/h3>\n<p>Setiap siswa memiliki ruang pribadi di rumah, tetapi sekolah memiliki karakter yang berbeda. Banyak fasilitas di sekolah digunakan oleh banyak orang sehingga kondisi yang ditinggalkan seseorang dapat memengaruhi pengguna berikutnya.<\/p>\n<p>Ketika seorang siswa meninggalkan meja dalam keadaan berantakan, misalnya, siswa berikutnya dapat merasa tidak nyaman. Begitu pula ketika fasilitas olahraga tidak dikembalikan ke tempatnya atau perlengkapan kegiatan digunakan tanpa memperhatikan kondisinya. Hal yang terlihat kecil dapat memberikan dampak kepada orang lain.<\/p>\n<p>Kesadaran bahwa sekolah merupakan ruang bersama dapat membantu siswa memahami hubungan antara tindakan pribadi dan kepentingan kelompok. Siswa mulai melihat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk teman, guru, dan warga sekolah lainnya.<\/p>\n<p>Pemahaman tersebut dapat menjadi dasar dari kebiasaan bertanggung jawab. Seseorang tidak hanya menjaga sesuatu ketika barang tersebut merupakan miliknya, tetapi juga ketika barang tersebut digunakan bersama.<\/p>\n<h3>Kebersihan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana<\/h3>\n<p>Menjaga kebersihan lingkungan sekolah tidak selalu membutuhkan kegiatan khusus. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan pengaruh besar terhadap kondisi lingkungan.<\/p>\n<p>Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan siswa antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Membuang sampah sesuai tempat yang tersedia.<\/li>\n<li>Tidak meninggalkan sisa makanan atau minuman di ruang kelas.<\/li>\n<li>Menjaga meja dan kursi agar tetap rapi.<\/li>\n<li>Mengembalikan perlengkapan kegiatan setelah digunakan.<\/li>\n<li>Menggunakan toilet dan fasilitas umum dengan baik.<\/li>\n<li>Tidak mencoret dinding, meja, kursi, atau fasilitas sekolah.<\/li>\n<li>Mengingatkan teman dengan cara yang sopan ketika melihat kebiasaan yang dapat mengganggu kebersihan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kebiasaan tersebut terlihat sederhana karena memang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun, ketika dilakukan oleh banyak siswa secara bersama-sama, dampaknya dapat terlihat pada kondisi lingkungan sekolah secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Di sinilah pendidikan karakter dapat berlangsung secara alami. Siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai tanggung jawab, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h3>Merawat Fasilitas Berarti Menghargai Pengguna Berikutnya<\/h3>\n<p>Fasilitas sekolah pada dasarnya merupakan sarana yang membantu proses pendidikan. Ruang belajar, peralatan olahraga, perlengkapan kegiatan, maupun fasilitas pendukung lainnya memungkinkan siswa melakukan berbagai aktivitas.<\/p>\n<p>Ketika fasilitas digunakan dengan baik, siswa berikutnya juga memiliki kesempatan untuk menggunakannya dalam kondisi yang layak. Sebaliknya, penggunaan yang tidak bertanggung jawab dapat membuat fasilitas lebih cepat rusak atau tidak nyaman digunakan.<\/p>\n<p>Contohnya dapat terlihat ketika siswa menggunakan peralatan olahraga. Setelah kegiatan selesai, perlengkapan perlu dikembalikan dengan cara yang sesuai. Hal yang sama berlaku untuk perlengkapan seni, alat pembelajaran, maupun fasilitas lain yang digunakan secara bersama.<\/p>\n<p>Kebiasaan tersebut mengajarkan bahwa menggunakan sesuatu juga berarti memiliki tanggung jawab terhadap kondisi barang setelah selesai digunakan. Sikap ini dapat menjadi latihan sederhana sebelum siswa menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di luar sekolah.<\/p>\n<h3>Belajar Bertanggung Jawab terhadap Barang yang Dipinjam<\/h3>\n<p>Barang milik pribadi biasanya lebih mudah dijaga karena seseorang mengetahui bahwa barang tersebut merupakan miliknya. Namun, menjaga barang yang dipinjam membutuhkan kesadaran yang berbeda.<\/p>\n<p>Ketika siswa meminjam buku, perlengkapan kegiatan, alat olahraga, atau barang lainnya, mereka memiliki tanggung jawab untuk menggunakannya dengan hati-hati dan mengembalikannya sesuai kesepakatan.<\/p>\n<p>Pengalaman seperti ini dapat melatih siswa memahami arti kepercayaan. Ketika seseorang meminjamkan barang, terdapat harapan bahwa barang tersebut akan diperlakukan dengan baik.<\/p>\n<p>Jika terjadi kerusakan atau masalah, siswa juga dapat belajar untuk menyampaikan keadaan tersebut secara jujur. Kejujuran menjadi bagian penting dari tanggung jawab karena kesalahan tidak selalu dapat dihindari, tetapi cara seseorang menghadapi kesalahan dapat menunjukkan sikapnya.<\/p>\n<h3>Tanggung Jawab Tidak Harus Menunggu Disuruh<\/h3>\n<p>Salah satu bentuk perkembangan sikap tanggung jawab adalah ketika siswa mulai melakukan sesuatu tanpa harus selalu menunggu instruksi. Misalnya, ketika melihat sampah di sekitar tempat duduk, siswa memiliki kesadaran untuk mengambil dan membuangnya pada tempat yang sesuai.<\/p>\n<p>Hal serupa dapat terjadi setelah kegiatan selesai. Siswa dapat melihat apakah perlengkapan sudah dikembalikan, apakah area yang digunakan sudah rapi, atau apakah ada barang yang tertinggal.<\/p>\n<p>Tindakan tersebut menunjukkan adanya inisiatif dalam menjaga lingkungan. Siswa tidak hanya bertindak karena ada guru yang mengawasi, tetapi mulai memahami bahwa kondisi lingkungan juga merupakan tanggung jawab bersama.<\/p>\n<p>Kebiasaan ini dapat berkembang secara bertahap. Pada awalnya, siswa mungkin perlu diingatkan. Namun, ketika tindakan tersebut dilakukan berulang kali, kebiasaan dapat menjadi bagian dari rutinitas.<\/p>\n<h3>Menjaga Kebersihan dalam Kegiatan Bersama<\/h3>\n<p>Kegiatan sekolah yang melibatkan banyak siswa biasanya membutuhkan perhatian lebih terhadap kebersihan dan kerapian. Setelah kegiatan olahraga, misalnya, perlengkapan perlu dikembalikan dan area yang digunakan perlu diperhatikan.<\/p>\n<p>Begitu pula ketika siswa mengikuti kegiatan seni, praktik, organisasi, atau aktivitas kelompok. Setiap kegiatan memiliki perlengkapan dan ruang yang perlu dijaga.<\/p>\n<p>Dalam situasi seperti ini, siswa dapat belajar bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan tidak hanya dilakukan oleh satu orang. Anggota kelompok dapat berbagi tugas agar pekerjaan menjadi lebih ringan.<\/p>\n<p>Pembagian tugas tersebut juga melatih kerja sama. Ada siswa yang bertugas mengumpulkan perlengkapan, ada yang merapikan area, dan ada yang memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Dengan cara tersebut, kebersihan menjadi bagian dari aktivitas bersama, bukan pekerjaan yang hanya dilakukan setelah kegiatan selesai.<\/p>\n<h3>Guru dan Pembina sebagai Contoh<\/h3>\n<p>Kebiasaan menjaga lingkungan akan lebih mudah dipahami ketika siswa melihat contoh nyata dari orang-orang di sekitarnya. Guru dan pembina kegiatan dapat menjadi contoh dalam menggunakan fasilitas, menjaga kerapian, serta memperlakukan lingkungan sekolah dengan baik.<\/p>\n<p>Keteladanan penting karena siswa tidak hanya belajar melalui instruksi. Mereka juga memperhatikan perilaku yang mereka lihat setiap hari.<\/p>\n<p>Ketika aturan mengenai kebersihan disertai dengan penjelasan mengenai alasannya, siswa dapat memahami bahwa aturan tersebut bukan sekadar pembatas. Ada tujuan untuk menjaga kenyamanan, keamanan, dan keberlangsungan fasilitas yang digunakan bersama.<\/p>\n<p>Guru juga dapat memberikan apresiasi terhadap kebiasaan positif siswa. Apresiasi tidak harus selalu berupa penghargaan formal. Pengakuan sederhana terhadap sikap bertanggung jawab dapat membantu siswa memahami bahwa tindakan tersebut memiliki nilai.<\/p>\n<h3>Belajar Memahami Dampak dari Tindakan Sendiri<\/h3>\n<p>Menjaga fasilitas bersama juga berkaitan dengan kemampuan melihat dampak dari tindakan pribadi. Sebuah tindakan mungkin terlihat kecil ketika dilakukan oleh satu orang, tetapi dapat menjadi masalah apabila dilakukan oleh banyak orang.<\/p>\n<p>Misalnya, satu orang yang meninggalkan sampah mungkin tidak langsung membuat lingkungan menjadi kotor secara keseluruhan. Namun, jika setiap siswa berpikir dengan cara yang sama, jumlah sampah dapat bertambah dengan cepat.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan penggunaan fasilitas. Satu tindakan yang tidak tepat mungkin hanya menyebabkan kerusakan kecil, tetapi penggunaan yang berulang tanpa perhatian dapat membuat fasilitas lebih cepat mengalami kerusakan.<\/p>\n<p>Melalui pengalaman tersebut, siswa dapat memahami bahwa tanggung jawab sosial sering kali dimulai dari tindakan pribadi. Mereka belajar bahwa kebiasaan seseorang dapat memengaruhi kondisi lingkungan yang lebih luas.<\/p>\n<h3>Kebiasaan yang Dapat Terbawa ke Luar Sekolah<\/h3>\n<p>Kebiasaan menjaga kebersihan dan fasilitas bersama tidak hanya berguna ketika siswa berada di sekolah. Sikap tersebut dapat diterapkan ketika berada di rumah, tempat umum, fasilitas olahraga, tempat wisata, maupun lingkungan lainnya.<\/p>\n<p>Siswa yang terbiasa mengembalikan barang setelah digunakan dapat lebih mudah memahami tanggung jawab ketika menggunakan fasilitas milik orang lain. Siswa yang terbiasa membuang sampah pada tempatnya juga dapat membawa kebiasaan tersebut ketika berada di luar lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak berhenti ketika jam pelajaran berakhir. Kebiasaan yang dibangun melalui aktivitas sehari-hari dapat terbawa ke berbagai lingkungan.<\/p>\n<p>Bagi siswa SMA, kebiasaan tersebut menjadi semakin relevan karena mereka akan memasuki lingkungan yang lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan. Perguruan tinggi, organisasi, tempat kerja, dan masyarakat memiliki banyak ruang bersama yang membutuhkan kesadaran dari penggunanya.<\/p>\n<h3>Ketika Menjaga Fasilitas Menjadi Budaya Bersama<\/h3>\n<p>Lingkungan sekolah yang terjaga tidak hanya terbentuk karena adanya aturan. Dibutuhkan kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang secara bersama-sama.<\/p>\n<p>Ketika siswa melihat teman-temannya menjaga fasilitas, mereka dapat terdorong untuk melakukan hal yang sama. Begitu pula sebaliknya, kebiasaan buruk dapat mudah menyebar ketika dianggap sebagai sesuatu yang biasa.<\/p>\n<p>Karena itu, membangun budaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Siswa, guru, pembina, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap fasilitas memiliki peran masing-masing.<\/p>\n<p>Budaya tersebut tidak harus dimulai dari kegiatan besar. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi dasar. Meletakkan barang kembali pada tempatnya, menjaga kebersihan ruang yang digunakan, dan memperlakukan fasilitas dengan hati-hati merupakan tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.<\/p>\n<p>Bagi siswa SMP dan SMA Al Ma\u2019soem Bandung, pengalaman menjaga kebersihan dan fasilitas bersama dapat menjadi bagian dari proses belajar mengenai tanggung jawab. Pendidikan tidak hanya berlangsung ketika siswa menerima materi pelajaran, tetapi juga melalui cara mereka memperlakukan lingkungan, barang, dan orang lain di sekitarnya. Dari kebiasaan sederhana tersebut, siswa dapat belajar bahwa menjadi bagian dari sebuah lingkungan berarti ikut menjaga kondisi lingkungan tersebut agar tetap nyaman dan dapat digunakan bersama.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lingkungan sekolah bukan hanya tempat untuk mengikuti pembelajaran, tetapi juga ruang yang digunakan bersama oleh banyak orang. Ruang kelas, lapangan, fasilitas olahraga, area kegiatan, toilet, tempat duduk, hingga berbagai perlengkapan sekolah digunakan secara bergantian oleh siswa dan warga sekolah lainnya. Karena digunakan bersama, kondisi lingkungan tersebut tidak hanya bergantung pada petugas yang bertanggung jawab terhadap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":47988,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Apa Peran Kebiasaan Menjaga Kebersihan dan Fasilitas Bersama bagi Siswa SMP dan SMA Al Ma\u2019soem Bandung? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Lingkungan sekolah bukan hanya tempat untuk mengikuti pembelajaran, tetapi juga ruang yang digunakan bersama oleh banyak orang. Ruang kelas, lapangan, fasilitas"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[7032,8747,6875,8662,7432],"class_list":["post-49987","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-fasilitassekolah","tag-kebersihansekolah","tag-pendidikankarakter","tag-sekolahalmasoembandung","tag-tanggungjawabsiswa"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2023-07-13-at-11.35.10-4.jpeg",1600,1200,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2023-07-13-at-11.35.10-4-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2023-07-13-at-11.35.10-4-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2023-07-13-at-11.35.10-4-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2023-07-13-at-11.35.10-4-1024x768.jpeg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2023-07-13-at-11.35.10-4-1536x1152.jpeg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2023-07-13-at-11.35.10-4.jpeg",1600,1200,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2023-07-13-at-11.35.10-4-16x12.jpeg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Lingkungan sekolah bukan hanya tempat untuk mengikuti pembelajaran, tetapi juga ruang yang digunakan bersama oleh banyak orang. Ruang kelas, lapangan, fasilitas olahraga, area kegiatan, toilet, tempat duduk, hingga berbagai perlengkapan sekolah digunakan secara bergantian oleh siswa dan warga sekolah lainnya. Karena digunakan bersama, kondisi lingkungan tersebut tidak hanya bergantung pada petugas yang bertanggung jawab terhadap kebersihan, tetapi juga pada kebiasaan setiap orang yang menggunakannya. Bagi siswa SMP dan SMA Al Ma\u2019soem Bandung, kebiasaan menjaga kebersihan dan fasilitas bersama dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter yang berlangsung melalui kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Membuang sampah pada tempatnya,&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 4","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":7032,"label":"FasilitasSekolah"},{"value":8747,"label":"KebersihanSekolah"},{"value":6875,"label":"PendidikanKarakter"},{"value":8662,"label":"sekolahAlMa\u2019soemBandung"},{"value":7432,"label":"TanggungJawabSiswa"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2023-07-13-at-11.35.10-4-1024x768.jpeg",1024,768,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 4","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":13490,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":13490,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":6028,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":6028,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7032,"name":"FasilitasSekolah","slug":"fasilitassekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":7032,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":324,"filter":"raw"},{"term_id":8747,"name":"KebersihanSekolah","slug":"kebersihansekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":8747,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":41,"filter":"raw"},{"term_id":6875,"name":"PendidikanKarakter","slug":"pendidikankarakter","term_group":0,"term_taxonomy_id":6875,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1723,"filter":"raw"},{"term_id":8662,"name":"sekolahAlMa\u2019soemBandung","slug":"sekolahalmasoembandung","term_group":0,"term_taxonomy_id":8662,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1762,"filter":"raw"},{"term_id":7432,"name":"TanggungJawabSiswa","slug":"tanggungjawabsiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":7432,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":269,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49987","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49987"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49987\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50003,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49987\/revisions\/50003"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}