{"id":4385,"date":"2021-11-03T10:09:06","date_gmt":"2021-11-03T02:09:06","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=4385"},"modified":"2021-11-03T10:09:06","modified_gmt":"2021-11-03T02:09:06","slug":"metode-pembelajaran-interaktif-bagi-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/metode-pembelajaran-interaktif-bagi-siswa\/","title":{"rendered":"Metode Pembelajaran Interaktif Bagi Siswa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelajaran Interaktif merupakan sebuah metode atau teknik pembelajaran yang diaplikasikan dengan sistem komunikasi dua arah. Pada metode pembelajaran interaktif,\u00a0 guru pada ketika menyajikan bahan ajar, guru menjadi aktor utama dalam membentuk situasi interaktif yang edukatif. Hal ini ditandai dengan adanya interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses belajar mengajar pada metode ini, keterlibatan siswa harus total sepenuhnya, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran dan psikomotor. Dalam prose belajar mengajar, seorang guru harus memberikan edukasi pada siswa agar senantiasa menyimak, menyajikan media ajar yang dapat dilihat, memberi kesmpatan untuk menulis serta mengajukan pertanyaan atau tanggapan sehingga terjadi sebuah dialog kreatif yang menunjukan proses belajar mengajar yang interaktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">manfaat pembelajaran interaktif.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Salah satunya adalah membentuk siswa yang mampu mengeksplorasi potensi diri. Tentunya dengan kehadiran guru sebagai mentor dan fasilitator akan semakin memudahkan proses belajar yang aktif, kreatif dan konstruktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pengembangan model Pembelajaran interaktif tentunya dapat dilakukan guru pada semua bahasan mata pelajaran. Tentunya dengan catatan guru mampu memberi ruang dialog bagi siswa untuk menyatakan gagasannya. Dengan begitu kedudukan siswa dalan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas melalui peran aktif siswa dan guru, dimana aktifitasnya dapat diukur dari kegiatan memperhatikan, mencatat, bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat dan mengerjakan tugas, baik tugas kelompok maupun tugas individu. Dalam situasi belajar seperti itu, tentunya siswa akan mendapatkan pengalaman menyenangkan dan tidak membosankan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun syarat-syarat mengenai model <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pembelajaran interaktif pada abad 21<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang harus diperhatikan oleh seorang guru adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Model pembelajaran yang diaplikasikan tentunya harus mampu membangkitkan motivasi, minat atau gairah belajar siswa. Hal ini tentunya dimaksudkan untuk menarik perhatian para siswa agar lebih tertarik pada kegiatan belajar mengajar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Model pembelajaran yang digunakan dapat menstimulus keinginan siswa untuk terus belajar lebih lanjut, seperti melakukan interaksi dengan guru dan siswa lainnya. Hal ini tentunya dengan catatan bahwa guru harus lebih terbuka pada pendapat siswa. Supaya interaksi terus berlanjut interaksi seperti bertanya atau mengemukakan pendapat menjadi agend wajib dalam proses belajar mengajar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Model pembelajaran harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan tanggapannya terhadap materi yang disampaikan. Ini berfungsi untuk merangsang kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan, serta melatih keberanian serta rasa percaya diri pada potensi diri yang dimiliki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Model pembelajaran harus mampu menjamin perkembangan keegiatan kepribadian siswa. Kepribadian siswa dalam kelas tentunya akan berpengaruh pada cara dia berinteraksi baik itu pada sesama siswa maupun kepada guru. Dan hal ini sangat penting terutama dalam menumbuhkan aspek etis pada siswa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Model pembelajaran yang digunakan harus bisa mendidik siswa agar mampu belajar sendiri dengan mengasah kemampuan\u00a0 memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Model yang digunakan harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari.\u00a0Ini adalah sebagai aspek praktis dari proses belajar mengajar.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peran guru tentunya selalu berkaitan dengan cara membuat siswa lebih aktif dalam belajar dengan beberapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">media pembelajaran interaktif<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama dalam proses pengembangan keterampilan pada siswa. Pengembangan keterampilan yang harus dimiliki setiap siswa adalah keterampilan berpikir, keterampilan social dan keterampilan praktis. Ketiga keterampilan tersebut bisa berkembang dengan baik dalam situasi belajar mengajar yang intraktif antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembelajaran Interaktif merupakan sebuah metode atau teknik pembelajaran yang diaplikasikan dengan sistem komunikasi dua arah. Pada metode pembelajaran interaktif,\u00a0 guru pada ketika menyajikan bahan ajar, guru menjadi aktor utama dalam membentuk situasi interaktif yang edukatif. Hal ini ditandai dengan adanya interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4064,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Metode Pembelajaran Interaktif Bagi Siswa - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Pembelajaran Interaktif merupakan sebuah metode atau teknik pembelajaran yang diaplikasikan dengan sistem komunikasi dua arah. Pada metode pembelajaran interakt"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[167,483,484,488,486,485,487],"class_list":["post-4385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-metode-pembelajaran","tag-metode-pembelajaran-interaktif","tag-pembelajaran-interaktif","tag-pengembangan-model-pembelajaran-interaktif","tag-sistem-komunikasi-2-arah","tag-sistem-komunikasi-dua-arah","tag-syarat-model-pembelajaran-interaktif"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2-beribadah-sebelum-kita-berdoa.jpg",557,388,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2-beribadah-sebelum-kita-berdoa-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2-beribadah-sebelum-kita-berdoa-300x209.jpg",300,209,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2-beribadah-sebelum-kita-berdoa.jpg",557,388,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2-beribadah-sebelum-kita-berdoa.jpg",557,388,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2-beribadah-sebelum-kita-berdoa.jpg",557,388,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2-beribadah-sebelum-kita-berdoa.jpg",557,388,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2-beribadah-sebelum-kita-berdoa.jpg",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Pembelajaran Interaktif merupakan sebuah metode atau teknik pembelajaran yang diaplikasikan dengan sistem komunikasi dua arah. Pada metode pembelajaran interaktif,\u00a0 guru pada ketika menyajikan bahan ajar, guru menjadi aktor utama dalam membentuk situasi interaktif yang edukatif. Hal ini ditandai dengan adanya interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar. Proses belajar mengajar pada metode ini, keterlibatan siswa harus total sepenuhnya, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran dan psikomotor. Dalam prose belajar mengajar, seorang guru harus memberikan edukasi pada siswa agar senantiasa menyimak, menyajikan media ajar yang dapat dilihat, memberi kesmpatan untuk menulis serta&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":167,"label":"metode pembelajaran"},{"value":483,"label":"metode pembelajaran interaktif"},{"value":484,"label":"pembelajaran interaktif"},{"value":488,"label":"pengembangan model pembelajaran interaktif"},{"value":486,"label":"sistem komunikasi 2 arah"},{"value":485,"label":"sistem komunikasi dua arah"},{"value":487,"label":"syarat model pembelajaran interaktif"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2-beribadah-sebelum-kita-berdoa.jpg",557,388,false],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":2943,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":2943,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":167,"name":"metode pembelajaran","slug":"metode-pembelajaran","term_group":0,"term_taxonomy_id":167,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":63,"filter":"raw"},{"term_id":483,"name":"metode pembelajaran interaktif","slug":"metode-pembelajaran-interaktif","term_group":0,"term_taxonomy_id":483,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":484,"name":"pembelajaran interaktif","slug":"pembelajaran-interaktif","term_group":0,"term_taxonomy_id":484,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":488,"name":"pengembangan model pembelajaran interaktif","slug":"pengembangan-model-pembelajaran-interaktif","term_group":0,"term_taxonomy_id":488,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":486,"name":"sistem komunikasi 2 arah","slug":"sistem-komunikasi-2-arah","term_group":0,"term_taxonomy_id":486,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":485,"name":"sistem komunikasi dua arah","slug":"sistem-komunikasi-dua-arah","term_group":0,"term_taxonomy_id":485,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":487,"name":"syarat model pembelajaran interaktif","slug":"syarat-model-pembelajaran-interaktif","term_group":0,"term_taxonomy_id":487,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4385"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4385\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4064"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}