{"id":48915,"date":"2026-09-25T17:29:56","date_gmt":"2026-09-25T09:29:56","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=48915"},"modified":"2026-09-25T17:29:56","modified_gmt":"2026-09-25T09:29:56","slug":"sinergi-parenting-program-antara-sekolah-dan-orang-tua-murid-sd-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/sinergi-parenting-program-antara-sekolah-dan-orang-tua-murid-sd-internasional\/","title":{"rendered":"Sinergi Parenting Program Antara Sekolah dan Orang Tua Murid SD Internasional"},"content":{"rendered":"<p>Pendidikan anak tidak berhenti ketika jam sekolah selesai. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama keluarga sehingga kebiasaan yang dibangun di rumah memiliki hubungan erat dengan perkembangan mereka di sekolah. Karena itu, hubungan antara sekolah dan orang tua menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan pendidikan yang konsisten.<\/p>\n<p>Dalam lingkungan SD Internasional Al Masoem, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan academic excellence dan English proficiency. Program juga menempatkan strong moral values sebagai bagian dari tujuan pendidikan. Untuk mencapai perkembangan anak yang seimbang, komunikasi antara sekolah dan keluarga perlu berjalan secara baik.<\/p>\n<h2>Mengapa Parenting Program Penting?<\/h2>\n<p>Parenting program dapat menjadi ruang bagi sekolah dan orang tua untuk berbagi pemahaman mengenai perkembangan anak. Setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikan tidak cukup hanya dilakukan dari satu sisi.<\/p>\n<p>Sekolah memiliki pengalaman dalam mengamati anak di lingkungan pembelajaran, sedangkan orang tua memiliki pemahaman mengenai kebiasaan anak di rumah. Ketika kedua informasi tersebut dikomunikasikan dengan baik, pendampingan anak dapat menjadi lebih menyeluruh.<\/p>\n<p>Parenting juga bukan sekadar kegiatan seminar. Program dapat mencakup diskusi, konsultasi, berbagi informasi perkembangan anak, maupun komunikasi mengenai kebiasaan belajar.<\/p>\n<h2>Menyamakan Pemahaman Mengenai Pendidikan<\/h2>\n<p>Salah satu manfaat komunikasi antara sekolah dan orang tua adalah menyamakan pemahaman mengenai tujuan pendidikan.<\/p>\n<p>Jika sekolah mengajarkan kemandirian, tetapi di rumah seluruh kebutuhan anak selalu dikerjakan orang tua, proses tersebut dapat menjadi kurang konsisten. Sebaliknya, ketika sekolah dan keluarga sama-sama memberikan kesempatan anak melakukan aktivitas sesuai kemampuannya, pembiasaan dapat berlangsung lebih baik.<\/p>\n<p>Hal serupa berlaku pada kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan kebiasaan belajar.<\/p>\n<h2>Mendukung Pendidikan Bilingual<\/h2>\n<p>SD Internasional Al Masoem menggunakan bilingual instruction dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Orang tua tidak harus menguasai bahasa Inggris seperti seorang guru untuk mendukung anak.<\/p>\n<p>Hal sederhana dapat dilakukan di rumah, misalnya memberikan kesempatan anak menggunakan kosakata Inggris yang sudah dipelajari di sekolah. Orang tua juga dapat menyediakan buku cerita atau aktivitas bahasa yang sesuai dengan usia.<\/p>\n<p>Yang terpenting adalah menciptakan suasana bahwa bahasa Inggris merupakan bagian normal dari proses belajar, bukan sesuatu yang harus ditakuti.<\/p>\n<h2>Membantu Anak Mengembangkan Kemandirian<\/h2>\n<p>Anak sekolah dasar mulai memasuki tahap perkembangan yang membutuhkan lebih banyak kemandirian. Mereka dapat belajar menyiapkan perlengkapan, menjaga barang, mengatur jadwal, dan menyelesaikan tugas sederhana.<\/p>\n<p>Fasilitas seperti student lockers di sekolah juga dapat mendukung kebiasaan mengatur barang pribadi. Di rumah, orang tua dapat melanjutkan kebiasaan tersebut dengan memberikan tanggung jawab sederhana.<\/p>\n<p>Pendampingan bukan berarti mengerjakan semua hal untuk anak. Orang tua dapat memberikan arahan, kemudian membiarkan anak mencoba.<\/p>\n<h2>Komunikasi Mengenai Perkembangan Akademik<\/h2>\n<p>Orang tua perlu mengetahui bagaimana perkembangan akademik anak, tetapi komunikasi tidak seharusnya hanya dilakukan ketika ada masalah.<\/p>\n<p>Sekolah dan keluarga dapat membahas perkembangan anak secara berkala. Jika anak mengalami kesulitan dalam membaca, bahasa Inggris, matematika, atau bidang lain, orang tua dapat mengetahui lebih awal dan memberikan dukungan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, jika anak memiliki minat tertentu, informasi dari orang tua dapat membantu guru memahami potensi tersebut.<\/p>\n<h2>Mendampingi Penggunaan Teknologi<\/h2>\n<p>Anak di kelas internasional dapat berinteraksi dengan Smart TV, multimedia, komputer kelas, dan integrated e-learning network. Pengalaman digital tersebut perlu didukung dengan kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat di rumah.<\/p>\n<p>Orang tua dapat membantu anak memahami bahwa perangkat digital dapat digunakan untuk belajar sekaligus hiburan, tetapi keduanya perlu memiliki batas yang jelas.<\/p>\n<p>Anak juga dapat diajarkan untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi dan selalu meminta pendampingan ketika menemukan sesuatu yang belum dipahami.<\/p>\n<h2>Menjaga Keseimbangan Akademik dan Kehidupan Anak<\/h2>\n<p>Program internasional dapat memberikan berbagai pengalaman belajar, tetapi anak tetap membutuhkan waktu istirahat, bermain, berinteraksi dengan keluarga, dan melakukan aktivitas fisik.<\/p>\n<p>Parenting program dapat menjadi sarana untuk membahas keseimbangan tersebut. Orang tua dapat berdiskusi dengan sekolah mengenai rutinitas belajar, kegiatan anak, serta kebutuhan istirahat.<\/p>\n<p>Tujuan pendidikan bukan membuat jadwal anak penuh sepanjang hari, tetapi menciptakan kebiasaan yang mendukung perkembangan secara menyeluruh.<\/p>\n<h2>Penguatan Nilai Keislaman di Rumah<\/h2>\n<p>Pendidikan karakter dan nilai keislaman juga membutuhkan konsistensi antara sekolah dan keluarga. Orang tua dapat melanjutkan pembiasaan yang diberikan di lingkungan pendidikan melalui kegiatan sederhana di rumah.<\/p>\n<p>Anak dapat dibiasakan berperilaku sopan, menghormati orang lain, bertanggung jawab, serta memahami pentingnya kejujuran.<\/p>\n<p>Nilai tersebut tidak harus selalu diajarkan melalui ceramah panjang. Keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi anak.<\/p>\n<h2>Komunikasi Dua Arah<\/h2>\n<p>Hubungan sekolah dan orang tua sebaiknya bersifat dua arah. Sekolah tidak hanya menyampaikan informasi kepada keluarga, tetapi juga mendengarkan masukan orang tua.<\/p>\n<p>Orang tua pun dapat menyampaikan perubahan perilaku atau kondisi anak yang mungkin belum terlihat di sekolah.<\/p>\n<p>Komunikasi yang terbuka membantu kedua pihak menghindari kesalahpahaman. Ketika muncul masalah, pembahasannya dapat diarahkan pada solusi dan kebutuhan anak.<\/p>\n<h2>Mendukung Wawasan Global Anak<\/h2>\n<p>Program internasional memberikan kesempatan bagi anak untuk mengenal lingkungan global melalui bahasa Inggris, kurikulum Cambridge, field trip, serta program seperti annual overseas study tour.<\/p>\n<p>Orang tua dapat memperluas pengalaman tersebut melalui kegiatan keluarga. Anak dapat diajak mengenal buku, budaya, makanan, atau cerita dari berbagai negara.<\/p>\n<p>Namun, wawasan global tetap perlu berjalan bersama identitas dan nilai keluarga. Anak dapat belajar menghargai budaya lain tanpa harus kehilangan akar budayanya sendiri.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Sinergi antara sekolah dan orang tua merupakan bagian penting dalam pendidikan siswa SD Internasional. Parenting program dapat menjadi sarana untuk membangun komunikasi, menyamakan pemahaman, membahas perkembangan anak, dan mencari solusi terhadap kebutuhan pendidikan.<\/p>\n<p>Dukungan orang tua dapat memperkuat berbagai program sekolah, mulai dari bilingual instruction, pengembangan kemandirian, penggunaan teknologi, hingga pembentukan karakter dan nilai keislaman.<\/p>\n<p>Ketika sekolah dan keluarga berjalan dalam arah yang saling mendukung, anak memperoleh lingkungan pendidikan yang lebih konsisten. Mereka bukan hanya didorong untuk memiliki kemampuan akademik dan bahasa Inggris, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, mampu berkomunikasi, dan memiliki karakter yang baik.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan anak tidak berhenti ketika jam sekolah selesai. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama keluarga sehingga kebiasaan yang dibangun di rumah memiliki hubungan erat dengan perkembangan mereka di sekolah. Karena itu, hubungan antara sekolah dan orang tua menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan pendidikan yang konsisten. Dalam lingkungan SD Internasional Al Masoem, pendidikan tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":22135,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Sinergi Parenting Program Antara Sekolah dan Orang Tua Murid SD Internasional - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Pendidikan anak tidak berhenti ketika jam sekolah selesai. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama keluarga sehingga kebiasaan yang dibangun di rumah"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[9107,14231,7651],"class_list":["post-48915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-orangtuadansekolah","tag-parentingprogram","tag-sdinternasionalalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-07-28-at-09.16.00.jpeg",1920,1081,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-07-28-at-09.16.00-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-07-28-at-09.16.00-300x169.jpeg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-07-28-at-09.16.00-768x432.jpeg",768,432,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-07-28-at-09.16.00-1024x577.jpeg",1024,577,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-07-28-at-09.16.00-1536x865.jpeg",1536,865,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-07-28-at-09.16.00.jpeg",1920,1081,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-07-28-at-09.16.00-18x10.jpeg",18,10,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Pendidikan anak tidak berhenti ketika jam sekolah selesai. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama keluarga sehingga kebiasaan yang dibangun di rumah memiliki hubungan erat dengan perkembangan mereka di sekolah. Karena itu, hubungan antara sekolah dan orang tua menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan pendidikan yang konsisten. Dalam lingkungan SD Internasional Al Masoem, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan academic excellence dan English proficiency. Program juga menempatkan strong moral values sebagai bagian dari tujuan pendidikan. Untuk mencapai perkembangan anak yang seimbang, komunikasi antara sekolah dan keluarga perlu berjalan secara baik. Mengapa Parenting Program Penting? Parenting program dapat menjadi ruang bagi sekolah&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 6","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":9107,"label":"OrangTuaDanSekolah"},{"value":14231,"label":"ParentingProgram"},{"value":7651,"label":"SDInternasionalAlMasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-07-28-at-09.16.00-1024x577.jpeg",1024,577,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 6","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":13244,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":13244,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4468,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":4468,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":9107,"name":"OrangTuaDanSekolah","slug":"orangtuadansekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":9107,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":14231,"name":"ParentingProgram","slug":"parentingprogram","term_group":0,"term_taxonomy_id":14231,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":7651,"name":"SDInternasionalAlMasoem","slug":"sdinternasionalalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":7651,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":157,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48915"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48985,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48915\/revisions\/48985"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}