{"id":4457,"date":"2021-11-08T09:19:30","date_gmt":"2021-11-08T01:19:30","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=4457"},"modified":"2021-11-08T09:19:30","modified_gmt":"2021-11-08T01:19:30","slug":"metode-dalam-menciptakan-keterampilan-berpikir-mandiri-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/metode-dalam-menciptakan-keterampilan-berpikir-mandiri-siswa\/","title":{"rendered":"Metode Dalam Menciptakan Keterampilan Berpikir Mandiri Siswa"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Deskripsi: Ketika siswa sudah menjadi pembelajar aktif, mereka akan belajar dalam menemukan sebuah kemungkinan dari satu jawaban yang benar untuk sebuah pertanyaan dan apakah jawaban itu &#8220;benar&#8221; mungkin lebih subjektif daripada objektif. Terkait hal itu, ada banyak cara bagi guru atau mentor di asrama dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir mandiri.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">===<\/span><\/p>\n<p><b>Keterampilan berpikir mandiri<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> berada di garis paling depan dalam mempelajari bagaimana menjadi seorang pemimpin yang hebat. Keterampilan semacam itu mengajari siswa tentang bagaimana memahami dunia berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi, dan untuk membuat keputusan kritis yang terinformasi dengan baik dengan cara yang sama. Dengan demikian, mereka memperoleh kepercayaan diri dan kemampuan untuk belajar dari kesalahan saat mereka membangun kehidupan yang sukses dan produktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motivasi untuk belajar adalah kunci sukses di sekolah, yang akan menjadi bekal mereka setelah lulus sekolah atau kuliah dalam pasar kerja global. Selain itu juga untuk hidup di dunia yang terus berubah dalam <\/span><b>kungkungan teknologi.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mentor atau guru harus menggunakan kekuatan hubungan dengan siswa untuk menunjukkan semangat belajar kepada mereka. Ketika guru mewujudkan hasrat untuk belajar, siswa lebih cenderung memiliki hubungan emosional yang kuat dan positif dengan pembelajaran yang akan menginspirasi motivasi mereka untuk terus belajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siswa pada umumnya tentu sudah terbiasa dengan kegiatan belajar yang hanya duduk di kelas dan mendengarkan guru. Namun, bagi siswa yang memiliki keterampilan berpikir mandiri akan terus mendorong pemikiran mandiri mereka\u00a0 untuk menemukan hal berbeda dalam sistem pembelajaran yang tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mainstream <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau konvensional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mentor atau guru di sekolah harus memberikan pengalaman belajar yang terbaik, terutama dalam menyusun waktu belajar mandiri mereka. Otak siswa tidak dirancang untuk melakukan duduk belajar fisika berjam-jam tanpa istirahat. Guru harus mendorong siswa untuk merencanakan perubahan fokus setelah setiap 20 menit untuk proses belajar mandiri. Setidaknya setiap satu jam, mereka harus bangun dari kursinya dan melakukan gerakan fisik. Saat mempelajari materi baru, mereka harus memanfaatkan lokasi yang berbeda. Misalnya, dengan menggunakan meja teras luar kelas, kursi yang sangat nyaman di ruangan terbuka atau bahkan kantin atau cafe lokal yang terdapat di asrama sebagai tempat belajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendorong siswa untuk menjadi pembelajar yang disiplin dan mandiri perlu usaha dan upaya yang keras dari para mentor atau guru. Dukung mereka dalam membuat komitmen pada diri mereka sendiri untuk mulai mencapai tujuan mereka. Bantu mereka dalam menegaskan komitmen mereka untuk mengatur diri mereka sendiri, mengelola fokus mereka dari waktu ke waktu, dan membatasi gangguan yang membuang-buang waktu. Bantulah siswa belajar untuk secara konsisten mendefinisikan diri mereka sendiri sebagai orang yang berkomitmen dan mencapai tujuan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guru juga hendaknya mendorong siswa untuk menuliskan pertanyaan dan gagasan yang mereka miliki. Beberapa siswa akan menghargai kesempatan untuk memberikan ide-ide mereka secara lisan, tetapi tulisan atau catatan juga dapat memberi siswa yang pemalu kesempatan untuk menuliskan pemikiran mereka dan mengirimkan pemikirannya tersebut kepada guru mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Deskripsi: Ketika siswa sudah menjadi pembelajar aktif, mereka akan belajar dalam menemukan sebuah kemungkinan dari satu jawaban yang benar untuk sebuah pertanyaan dan apakah jawaban itu &#8220;benar&#8221; mungkin lebih subjektif daripada objektif. Terkait hal itu, ada banyak cara bagi guru atau mentor di asrama dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir mandiri.\u00a0 === Keterampilan berpikir mandiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4131,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Metode Dalam Menciptakan Keterampilan Berpikir Mandiri Siswa - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Deskripsi: Ketika siswa sudah menjadi pembelajar aktif, mereka akan belajar dalam menemukan sebuah kemungkinan dari satu jawaban yang benar untuk sebuah pertany"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[575,578,577,574,573,576,579],"class_list":["post-4457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-berpikir-mandiri-siswa","tag-keterampilan-berpikir-mandiri","tag-kungkungan-teknologi","tag-metode-berfikir-mandiri-siswa","tag-metode-keterampilan","tag-pembelajar-aktif","tag-pengalaman-belajar-yang-terbaik"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/gadget.jpg",1852,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/gadget-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/gadget-300x175.jpg",300,175,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/gadget-768x448.jpg",768,448,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/gadget-1024x597.jpg",1024,597,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/gadget-1536x896.jpg",1536,896,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/gadget.jpg",1852,1080,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/gadget.jpg",18,10,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Deskripsi: Ketika siswa sudah menjadi pembelajar aktif, mereka akan belajar dalam menemukan sebuah kemungkinan dari satu jawaban yang benar untuk sebuah pertanyaan dan apakah jawaban itu &#8220;benar&#8221; mungkin lebih subjektif daripada objektif. Terkait hal itu, ada banyak cara bagi guru atau mentor di asrama dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir mandiri.\u00a0 === Keterampilan berpikir mandiri berada di garis paling depan dalam mempelajari bagaimana menjadi seorang pemimpin yang hebat. Keterampilan semacam itu mengajari siswa tentang bagaimana memahami dunia berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi, dan untuk membuat keputusan kritis yang terinformasi dengan baik dengan cara yang sama. Dengan demikian, mereka memperoleh kepercayaan&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":575,"label":"berpikir mandiri siswa"},{"value":578,"label":"Keterampilan berpikir mandiri"},{"value":577,"label":"kungkungan teknologi"},{"value":574,"label":"metode berfikir mandiri siswa"},{"value":573,"label":"metode keterampilan"},{"value":576,"label":"pembelajar aktif"},{"value":579,"label":"pengalaman belajar yang terbaik"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/gadget-1024x597.jpg",1024,597,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":2793,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":2793,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":575,"name":"berpikir mandiri siswa","slug":"berpikir-mandiri-siswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":575,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":578,"name":"Keterampilan berpikir mandiri","slug":"keterampilan-berpikir-mandiri","term_group":0,"term_taxonomy_id":578,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":577,"name":"kungkungan teknologi","slug":"kungkungan-teknologi","term_group":0,"term_taxonomy_id":577,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":574,"name":"metode berfikir mandiri siswa","slug":"metode-berfikir-mandiri-siswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":574,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":573,"name":"metode keterampilan","slug":"metode-keterampilan","term_group":0,"term_taxonomy_id":573,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":576,"name":"pembelajar aktif","slug":"pembelajar-aktif","term_group":0,"term_taxonomy_id":576,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":579,"name":"pengalaman belajar yang terbaik","slug":"pengalaman-belajar-yang-terbaik","term_group":0,"term_taxonomy_id":579,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4457"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4457\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}