{"id":4639,"date":"2021-11-17T10:08:44","date_gmt":"2021-11-17T02:08:44","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=4639"},"modified":"2021-11-17T10:08:44","modified_gmt":"2021-11-17T02:08:44","slug":"cara-mendorong-anak-belajar-mandiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/cara-mendorong-anak-belajar-mandiri\/","title":{"rendered":"Cara Mendorong Anak Belajar Mandiri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di saat tekanan akademik meningkat, seorang anak (dalam hal ini remaja) akan membutuhkan bantuan serta bimbingan untuk menyelesaikan studinya dengan benar dan tepat waktu, dan hasil ujian akan jadi lebih penting. Seiring dengan berjalannya pubertas, ia akan menghadapi banyak hal dan akan menjadi mudah teralihkan, terutama oleh lawan jenisnya. Lantas bagaimana agar orang tua bisa mendorong anak belajar mandiri?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada usia remaja awal (13 tahun), anak-anak diharapkan untuk belajar secara mandiri dan ini memang perlu didukung. Beberapa studi menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang kurang siap menghadapi Pendidikan tingkat lanjut karena belum pernah merencanakan jadwal belajarnya sendiri, atau bekerja secara mandiri. Diperlukan beberapa tahun untuk mengasah proses ini, jadi ada baiknya dimulai dari sekarang. Tidak hanya itu, virus COVID 19 membuat anak harus mampu beradaptasi saat melakukan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pembelajaran secara daring<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua bisa mulai bertanya kepada anaknya mengenai tugas \/ PR yang dia miliki, kapan perlu diselesaikan, dan cari tahu apakah ia harus merevisi ulang untuk ujian. Orang tua juga bisa membantu anaknya dalam membuat perencanaan. Banyak anak usia 13 tahun belum bisa mengatur dan akan kewalahan terhadap jumlah pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas ataupun remedial ujian. Terdapat beberapa tips bagi orang tua agar anak terbiasa belajar secara mandiri:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan ruang belajarnya bebas gangguan, dan pastikan telepon genggam \/ smartphone dimatikan. Untuk kasus menyalakan komputer, di era pandemic COVID 19 ini memang sulit untuk lepas dari komputer karena hal tersebut sangat berhubungan dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">strategi pembelajaran daring<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka untuk kasus pemakaian komputer, orang tua sebaiknya tegas namun tetap bijak dalam membuat aturan pemakaian komputer untuk belajar dan untuk hiburan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua bisa mencoba menguji atau memeriksa pekerjaan anaknya apakah sudah betul atau belum. Namun sebaiknya jangan kecewa jika anak menolaknya dan jangan memaksanya. Orang tua sebenarnya bisa mengetahui pelajaran apa saja yang anak kurang pemahaman serta\u00a0 \u201ctertinggal\u201d dilihat dari nilai rapotnya. Hal tersebut juga akan terungkap saat pertemuan orang tua dan guru<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua juga bisa mengingatkan anaknya seminggu sebelum waktu pengumpulan PR di setiap mata pelajarannya dan anda bisa menawarkan bantuan jika memang anda menguasai mata pelajaran tersebut. Ada baiknya mengusulkan ia untuk segera menulis ide-idenya agar anda bisa memeriksa dan memberi usulan, daripada menyuruhnya menulis sesuatu apa yang anda minta karena ini akan menghilangkan sisi kemandirian sang anak.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di saat tekanan akademik meningkat, seorang anak (dalam hal ini remaja) akan membutuhkan bantuan serta bimbingan untuk menyelesaikan studinya dengan benar dan tepat waktu, dan hasil ujian akan jadi lebih penting. Seiring dengan berjalannya pubertas, ia akan menghadapi banyak hal dan akan menjadi mudah teralihkan, terutama oleh lawan jenisnya. Lantas bagaimana agar orang tua bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4519,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Cara Mendorong Anak Belajar Mandiri - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Di saat tekanan akademik meningkat, seorang anak (dalam hal ini remaja) akan membutuhkan bantuan serta bimbingan untuk menyelesaikan studinya dengan benar dan t"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[745,749,747,748,746],"class_list":["post-4639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anak-belajar-mandiri","tag-menguasai-mata-pelajaran","tag-pembelajaran-secara-daring","tag-strategi-pembelajaran-daring","tag-tekanan-akademik"],"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/DSC02844-scaled.jpg",2560,1920,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/DSC02844-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/DSC02844-300x225.jpg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/DSC02844-768x576.jpg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/DSC02844-1024x768.jpg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/DSC02844-scaled.jpg",1536,1152,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/DSC02844-scaled.jpg",2048,1536,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/DSC02844-scaled.jpg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Di saat tekanan akademik meningkat, seorang anak (dalam hal ini remaja) akan membutuhkan bantuan serta bimbingan untuk menyelesaikan studinya dengan benar dan tepat waktu, dan hasil ujian akan jadi lebih penting. Seiring dengan berjalannya pubertas, ia akan menghadapi banyak hal dan akan menjadi mudah teralihkan, terutama oleh lawan jenisnya. Lantas bagaimana agar orang tua bisa mendorong anak belajar mandiri? Pada usia remaja awal (13 tahun), anak-anak diharapkan untuk belajar secara mandiri dan ini memang perlu didukung. Beberapa studi menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang kurang siap menghadapi Pendidikan tingkat lanjut karena belum pernah merencanakan jadwal belajarnya sendiri, atau bekerja secara&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":745,"label":"Anak Belajar Mandiri"},{"value":749,"label":"menguasai mata pelajaran"},{"value":747,"label":"pembelajaran secara daring."},{"value":748,"label":"strategi pembelajaran daring"},{"value":746,"label":"tekanan akademik"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/DSC02844-1024x768.jpg",1024,768,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":17369,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":17369,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":745,"name":"Anak Belajar Mandiri","slug":"anak-belajar-mandiri","term_group":0,"term_taxonomy_id":745,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":749,"name":"menguasai mata pelajaran","slug":"menguasai-mata-pelajaran","term_group":0,"term_taxonomy_id":749,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":747,"name":"pembelajaran secara daring.","slug":"pembelajaran-secara-daring","term_group":0,"term_taxonomy_id":747,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":748,"name":"strategi pembelajaran daring","slug":"strategi-pembelajaran-daring","term_group":0,"term_taxonomy_id":748,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":746,"name":"tekanan akademik","slug":"tekanan-akademik","term_group":0,"term_taxonomy_id":746,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4639"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4639\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}