{"id":4693,"date":"2021-11-21T07:21:03","date_gmt":"2021-11-20T23:21:03","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=4693"},"modified":"2021-11-19T11:23:25","modified_gmt":"2021-11-19T03:23:25","slug":"rasa-insecure-pada-remaja-masa-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/rasa-insecure-pada-remaja-masa-kini\/","title":{"rendered":"Rasa Insecure Pada Remaja Masa Kini"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah suatu perasaan cemas yang dirasakan oleh individu. Sebenarnya perasaan cemas pada setiap individu adalah sesuatu yang wajar.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Namun istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini, yaitu kecemasan individu\u00a0 yang terjadi\u00a0 terus-menerus. Hal tersebut adalah suatu kondisi yang menimbulkan\u00a0 akibat pengalaman buruk, cara pandang yang salah, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sifat perfeksionis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Perasaan cemas yang tatkala pemicunya sudah hilang maka akan mereda sendiri.\u00a0 Sebagai contohnya individu saat akan UTS mengalami rasa cemas tetapi setelah beres akan kembali normal.\u00a0 Berbeda dengan individu yang terkena \u201cwabah\u201d <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> justru tidak pernah akan reda. Bahkan dalam kesehatan mental, apabila <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rasa cemas yang berlebihan dan terjadi tanpa sebab yang jelas dapat berujung pada terganggunya kesehatan mental seseorang. Jadi dapat disimpulkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kecemasan tanpa sebab yang dapat mempengaruhi kesehatan mental.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi pada remaja. Mengapa remaja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?. Menurut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Santrock\u00a0(2007) masa\u00a0remaja\u00a0merupakan periode transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, yang melibatkan perubahan biologis, kognitif, dan sosio, emosional, yang dimulai dari rentang usia 10 hingga 13 tahun dan berakhir pada usia sekitar 18 hingga 22 tahun. Remaja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena pada masa remaja terjadi perubahan yang transisi diantaranya adalah kognitif dan emosional, serta perubahan hormonal sehingga rasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau cemasnya lebih tinggi dibanding pada rentang perkembangan usia lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu pada masa ini<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, banyak individu yang merasa tidak aman, karena merupakan periode perubahan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Banyak tekanan, tanggungjawab, rasa tidak pasti, serta keraguan. Apalagi saat ini, pengaruh media sosial menuntut setiap orang untuk tampil sempurna. Tidak itu saja, beberapa remaja bisa saja menjadi sasaran\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bullying<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di sekolah karena penampilan, atau bahkan sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan pola pikir mereka.Selain faktor tersebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada remaja terjadi akibat adanya rasa pertemanan yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">out of the group <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0atau tidak sejalan dengan kelompoknya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tuntutan keberhasilan dalam akademik untuk terus berprestasi dan mampu berkompetisi, merasa tidak dipahami oleh orang tua. Itulah faktor utama remaja terpicu menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagaimana caranya mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada remaja?. Untuk mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada remaja terdapat dua hal utama. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor eksternal, artinya remaja perlu dukungan dari luar dirinya yaitu, lingkungan terdekat. Misalnya peranan orang tua untuk berupaya tidak menuntut lebih kepada mereka namun lebih dekat lagi memberikan semangat dan motivasi kepada diri remaja sesuai dengan kemampuan dan minat bakatnya untuk berkembang dan berprestasi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Faktor internal, remaja perlu merekonstruksi kognitif atau pikiran dirinya sendiri untuk mau berubah agar tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan cara yaitu: 1) berfikir positif; 2) Menerima kritik dan masukan; 3) Jadilah diri sendiri; 4) Lakukan hal yang positif; 5) Bicaralah pada orang yang memahami ilmu saat memiliki kesulitan; 6) move on dari hal yang negatif. Dengan cara tersebut remaja akan dapat lebih positif dalam menjalani kehidupannya dan kemungkinan akan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kembali semakin kecil.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Insecure adalah suatu perasaan cemas yang dirasakan oleh individu. Sebenarnya perasaan cemas pada setiap individu adalah sesuatu yang wajar.\u00a0 \u00a0Namun istilah insecure ini, yaitu kecemasan individu\u00a0 yang terjadi\u00a0 terus-menerus. Hal tersebut adalah suatu kondisi yang menimbulkan\u00a0 akibat pengalaman buruk, cara pandang yang salah, atau\u00a0sifat perfeksionis. Perasaan cemas yang tatkala pemicunya sudah hilang maka akan mereda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4052,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Rasa Insecure Pada Remaja Masa Kini - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Insecure adalah suatu perasaan cemas yang dirasakan oleh individu. Sebenarnya perasaan cemas pada setiap individu adalah sesuatu yang wajar.\u00a0 \u00a0Namun istilah ins"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[153,815,813,820,818,816,814,817,819],"class_list":["post-4693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-insecure","tag-insecure-adalah","tag-insecure-pada-remaja","tag-kecemasan-tanpa-sebab","tag-kesehatan-mental","tag-perasaan-cemas","tag-remaja-insecure","tag-sifat-perfeksionis","tag-terganggunya-kesehatan-mental-seseorang"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-16.54.40-6.jpeg",700,370,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-16.54.40-6-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-16.54.40-6-300x159.jpeg",300,159,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-16.54.40-6.jpeg",700,370,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-16.54.40-6.jpeg",700,370,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-16.54.40-6.jpeg",700,370,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-16.54.40-6.jpeg",700,370,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-16.54.40-6.jpeg",18,10,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Insecure adalah suatu perasaan cemas yang dirasakan oleh individu. Sebenarnya perasaan cemas pada setiap individu adalah sesuatu yang wajar.\u00a0 \u00a0Namun istilah insecure ini, yaitu kecemasan individu\u00a0 yang terjadi\u00a0 terus-menerus. Hal tersebut adalah suatu kondisi yang menimbulkan\u00a0 akibat pengalaman buruk, cara pandang yang salah, atau\u00a0sifat perfeksionis. Perasaan cemas yang tatkala pemicunya sudah hilang maka akan mereda sendiri.\u00a0 Sebagai contohnya individu saat akan UTS mengalami rasa cemas tetapi setelah beres akan kembali normal.\u00a0 Berbeda dengan individu yang terkena \u201cwabah\u201d insecure justru tidak pernah akan reda. Bahkan dalam kesehatan mental, apabila rasa cemas yang berlebihan dan terjadi tanpa sebab yang jelas dapat berujung&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":153,"label":"insecure"},{"value":815,"label":"Insecure adalah"},{"value":813,"label":"Insecure Pada Remaja"},{"value":820,"label":"kecemasan tanpa sebab"},{"value":818,"label":"kesehatan mental"},{"value":816,"label":"perasaan cemas"},{"value":814,"label":"Remaja insecure"},{"value":817,"label":"sifat perfeksionis"},{"value":819,"label":"terganggunya kesehatan mental seseorang"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-09-14-at-16.54.40-6.jpeg",700,370,false],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4631,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":4631,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":153,"name":"insecure","slug":"insecure","term_group":0,"term_taxonomy_id":153,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":6,"filter":"raw"},{"term_id":815,"name":"Insecure adalah","slug":"insecure-adalah","term_group":0,"term_taxonomy_id":815,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":813,"name":"Insecure Pada Remaja","slug":"insecure-pada-remaja","term_group":0,"term_taxonomy_id":813,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":820,"name":"kecemasan tanpa sebab","slug":"kecemasan-tanpa-sebab","term_group":0,"term_taxonomy_id":820,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":818,"name":"kesehatan mental","slug":"kesehatan-mental","term_group":0,"term_taxonomy_id":818,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":13,"filter":"raw"},{"term_id":816,"name":"perasaan cemas","slug":"perasaan-cemas","term_group":0,"term_taxonomy_id":816,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":814,"name":"Remaja insecure","slug":"remaja-insecure","term_group":0,"term_taxonomy_id":814,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":817,"name":"sifat perfeksionis","slug":"sifat-perfeksionis","term_group":0,"term_taxonomy_id":817,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":819,"name":"terganggunya kesehatan mental seseorang","slug":"terganggunya-kesehatan-mental-seseorang","term_group":0,"term_taxonomy_id":819,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4693"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4693\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}