{"id":44366,"date":"2026-09-20T22:00:41","date_gmt":"2026-09-20T14:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=44366"},"modified":"2026-09-20T22:00:41","modified_gmt":"2026-09-20T14:00:41","slug":"mengapa-cara-kita-bertanya-bisa-menentukan-jawaban-yang-kita-dapat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/mengapa-cara-kita-bertanya-bisa-menentukan-jawaban-yang-kita-dapat\/","title":{"rendered":"Mengapa Cara Kita Bertanya Bisa Menentukan Jawaban yang Kita Dapat?"},"content":{"rendered":"<p>Banyak siswa mengira bahwa bertanya hanyalah cara untuk mendapatkan informasi yang belum diketahui. Padahal, cara sebuah pertanyaan disusun dapat memengaruhi jenis jawaban yang muncul.<\/p>\n<p>Bandingkan dua pertanyaan sederhana: \u201cMengapa penggunaan ponsel dapat mengganggu konsentrasi?\u201d dan \u201cApakah ponsel selalu mengganggu konsentrasi?\u201d Keduanya membahas topik yang sama, tetapi mengarahkan orang yang menjawab ke pemikiran yang berbeda. Pertanyaan pertama mendorong pencarian alasan, sedangkan pertanyaan kedua membuka ruang untuk mempertimbangkan kondisi dan pengecualian.<\/p>\n<p>Kemampuan menyusun pertanyaan menjadi semakin penting ketika siswa berhadapan dengan banyak informasi dari buku, internet, media sosial, maupun teknologi kecerdasan buatan. Sebelum mencari jawaban, siswa perlu memahami sebenarnya apa yang ingin diketahui.<\/p>\n<h2>Pertanyaan Menentukan Arah Pencarian Informasi<\/h2>\n<p>Ketika seseorang mencari informasi di internet, kata-kata yang digunakan akan menentukan hasil yang muncul. Pertanyaan yang terlalu umum dapat menghasilkan informasi yang sangat luas sehingga sulit menentukan mana yang relevan.<\/p>\n<p>Misalnya, siswa ingin mengetahui penyebab banjir. Pencarian \u201cbanjir\u201d tentu menghasilkan informasi yang sangat banyak. Jika pertanyaannya diubah menjadi \u201cApa faktor yang menyebabkan banjir di wilayah perkotaan?\u201d, pencarian menjadi lebih terarah.<\/p>\n<p>Pertanyaan yang lebih spesifik membantu siswa menentukan informasi apa yang dibutuhkan. Mereka juga dapat membedakan informasi yang menjawab pertanyaan dengan informasi yang hanya berkaitan secara umum.<\/p>\n<p>Keterampilan seperti ini berguna bukan hanya ketika mengerjakan tugas sekolah. Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan merumuskan pertanyaan membantu seseorang mencari informasi dengan lebih efisien.<\/p>\n<h2>Pertanyaan \u201cApa\u201d Berbeda dengan \u201cMengapa\u201d<\/h2>\n<p>Jenis pertanyaan dapat menentukan kedalaman informasi yang dibutuhkan. Pertanyaan \u201cApa itu fotosintesis?\u201d misalnya, dapat dijawab dengan definisi. Sementara itu, \u201cMengapa fotosintesis penting bagi kehidupan?\u201d membutuhkan penjelasan mengenai fungsi dan hubungan antarproses.<\/p>\n<p>Pertanyaan \u201cbagaimana\u201d juga memiliki karakter berbeda. \u201cApa itu daur air?\u201d meminta penjelasan mengenai konsep, sedangkan \u201cBagaimana air dapat kembali ke atmosfer?\u201d meminta penjelasan mengenai proses.<\/p>\n<p>Siswa dapat memanfaatkan perbedaan ini ketika belajar. Jika hanya bertanya \u201capa\u201d, pembelajaran mungkin berhenti pada pengenalan informasi. Dengan menambahkan \u201cmengapa\u201d, \u201cbagaimana\u201d, \u201capa akibatnya\u201d, atau \u201capa buktinya\u201d, siswa memiliki kesempatan untuk menggali materi lebih dalam.<\/p>\n<h2>Pertanyaan yang Mengandung Asumsi Perlu Diperiksa<\/h2>\n<p>Tidak semua pertanyaan bersifat netral. Ada pertanyaan yang sudah mengandung asumsi tertentu.<\/p>\n<p>Contohnya, pertanyaan \u201cMengapa siswa sekarang malas membaca?\u201d mengandung anggapan bahwa siswa sekarang memang malas membaca. Sebelum menjawab, kita sebenarnya perlu memeriksa apakah anggapan tersebut benar dan bagaimana \u201cmalas membaca\u201d didefinisikan.<\/p>\n<p>Pertanyaan dapat diubah menjadi bentuk yang lebih terbuka, misalnya \u201cBagaimana kebiasaan membaca siswa berubah dalam beberapa tahun terakhir?\u201d atau \u201cFaktor apa saja yang memengaruhi kebiasaan membaca siswa?\u201d<\/p>\n<p>Perubahan kecil tersebut penting karena pertanyaan yang terlalu cepat menerima sebuah asumsi dapat membuat proses pencarian informasi hanya mencari bukti yang mendukung asumsi awal.<\/p>\n<h2>Pertanyaan Dapat Membantu Menguji Pendapat Sendiri<\/h2>\n<p>Kemampuan bertanya tidak hanya digunakan untuk mencari informasi baru. Pertanyaan juga dapat digunakan untuk memeriksa keyakinan yang sudah dimiliki.<\/p>\n<p>Ketika siswa merasa yakin terhadap suatu pendapat, mereka dapat bertanya, \u201cApa bukti yang mendukung pendapat ini?\u201d Kemudian dilanjutkan dengan, \u201cApakah ada bukti yang menunjukkan hal berbeda?\u201d atau \u201cApakah ada penjelasan lain?\u201d<\/p>\n<p>Cara berpikir seperti ini membantu siswa tidak terlalu cepat menerima kesimpulan hanya karena sesuai dengan pendapat awal.<\/p>\n<p>Dalam pembelajaran sains, misalnya, sebuah dugaan perlu dibandingkan dengan hasil pengamatan. Dalam diskusi sosial, sebuah pendapat dapat diperiksa berdasarkan data dan sumber yang digunakan.<\/p>\n<h2>Pertanyaan yang Baik Tidak Harus Sulit<\/h2>\n<p>Pertanyaan yang bagus bukan berarti harus menggunakan kata-kata yang rumit. Justru pertanyaan sederhana dapat menghasilkan pembahasan yang mendalam jika diarahkan pada hal yang tepat.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana kita tahu?\u201d merupakan contoh pertanyaan pendek yang sangat berguna. Pertanyaan tersebut meminta seseorang menunjukkan dasar dari sebuah pernyataan.<\/p>\n<p>Begitu juga dengan \u201cApa buktinya?\u201d, \u201cApa penyebabnya?\u201d, \u201cApa akibatnya?\u201d, \u201cApakah ada contoh lain?\u201d, dan \u201cApakah ada kemungkinan berbeda?\u201d Pertanyaan seperti ini dapat digunakan siswa ketika membaca buku, mengikuti diskusi, atau menerima informasi dari internet.<\/p>\n<p>Yang penting bukan seberapa panjang pertanyaannya, tetapi apakah pertanyaan tersebut membantu memperjelas masalah.<\/p>\n<h2>Bertanya kepada Guru Juga Perlu Strategi<\/h2>\n<p>Dalam kelas, siswa terkadang sebenarnya memiliki pertanyaan, tetapi bingung bagaimana menyampaikannya. Akhirnya mereka hanya mengatakan, \u201cSaya tidak mengerti.\u201d<\/p>\n<p>Kalimat tersebut tentu tetap valid, tetapi pertanyaan yang lebih spesifik dapat membantu guru mengetahui bagian yang menjadi kesulitan. Misalnya, siswa dapat mengatakan, \u201cSaya memahami langkah pertama, tetapi tidak mengerti mengapa pada langkah kedua rumusnya berubah.\u201d<\/p>\n<p>Pertanyaan seperti ini memberikan informasi yang lebih jelas kepada guru. Guru dapat langsung mengetahui bagian mana yang perlu dijelaskan kembali.<\/p>\n<p>Bagi siswa, kebiasaan tersebut juga melatih kemampuan mengenali letak kesulitan dalam proses belajar. Mereka tidak hanya menyadari bahwa \u201cmaterinya susah\u201d, tetapi mulai mengetahui bagian mana yang belum dipahami.<\/p>\n<h2>Pertanyaan Bisa Mengubah Kualitas Diskusi<\/h2>\n<p>Dalam diskusi kelompok, kualitas percakapan sering dipengaruhi oleh pertanyaan yang digunakan. Pertanyaan tertutup seperti \u201cSetuju atau tidak?\u201d dapat membuat pembicaraan berhenti pada dua pilihan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, pertanyaan seperti \u201cApa alasanmu?\u201d, \u201cData apa yang mendukung pendapat tersebut?\u201d, atau \u201cApakah ada sudut pandang lain?\u201d dapat membuka ruang bagi anggota kelompok untuk memberikan penjelasan.<\/p>\n<p>Bukan berarti pertanyaan tertutup selalu buruk. Pertanyaan tersebut tetap berguna untuk memperoleh informasi tertentu dengan cepat. Namun dalam diskusi yang membutuhkan pemikiran, pertanyaan terbuka sering memberikan ruang yang lebih luas untuk menjelaskan alasan dan mempertimbangkan alternatif.<\/p>\n<h2>Pertanyaan Juga Penting Saat Menggunakan AI<\/h2>\n<p>Saat menggunakan kecerdasan buatan untuk belajar, kemampuan bertanya menjadi semakin relevan. Siswa yang memberikan pertanyaan sangat umum mungkin mendapatkan jawaban yang juga umum.<\/p>\n<p>Sebaliknya, pertanyaan yang menjelaskan konteks, tujuan, tingkat pemahaman, dan bentuk jawaban yang dibutuhkan dapat menghasilkan respons yang lebih sesuai.<\/p>\n<p>Namun, pertanyaan yang baik tetap tidak menjamin jawaban yang diberikan selalu benar. Informasi dari AI tetap perlu diperiksa, terutama ketika berkaitan dengan fakta, angka, sumber penelitian, atau informasi yang dapat berubah.<\/p>\n<p>Karena itu, keterampilan bertanya perlu berjalan bersama keterampilan memeriksa jawaban. Siswa tidak hanya perlu tahu bagaimana mendapatkan informasi, tetapi juga bagaimana menilai informasi yang diperoleh.<\/p>\n<h2>Mengajarkan Anak Bertanya Sejak Sekolah Dasar<\/h2>\n<p>Kemampuan bertanya dapat dilatih sejak usia sekolah dasar melalui kegiatan sederhana. Guru dapat meminta siswa membuat pertanyaan setelah membaca cerita, mengamati percobaan, atau melihat suatu gambar.<\/p>\n<p>Siswa kemudian dapat belajar membedakan pertanyaan yang meminta fakta dengan pertanyaan yang membutuhkan alasan atau penjelasan. Pada jenjang SMP, pertanyaan dapat diarahkan pada hubungan sebab-akibat dan perbandingan. Sementara itu, siswa SMA dapat mulai berlatih menyusun pertanyaan penelitian, mengevaluasi asumsi, dan mempertanyakan kualitas bukti.<\/p>\n<p>Latihan tersebut tidak harus selalu menjadi tugas tertulis. Diskusi singkat, pengamatan, permainan, proyek, dan percakapan di kelas juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan bertanya.<\/p>\n<h2>Dari Mencari Jawaban ke Menentukan Apa yang Perlu Diketahui<\/h2>\n<p>Di tengah banyaknya informasi yang tersedia, siswa tidak selalu menghadapi masalah karena kekurangan jawaban. Justru mereka dapat menghadapi terlalu banyak jawaban.<\/p>\n<p>Dalam kondisi seperti itu, kemampuan menentukan pertanyaan yang tepat menjadi semakin penting. Pertanyaan membantu seseorang menentukan arah pencarian, mengenali informasi yang relevan, memeriksa asumsi, dan memahami alasan di balik sebuah kesimpulan.<\/p>\n<p>Karena itu, belajar bertanya sebenarnya merupakan bagian dari belajar berpikir. Siswa tidak hanya dilatih untuk mengetahui sesuatu, tetapi juga untuk menentukan apa yang perlu diketahui, mengapa informasi tersebut penting, dan bagaimana memastikan jawaban yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak siswa mengira bahwa bertanya hanyalah cara untuk mendapatkan informasi yang belum diketahui. Padahal, cara sebuah pertanyaan disusun dapat memengaruhi jenis jawaban yang muncul. Bandingkan dua pertanyaan sederhana: \u201cMengapa penggunaan ponsel dapat mengganggu konsentrasi?\u201d dan \u201cApakah ponsel selalu mengganggu konsentrasi?\u201d Keduanya membahas topik yang sama, tetapi mengarahkan orang yang menjawab ke pemikiran yang berbeda. Pertanyaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":44375,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Mengapa Cara Kita Bertanya Bisa Menentukan Jawaban yang Kita Dapat? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Banyak siswa mengira bahwa bertanya hanyalah cara untuk mendapatkan informasi yang belum diketahui. Padahal, cara sebuah pertanyaan disusun dapat memengaruhi je"},"_slim_seo_primary_term_category":1,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[821,7437,13258,4398,8110,8935,13259,8035,9003,8121,7240,7817],"class_list":["post-44366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-almasoem","tag-berpikirkritis","tag-keterampilanbertanya","tag-komunikasi","tag-literasiinformasi","tag-metakognisi","tag-pembelajarankritis","tag-prosesbelajar","tag-siswasd","tag-siswasekolah","tag-siswasma","tag-siswasmp"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/82824080639770158.jpg",640,360,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/82824080639770158-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/82824080639770158-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/82824080639770158.jpg",640,360,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/82824080639770158.jpg",640,360,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/82824080639770158.jpg",640,360,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/82824080639770158.jpg",640,360,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/82824080639770158-18x10.jpg",18,10,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Banyak siswa mengira bahwa bertanya hanyalah cara untuk mendapatkan informasi yang belum diketahui. Padahal, cara sebuah pertanyaan disusun dapat memengaruhi jenis jawaban yang muncul. Bandingkan dua pertanyaan sederhana: \u201cMengapa penggunaan ponsel dapat mengganggu konsentrasi?\u201d dan \u201cApakah ponsel selalu mengganggu konsentrasi?\u201d Keduanya membahas topik yang sama, tetapi mengarahkan orang yang menjawab ke pemikiran yang berbeda. Pertanyaan pertama mendorong pencarian alasan, sedangkan pertanyaan kedua membuka ruang untuk mempertimbangkan kondisi dan pengecualian. Kemampuan menyusun pertanyaan menjadi semakin penting ketika siswa berhadapan dengan banyak informasi dari buku, internet, media sosial, maupun teknologi kecerdasan buatan. Sebelum mencari jawaban, siswa perlu memahami sebenarnya apa yang ingin&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 4","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":821,"label":"almasoem"},{"value":7437,"label":"BerpikirKritis"},{"value":13258,"label":"keterampilanbertanya"},{"value":4398,"label":"komunikasi"},{"value":8110,"label":"LiterasiInformasi"},{"value":8935,"label":"Metakognisi"},{"value":13259,"label":"pembelajarankritis"},{"value":8035,"label":"ProsesBelajar"},{"value":9003,"label":"SiswaSD"},{"value":8121,"label":"SiswaSekolah"},{"value":7240,"label":"SiswaSMA"},{"value":7817,"label":"SiswaSMP"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/82824080639770158.jpg",640,360,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 4","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":13244,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":13244,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":5790,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":5790,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":821,"name":"almasoem","slug":"almasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":821,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":627,"filter":"raw"},{"term_id":7437,"name":"BerpikirKritis","slug":"berpikirkritis","term_group":0,"term_taxonomy_id":7437,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":98,"filter":"raw"},{"term_id":13258,"name":"keterampilanbertanya","slug":"keterampilanbertanya","term_group":0,"term_taxonomy_id":13258,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":4398,"name":"komunikasi","slug":"komunikasi","term_group":0,"term_taxonomy_id":4398,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":41,"filter":"raw"},{"term_id":8110,"name":"LiterasiInformasi","slug":"literasiinformasi","term_group":0,"term_taxonomy_id":8110,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":50,"filter":"raw"},{"term_id":8935,"name":"Metakognisi","slug":"metakognisi","term_group":0,"term_taxonomy_id":8935,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":10,"filter":"raw"},{"term_id":13259,"name":"pembelajarankritis","slug":"pembelajarankritis","term_group":0,"term_taxonomy_id":13259,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":8035,"name":"ProsesBelajar","slug":"prosesbelajar","term_group":0,"term_taxonomy_id":8035,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":63,"filter":"raw"},{"term_id":9003,"name":"SiswaSD","slug":"siswasd","term_group":0,"term_taxonomy_id":9003,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":60,"filter":"raw"},{"term_id":8121,"name":"SiswaSekolah","slug":"siswasekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":8121,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":667,"filter":"raw"},{"term_id":7240,"name":"SiswaSMA","slug":"siswasma","term_group":0,"term_taxonomy_id":7240,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":464,"filter":"raw"},{"term_id":7817,"name":"SiswaSMP","slug":"siswasmp","term_group":0,"term_taxonomy_id":7817,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":341,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44366"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44376,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44366\/revisions\/44376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}