{"id":43170,"date":"2026-09-19T21:27:21","date_gmt":"2026-09-19T13:27:21","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=43170"},"modified":"2026-09-19T21:27:22","modified_gmt":"2026-09-19T13:27:22","slug":"bagaimana-kegiatan-siswa-mendukung-karakter-pinter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-kegiatan-siswa-mendukung-karakter-pinter\/","title":{"rendered":"Bagaimana Kegiatan Siswa Mendukung Karakter PINTER?"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik di dalam kelas. Perkembangan seorang siswa juga dibentuk melalui berbagai pengalaman yang membuat mereka mampu berpikir, beradaptasi, mengambil keputusan, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan pilihannya. Karena itu, kegiatan siswa di sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter yang akan menjadi bekal mereka untuk menghadapi jenjang pendidikan dan kehidupan selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Al Ma\u2019soem, pembentukan karakter siswa dirangkum dalam tiga nilai utama, yaitu <strong>CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER<\/strong>. CAGEUR dimaknai sebagai pribadi yang takwa, disiplin, dan tangguh. BAGEUR menggambarkan akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan. Sementara itu, <strong>PINTER berarti Cerdas, Adaptif, dan Mandiri<\/strong>. Ketiga aspek tersebut tidak hanya dikembangkan melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui berbagai kegiatan siswa yang berlangsung dalam lingkungan sekolah maupun pesantren.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, bagaimana kegiatan siswa mendukung karakter PINTER? Berikut penjelasannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Kegiatan Pembelajaran Membentuk Siswa yang Cerdas<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek pertama dari karakter PINTER adalah <strong>cerdas<\/strong>. Kecerdasan dalam pendidikan tidak hanya berarti mampu mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi juga memiliki kemampuan memahami informasi, memecahkan masalah, mengembangkan rasa ingin tahu, dan menggunakan pengetahuan dalam berbagai situasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program pendidikan Al Ma\u2019soem menyediakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik siswa. Untuk jenjang SMA, program yang tercantum dalam materi sekolah meliputi Kurikulum Merdeka, kelas internasional, program sukses PTN, kelas interaktif, serta pembelajaran bersama native teacher. Sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran seperti laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa, ruang multimedia, ruang seminar, reading corner, serta studio mini dan podcast.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbagai fasilitas tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk belajar tidak hanya melalui teori. Misalnya, keberadaan laboratorium memungkinkan kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan sains dilakukan dengan pengalaman praktik. Reading corner dapat mendukung kebiasaan membaca, sedangkan ruang multimedia dan studio dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan media dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, kegiatan belajar diarahkan agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang dapat mendukung perkembangan kemampuan berpikir mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Kokurikuler Membantu Siswa Mengembangkan Pengetahuan melalui Pengalaman<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu hal yang menarik dalam program SMP Al Ma\u2019soem adalah adanya <strong>10 kokurikuler<\/strong> yang menjadi bagian dari kegiatan siswa. Kegiatan tersebut meliputi Math Day, Cooking Day, Expression Day, Moeslim Day dan Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, serta Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan seperti Math Day dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang berkaitan dengan matematika. Sains Day dapat menjadi ruang untuk mengenal ilmu pengetahuan melalui kegiatan yang lebih aplikatif. Sementara itu, English Day dapat memberikan pengalaman menggunakan bahasa Inggris dalam konteks kegiatan siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak selalu berlangsung dalam format pembelajaran kelas yang konvensional. Siswa dapat memperoleh pengalaman belajar melalui kegiatan tematik yang berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sinilah karakter <strong>cerdas<\/strong> dapat dikembangkan. Siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat pengetahuan dari berbagai sudut pandang dan menghubungkannya dengan kegiatan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Ekstrakurikuler Membantu Siswa Mengenali Potensi Diri<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakter PINTER juga berkaitan dengan kemampuan siswa untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Untuk itu, Al Ma\u2019soem menyediakan berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Materi sekolah menyebutkan bahwa ekstrakurikuler yang tersedia bersifat variatif dan siswa diwajibkan memilih minimal satu ekstrakurikuler.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keharusan memilih setidaknya satu ekstrakurikuler memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam aktivitas di luar pembelajaran utama. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar mengenali minat, mengembangkan kemampuan, dan menjalankan tanggung jawab terhadap kegiatan yang dipilih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi siswa, pengalaman mengikuti kegiatan secara rutin juga dapat menjadi proses pembelajaran tersendiri. Mereka belajar mengatur waktu antara kegiatan akademik dan aktivitas tambahan. Mereka juga dapat belajar bekerja bersama teman, mengikuti aturan kegiatan, dan menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, ekstrakurikuler tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Kegiatan Siswa Mendorong Kemampuan Beradaptasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek kedua dalam karakter PINTER adalah <strong>adaptif<\/strong>. Kemampuan beradaptasi menjadi penting karena siswa akan menghadapi berbagai perubahan, baik dalam lingkungan belajar, pergaulan, teknologi, maupun tuntutan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan siswa yang beragam dapat memberikan pengalaman menghadapi situasi yang berbeda. Dalam satu kegiatan, siswa mungkin harus bekerja secara individu. Pada kegiatan lain, mereka perlu berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman. Ada pula kegiatan yang menuntut kreativitas, keberanian tampil, kemampuan menyelesaikan masalah, atau pemahaman terhadap lingkungan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program kokurikuler SMP Al Ma\u2019soem menggambarkan variasi pengalaman tersebut. Cooking Day, Expression Day, Sport Day, Career Day, English Day, hingga Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda memiliki bentuk aktivitas yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keragaman kegiatan dapat membuat siswa terbiasa menghadapi pengalaman baru. Mereka tidak hanya berada dalam satu pola aktivitas yang sama setiap hari, tetapi mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai bentuk kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah salah satu proses yang dapat mendukung karakter adaptif. Siswa belajar menyesuaikan diri dengan aturan, lingkungan, aktivitas, dan tantangan yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Kegiatan Pesantren Membentuk Kemandirian<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakter PINTER yang ketiga adalah <strong>mandiri<\/strong>. Kemandirian dapat tumbuh ketika siswa diberikan kesempatan untuk mengelola tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi siswa yang mengikuti program boarding, lingkungan pesantren memberikan pengalaman hidup yang lebih terstruktur. Materi Al Ma\u2019soem mencantumkan pembelajaran pesantren seperti Al-Qur\u2019an dan tajwid, tahfidz, kitab kuning, fiqih ibadah, aqidah akhlaq, dan bahasa Arab. Fasilitas pesantren juga mencakup pondok putra dan putri yang terpisah, kamar berkapasitas 4\u20136 orang dengan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, serta sistem informasi santri berbasis Android.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lingkungan boarding memberikan pengalaman bagi siswa untuk menjalani aktivitas secara lebih teratur. Mereka berada dalam lingkungan pendidikan yang menggabungkan kegiatan sekolah dan pembelajaran pesantren.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemandirian tidak berarti siswa harus melakukan segala sesuatu tanpa bantuan. Kemandirian lebih dekat dengan kemampuan untuk memahami tanggung jawab, mengikuti aturan, mengatur aktivitas, dan menyelesaikan kewajiban sesuai dengan peran masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, kegiatan boarding dapat menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk belajar menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Tahfidz dan Ibadah Mendukung Disiplin dalam Aktivitas Siswa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembentukan karakter PINTER juga berjalan berdampingan dengan nilai CAGEUR dan BAGEUR. Program Al Ma\u2019soem mencantumkan kegiatan tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, serta Dhuha bersama. Terdapat pula penghargaan seperti Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur\u2019an, dan penghargaan bagi siswa berprestasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan yang terjadwal dan dilakukan secara konsisten dapat membantu siswa belajar menjalankan rutinitas. Dalam konteks karakter PINTER, pengalaman tersebut dapat mendukung kemandirian dalam menjalankan tanggung jawab sekaligus membantu siswa membangun kebiasaan yang teratur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program tahfidz juga memberikan ruang bagi siswa untuk melatih konsistensi dalam proses belajar. Menghafal Al-Qur\u2019an merupakan kegiatan yang membutuhkan proses dan pengulangan, sehingga siswa perlu mengikuti proses pembelajaran secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, kegiatan keagamaan menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Tidak Ada Jam Kosong, Setiap Waktu Dapat Menjadi Kesempatan Belajar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu hal yang disebutkan dalam materi Al Ma\u2019soem adalah <strong>tidak ada jam kosong<\/strong> dan adanya otonomi wali kelas. Kegiatan tambahan juga dapat dilakukan secara sukarela, seperti wisata dan kunjungan ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep ini membuat waktu siswa di lingkungan sekolah dapat diarahkan pada kegiatan yang memiliki tujuan pendidikan. Kunjungan ilmiah, misalnya, dapat memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas. Wisata juga dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru sesuai dengan kegiatan yang dirancang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi karakter PINTER, pengalaman tersebut dapat membantu siswa melihat bahwa proses belajar tidak terbatas pada buku pelajaran. Lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber pengalaman yang memperkaya pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Olahraga Mengajarkan Pengalaman Praktis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan karakter juga dapat dikembangkan melalui aktivitas fisik. Materi SMA Al Ma\u2019soem secara khusus menyebutkan bahwa pelajaran olahraga dilakukan secara langsung melalui praktik. Sekolah juga menyediakan sarana olahraga dan lapang panahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan olahraga memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran teori. Siswa perlu mengikuti instruksi, mempraktikkan teknik, memahami aturan, dan terlibat langsung dalam aktivitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks karakter PINTER, pengalaman praktik dapat mendukung kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan pengetahuan. Mereka tidak hanya mengetahui konsep olahraga, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menggunakannya dalam aktivitas nyata.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">9. Sistem Poin Mengajarkan Tanggung Jawab<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembentukan karakter juga berkaitan dengan bagaimana sekolah mengatur perilaku siswa. Materi Al Ma\u2019soem menyebutkan bahwa sekolah tidak menerapkan sanksi fisik, melainkan menggunakan sistem poin. Beberapa pelanggaran tertentu seperti narkoba, asusila, mencontek, kriminal, dan menjadi pemukul pertama disebut mendapatkan sanksi tanpa tahapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aturan tersebut menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mengajarkan siswa mengenai konsekuensi atas tindakan mereka. Dalam kaitannya dengan kemandirian, siswa perlu memahami bahwa setiap tindakan memiliki tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemandirian bukan hanya kemampuan mengurus kebutuhan pribadi, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan aturan dan konsekuensinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">10. Kegiatan Siswa Menjadi Ruang untuk Mengembangkan Future Skills<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada materi SMP Al Ma\u2019soem, konsep yang digunakan adalah <strong>\u201cFuture Skills\u201d<\/strong>, dengan karakter CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER sebagai bagian dari pembentukan generasi. PINTER secara khusus didefinisikan sebagai <strong>Cerdas, Adaptif, Mandiri<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dilihat dari berbagai kegiatan yang tersedia, siswa mendapatkan pengalaman dalam bidang akademik, keagamaan, olahraga, bahasa, seni, sains, keterampilan, hingga pengembangan karier. Variasi tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan seperti Career Day juga secara langsung memperkenalkan siswa pada tema karier. Sementara English Day, Bulan Bahasa, dan kegiatan lainnya memberikan pengalaman yang berbeda sesuai dengan tujuan masing-masing kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman yang beragam tersebut menjadi bagian dari proses mempersiapkan siswa untuk menghadapi masa depan. Mereka tidak hanya dituntut untuk memahami pelajaran, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam beradaptasi, berkomunikasi, menjalankan tanggung jawab, dan mengembangkan potensi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan siswa memiliki peran penting dalam mendukung karakter <strong>PINTER: Cerdas, Adaptif, dan Mandiri<\/strong>. Di Al Ma\u2019soem, pembentukan karakter tersebut tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan kokurikuler memberikan pengalaman belajar yang beragam. Ekstrakurikuler menjadi ruang untuk mengembangkan minat dan potensi. Pembelajaran pesantren dan program tahfidz memberikan pengalaman dalam menjalankan rutinitas dan tanggung jawab. Kegiatan olahraga memberikan pengalaman praktik, sedangkan fasilitas laboratorium, ruang multimedia, reading corner, studio, dan berbagai sarana lainnya mendukung proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, karakter PINTER dibangun melalui pengalaman yang terus berlangsung. Siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang <strong>cerdas dalam memahami pengetahuan, adaptif dalam menghadapi berbagai pengalaman, dan mandiri dalam menjalankan tanggung jawab<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pendekatan tersebut, kegiatan siswa bukan sekadar pengisi waktu di luar pembelajaran utama. Setiap kegiatan dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan yang membantu siswa mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan dan karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi tahap kehidupan berikutnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik di dalam kelas. Perkembangan seorang siswa juga dibentuk melalui berbagai pengalaman yang membuat mereka mampu berpikir, beradaptasi, mengambil keputusan, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan pilihannya. Karena itu, kegiatan siswa di sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter yang akan menjadi bekal mereka untuk menghadapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":32422,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana Kegiatan Siswa Mendukung Karakter PINTER? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik di dalam kelas. Perkembangan seorang siswa juga dibentuk melalui berbagai pengalaman yang memb"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":7081,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[7008,6885,8662,7081,6863],"class_list":["post-43170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-boardingschool","tag-fullday","tag-sekolahalmasoembandung","tag-smaalmasoem","tag-smpalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Masoem.jpeg",1024,768,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Masoem-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Masoem-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Masoem-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Masoem.jpeg",1024,768,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Masoem.jpeg",1024,768,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Masoem.jpeg",1024,768,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Masoem-16x12.jpeg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik di dalam kelas. Perkembangan seorang siswa juga dibentuk melalui berbagai pengalaman yang membuat mereka mampu berpikir, beradaptasi, mengambil keputusan, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan pilihannya. Karena itu, kegiatan siswa di sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter yang akan menjadi bekal mereka untuk menghadapi jenjang pendidikan dan kehidupan selanjutnya. Di Al Ma\u2019soem, pembentukan karakter siswa dirangkum dalam tiga nilai utama, yaitu CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR dimaknai sebagai pribadi yang takwa, disiplin, dan tangguh. BAGEUR menggambarkan akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan. Sementara itu, PINTER berarti Cerdas, Adaptif, dan Mandiri. Ketiga&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 4","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":7008,"label":"BoardingSchool"},{"value":6885,"label":"fullday"},{"value":8662,"label":"sekolahAlMa\u2019soemBandung"},{"value":7081,"label":"smaalmasoem"},{"value":6863,"label":"smpalmasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Masoem.jpeg",1024,768,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 4","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":11259,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":11259,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4938,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":4938,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7008,"name":"BoardingSchool","slug":"boardingschool","term_group":0,"term_taxonomy_id":7008,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":692,"filter":"raw"},{"term_id":6885,"name":"fullday","slug":"fullday","term_group":0,"term_taxonomy_id":6885,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":199,"filter":"raw"},{"term_id":8662,"name":"sekolahAlMa\u2019soemBandung","slug":"sekolahalmasoembandung","term_group":0,"term_taxonomy_id":8662,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1270,"filter":"raw"},{"term_id":7081,"name":"smaalmasoem","slug":"smaalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":7081,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":905,"filter":"raw"},{"term_id":6863,"name":"smpalmasoem","slug":"smpalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":6863,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1380,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43170"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43170\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43171,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43170\/revisions\/43171"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}